Pasukan Langit
Alasan untuk Bertindak!
Wuuungggg!
Serangan energi pedang yang bercahaya seperti aliran halilintar besar, yang memisahkan pandangan para pendekar dari berbagai perguruan bela diri dari artefak Bunga Bulan, yang bercahaya dan menyilaukan mata.
Energi besar dari artefak itu mampu dipisahkan sejenak oleh energi pedang besar yang mengamuk dari kekuatan ketua Yarko. Ledakan besar bahkan menimbulkan goncangan yang cukup besar, karena ledakannya meledak di sisi bawah bukit dimana Bunga Bulan berada.
Tanah pun sedikit longsor di pinggi bukit dan ledakan di tanah, dan menghancurkan beberapa pohon itu cukup membuat para pendekar gemetar sejenak. Ketua Yarko terlihat serius dalam menyelesaikan permasalahan ini.
”Hentikan sekarang juga! Kalian semua harus percaya pada pasukan pertahanan, dan para penasehat di benua untuk memanfaatkan artefak tersebut. Kalian harus percaya pada persatuan kita sebagai aliansi pendekar bela diri!”
Ketua Yarko kembali berteriak. Kini, ketua Yarko dan diikuti ketua Gonan mulai melesat dan merasa bahwa para pendekar sudah dapat ditenangkan emosi mereka. Ketua Yarko melesat kearah artefak Bunga Bulan dan mencoba mengamankannya. Hal itu pasti akan diterima oleh para pendekar, ketimbang ada di antara para pendekar yang mengambil sendiri. Mereka akan punya alasan untuk bertempur lagi.
Alasan itu karena nanti itu akan dicurangi dan akan dimiliki sendiri oleh pendekar yang mengambil artefak tersebut. Saat tangan ketua Yarko sudah mendekati artefak Bunga Bulan dan sudah mendarat di atas bukit dan di dekat munculnya energi artefak langit tersebut.
Ada kilatan energi yang melesat sangat cepat. Itu seperti cambuk yang sangat panjang dan memiliki energi pengikat yang kuat. Hembusan energinya bahkan mampu membuat ketua Yarko terdorong ke belakang, sehingga ketua Yarko langsung mengalirkan energi defensif dengan cepat.
Meski kaget dengan hal itu, ketua Yarko dapat mengontrol kekuatannya dengan baik sehingga dia hanya muncur dan terdorong beberapa langkah ke belakang, dan akhirnya bisa menahan efek dari energi panjang seperti tali tersebut.
Itu adalah kekuatan cambuk api dari salah seorang pendekar. Dia seorang lelaki berjanggut putih dan panjang. Ketua dari perguruan Api Suci, mereka memang ahli menggunakan senjata yang dilumuri dengan energi elemental api.
Pantas saja, ketua Yarko merasakan energi panas yang tinggi dari energi cambuk tersebut. Namun, kenapa dengan Moura, ketua dari perguruan bela diri Api Suci yang memaksanya untuk mundur saat akan mengambil artefak Bunga Bulan?
”Maafkan kami ketua Yarko. Tapi, kami tak bisa membiarkan anda kali ini untuk mengambil dan menguasai artefak Bunga Bulan seperti sebelumnya.”
Kata-kata itu berani diucapkan oleh Moura, dia selama ini dikenal sebagai salah satu pendekar paling kuat di benua Frost Line. Dia memiliki kekuatan yang bahkan diakui oleh penasehat Frost Line, nenek Silvi. Kekuatan Moura diakui oleh semua pendekar di Frost Line. Namun, karena sifatnya yang sulit dalam hal kerja sama dan dalam musyawarah, maka dia tidak diangkat menjadi panasehat dan lebih memilih penasehat Silvi.
”Kenapa demikian wahai tetua Moura. Bukankah jika artefak ini dapat dikuasai oleh aliansi bela diri dan pasukan pertahanan yang mengawalnya. Maka, hal itu akan membuat para pendekar percaya, dan akhirnya dapat memutuskan bersama akan dimanfaatkan untuk apa artefak tersebut?”
Ketua Yarko mencoba memberi pencerahan pada tetua Moura. Hal itu juga akan membuat para pendekar mendengarkan, dan memahami maksud dan niat baik ketua Yarko saat harus mengambil untuk menjaga Bunga Bulan agar tidak diperebutkan. Hal ini untuk menghindari pertumpahan darah di kalangan para pendekar itu sendiri.
”Maafkan kami ketua Yarko, tapi tidak lagi untuk hari ini. Kalian para pasukan pertahanan dan aliansi bela diri sudah menguasai Heart Dragon dalam waktu lama. Kalian memperkuat diri sendiri, dan menggunakan artefak itu untuk kepentingan dominasi kelian sendiri di mata para pendekar di seluruh benua.
Kalian mendapatkan banyak penghormatan dari para pendekar, karena kalian memiliki kekuatan untuk mengendalikan semua pendekar di seluruh benua. Bahkan, kalian melaporkan bahwa Heart Dragon hancur begitu saja.
Apakah kalian pikir kami dapat percaya? Baik, jika misalnya kami percaya bahwa kalian menggunakan artefak untuk kepentingan seluruh pendekar di seluruh benua. Namun, kami bahkan tidak mengetahui apakah kalian punya rencana terselubung untuk selalu menguasai kami, dan membuat kami selalu di bawah dan patut untuk selalu dilindungi karena kami lemah! Tidak untuk hari ini. Kami akan mendapatkan artefak Bunga Bulan itu dan akan menguatkan para pendekar dan tidak lagi bergantung pada kekuatan pasukan pertahanan, dan aliansi para pendekar!”
Moura mampu mengolah kata dan mengembalikan perkataan dan penjelasan ketua Yarko dan langsung dibalikkan. Kali ini, semua pendekar terbakar amarah dan mulai menyangsikan bahwa pasukan pertahanan memang selama ini ingin menguasai seluruh dataran bela diri dan menguatkan mereka selalu.
Selama ini, para pendekar selalu dianggap lemah dan patut dilindungi, hal itu membaut para pendekar seolah harus terus membutuhkan bantuan pasukan pertahanan dan aliansi para pendekar.
Itu semua memang settingan dari para petinggi di pasukan pertahanan dan juga aliansi bela diri. Mereka tak mau lagi tunduk dan dibodohi begitu saja, amarah mereka malah semakin bangkit karena mendapatkan provokasi dari Moura.
”Tetua Moura, anda telah memfitnah kami. Kami tidak pernah berpikir untuk menguasai para pendekar dan menganggap kami penguasa. Tugas kami adalah untuk memberikan perdamaian, dan berjuang bersama untuk menyingkirkan gangguan dari pasukan kegelapan dan dari kejahatan!”
Penjelasan dari ketua Yarko sudah mentah, para pendekar sekarang semakin geram dan membenarkan apapun perkataan dari Moura. Namun, itu semua tidak hanya sekedar mereka percaya pada ucapan dan pendapat Moura semata. Sebenarnya, mereka juga berkeinginan untuk mendapatkan artefak Bunga Bulan dan akhirnya mencoba membenarkan ucapan dari tetua Moura. Itu merupakan kebohongan di dalam hati mereka, sebenarnya mereka hanya menginginkan Bunga Bulan, itu saja.
Para pendekar kembali tak bisa dikendalikan. Mereka semua berhambur dan menuju artefak Bunga Bulan. Ketua Yarko mencoba menghalau dan menahan mereka dengan kekuatan pedangnya. Ketua Gonan membantu ketua Yarko dan memasang array penghalang untuk menahan mereka mendekati Bunga Bulan.
Sebenarnya, mereka ingin menahan mereka mendekati Bunga Bulan, karena ketika mereka bersama mengambil Bunga Bulan maka pasti akan terjadi pertumpahan darah. Mereka pasti akan berebut artefak itu dan akan saling membunuh.
Itulah yang sebenarnya dikhawatirkan oleh ketua Yarko dan ketua Gonan. Mereka melihat para pendekar sudah dikuasai kesumat dan keserakahan. Jika mereka membiarkan para pendekar mencapai artefak Bunga Bulan maka pertempuran besar di antara pendekar akan terjadi. Itu merupakan kerugian besar karena hal itu akan melemahkan kekuatan pasukan kebenaran dan akan membuat pasukan kegelapan senang dengan kondisi ini.
Para pendekar bersatu untuk memecahkan dinding array yang dibuat ketua Gonan dan ketua Yarko yang menahan mereka. Di sisi lain, semua pasukan pertahanan melihat ketua mereka mati-matian menjaga artefak Bunga Bulan, dan berharap para pendekar untuk tenang dan dapat berdamai.
Keadaan yang genting memaksa mereka untuk membantu ketua Yarko dan menyerang para pendekar dengan serangan energi yang tidak mematikan. Mereka pun mencoba melumpuhkan para pendekar agar mereka berhenti dan sadar.
Pertarungan terjadi kembali di semua sisi. Perang semakin semrawut dan tidak jelas. Barsha melihat situasi yang serba kacau.
”Pasukan Langit! Bantu pasukan pertahanan dan juga aliansi bela diri. Ingat, jangan lukai para pendekar dan cukup lumpuhkan mereka jika terpaksa!”
Barsha langsung melesat pergi ke atas bukit dengan kecepatan tinggi setelah mengatakan hal itu pada Pasukan Langit yang sudah berkumpul total. Para Pasukan Langit yang lain memahami situasi yang kacau balau tersebut. Mereka memutuskan untuk mengikuti perintah dari Barsha, dan mereka pun menerjang masuk ke arena pertempuran untuk membantu pasukan pertahanan dengan kekuatan mereka.
Pertarungan jadi semakin tidak jelas, siapa saja di sekeliling mereka patut dicurigai karena semua hanya menginginkan artefak Bunga Bulan. Mereka menyerang dan melumpuhkan siapapun di dekat mereka yang asing bagi mereka. Semua sudah dikuasai oleh keinginan besar akan kekuatan dan kekuasaan.
Lao dan Gayatri langsung melesat dan membuat energi besar untuk menghalangi serangan para pendekar. Gayatri membuat summon energi makhluk yang memegang perisai, dan semuanya bertempur dalam kontrol Gayatri untuk menghentikan serangan demi serangan para pendekar. Dia memisahkan para pendekar yang bertempur.
Begitupun dengan Lao, dia mengeluarkan energi angin yang dahsyat dan mampu mementalkan serangan para pendekar dan membuatnya meledak di tempat yang lain.
Alicia, Astro, Nagada dan lainnya juga demikian. Meskipun mereka semua sudah cukup lelah bertarung dengan pasukan kegelapan, dan melawan Lima Gerbang. Saat ini, mereka harus ambil bagian untuk menyelamatkan para pendekar dari sifat keserakahan mereka.
Ini termasuk dalam misi mereka memberantas pasukan kegelapan. Karena ketika para pendekar mampu disatukan, maka kekuatan pasukan kegelapan akan mampu dihentikan dengan persatuan para pendekar.
Namun, jika para pendekar saja tidak bisa bersatu dan saling membunuh maka kita semua, hanya akan menunggu kehancuran benua dan dikuasai oleh pasukan Lord Demon.
Semua Pasukan Langit membantu mencoba menghentikan para pendekar yang saling bertempur. Kecuali Aji, dia masih berdiri dengan tangan yang mengepal dan gemetaran. Dia bersama Dasatama di dekatnya yang masih mengawasi para pendekar yang bertarung. Dasatama juga memikirkan untuk turun tangan segera, dan menggunakan otoritasnya sebagai legenda God of War.
Aji teringat kejadian dua puluh tahun yang lalu, saat para pendekar sibuk dalam kepentingan masing-masing. Mereka tidak peduli dengan peringatan serangan dari Lord Demon dan hanya mementingkan kekuasaan mereka sendiri-sendiri. Mereka saling mencurigai, saling menguasai dan hanya mementingkan perguruan atau kerajaannya semata.
Jika hari ini mengulangi dua puluh tahun yang lalu, maka kehancuran yang sebenarnya akan dimulai oleh pasukan Lord Demon dan mereka akan mudah menguasai dunia ini. Lalu, apa gunanya dia datang kembali setelah dua puluh tahun, dan dia membawa tanggung jawab dari kedua rekannya?
Tidak lagi! Tangan Aji gemetaran dan energi super besar meluap dari tangan Aji.
Saat Dasatama hendak maju dan memisahkan para pendekar dan membantu ketua Yarko. Dia merasakan energi besar yang muncul dari dekatnya. Itu adalah kekuatan dari pemuda yang bernama Aji yang selama ini misterius. Dan dia adalah salah satu anggota Pasukan Langit.
Dasatama bingung dengan kekuatan besar yang terus berkumpul dengan cepat, bahkan di sekeliling Dasatama energi besar dan berkejut-kejut melewatinya. Energi terkumpul dalam tubuh pemuda itu.
Mata Dasatama bahkan tak percaya, energi apa dengan kekuatan dahsyat seperti ini? Dia bahkan langsung teringat pada sosok yang pernah mengalahkannya lebih dari dua puluh tahun lalu tanpa dia sempat bergerak. Itu adalah kekuatan yang mirip dengan Pemukul Halilintar!