Pasukan Langit

Energi Pembekuan

”Pemimpin Dasatama, ingatlah hari ini dengan baik,” kalimat itu diucapkan oleh seorang pemuda yang disebut oleh Jiro adiknya, sebagai sosok yang akan menjadi orang yang membuat sejarah di masa depan.

Saat Jiro adiknya mengatakan hal itu, Dasatama penasaran pada sosok itu. Namun, dia pun kurang bisa percaya bahwa seorang pemuda, yang mampu menjadi perhatian yang tinggi untuk adiknya. Jiro yang menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berpetualang untuk mencari kekuatan. Sosok seperti pejuang Jiro mampu memberi perhatian lebih pada Aji tersebut.

Kali ini, Dasatama mengetahui sendiri kekuatan besar itu. Bahkan pemua itu berkata kepadanya, seolah sedang mengingatkannya pada sesuatu yang penting di masa lalu. Dasatama bahkan mencoba mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Aji selanjutnya, dan apa yang akan diperbuatnya.

”Dua puluh tahun yang lalu, saat Tiga Legenda menghadapi pasukan Lord Demon  sendiri. Semua pendekar sedang dibutakan oleh keserakahan, dan pertempuran diantara mereka membuat mereka tak sadar bahwa kekuatan besar sedang mengincar mereka. Kehancuran dunia itu dapat dihentikan. Jika kali ini semua pendekar seperti dua puluh tahun yang lalu, maka kehancuran dunia tinggal menunggu waktu.”

Aji maju melangkah, langkahnya terasa dipenuhi dengan energi. Aji melangkah perlahan, tapi seolah mampu menggoncang bumi. Dasatama mampu merasakan bahwa pemuda itu sedang mengumpulkan dan bersiap untuk melakukan sesuatu. Energi yang sangat besar bahkan terkumpul dan itu bukan lagi tenaga yang bisa dikeluarkan oleh seorang pemuda. Itu adalah energi yang mungkin dikumpulkan ratusan tahun.

Pluk!

Pluk!

Langkah itu perlahan, Aji melewati tiga langkah setelah bicara pada Dasatama. Aji berhenti dan energinya mengaliri kaki kanan Aji. Seolah seperti seseorang yang akan melesat terbang, apakah Aji akan menuju pertempuran dan membantu rekan-rekannya, untuk membantu menghentikan perang antar pendekar dalam memperebutkan artefak langit tersebut.

Energi meluap di kaki kanan Aji, Dasatama penasaran apa yang akan dilakukan pemuda itu dengan energi yang besar tersebut. Dan apa yang hendak direncanakannya, untuk menghentikan perang antar pendekar tersebut.

Energi meluap di ujung kaki Aji, energi yang terpancar Aji itu berpendar-pendar dan bahkan seperti energi yang mampu mendorong orang lain di sekitarnya. Dasatama yang sudah sangat kuat energinya, bahkan seolah terdorong dan dia segera mengeluarkan energi defensif yang kuat. Energi itu sangat kuat, dorongannya mampu membuat energi di sekitarnya seolah tersingkiar.

Pandangan Dasatama bahkan seolah tak bisa menajam, karena energi yang berpendar tersebut. Saat itulah, Aji bersiap dan melompat ke atas.

Wooosssshhhh!

Aji berhenti di ketinggian sekitar 5 meter ke arah depannya, dan menghadap ke artefak Bunga Bulan. Tangannya mengepal dan energi besar seolah langsung berkumpul dengan energi padat dan mengelilingi kepalan tangannya.

Dasatama terkejut. Itu adalah....

Mata Dasatama sedetik itu teringat pada masa lalunya. Itu adalah masa dia tak bisa melupakan sesuatu yang seumur hidupnya harus diingat. Kejadian saat dirinya dikalahkan telak oleh pendekar yang sangat dihormatinya. Saint Pemukul Halilintar. Kejadian yang membuat Dasatama, bahkan tak bisa mengikuti gerakan dan hentakan energi pukulan dari Pemukul Halilintar.

Dia dikalahkan tanpa sempat memberikan perlawanan. Seolah-olah saat ini, Dasatama merasakan hal yang sama dengan saat dirinya melihat kekuatan dari sang legenda, Pemukul Halilintar. Dasatama dapat merasakan hal itu lagi. Tidak mungkin! Artinya, benar bahwa Aji adalah murid dari Tiga Legenda? Apakah hal itu mungkin?

Saat rasa penasaran Dasatama semakin besar, kekuatan besar dari kepalan tangan kanan Aji segera turun dan tubuhnya melompat ke tanah di bawahnya. Pukulan tangan kanan yang dipenuhi energi milik Aji membentur bumi dan saat itu juga, Dasatama paham apa yang akan terjadi.

Itu adalah ciri khas dari seorang Pemukul Halilintar, itu adalah kekuatan besar yang mampu membekukan apapun di sekitarnya yang terkena efek dari pukulan tersebut.

Blaarrrr!

Benar saja! Persis seperti kisah Dasatama lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Saat kekuatan Pemukul Halilintar meledak di tanah. Maka ada daya sengatan kuat yang muncul dari bumi, dan membuat apapun di atasnya membeku karena aliran sengatan energi tersebut.

Dasatama merasakan tubuhnya membeku dan tak bisa bergerak, aliran energi yang menyelimuti seluruh tempat akibat ledakan serangan dari Aji itu benar-benar membekukan dirinya. Dasatama telah berlatih keras setelah latih tandingnya dengan Pemukul Halilintar tempo dulu. Itu menyadarkannya dan membuatnya terus berlatih dan akhirnya dia mendapatkan julukan War of God. Seorang pendekar yang mampu menguncang bumi dan langit.

Kali ini, Dasatama mengeluarkan energi terkuatnya untuk dapat lepas dari pengaruh pembekuan akibat kekuatan pukulan Aji tersebut. Meskipun sulit bergerak, tapi kekuatan dari Dasatama dikeluarkan secara maksimal. Dasatama mencoba fokus dan mengeluarkan energi yang dapat menahan efek pembekuan tersebut.

Dasatama mulai bisa mengerakkan jemarinya dan tangannya perlahan bergerak. Ada penahan yang seolah mengekang pergerakan dari Dasatama. Itu adalah energi besar, dia terus berusaha dan tetap fokus hingga tangannya dapat bergerak dan menyatukan antara tangan kanan dan tangan kirinya. Kekuatan mengalir di sekitar kedua tangannya yang menyatu.

Dasatama mulai kembali kesadarannya, dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya sekitar 30 persen dari keadaan normalnya. Kekuatan yang menakutkan, bahkan saat ini saja, Dasatama terus mengeluarkan energinya untuk menahan pembekuan dan juga mengembalikan kesadarannya secara total.

Efek ledakan itu..., tidak mungkin!

Dasatama memandang sekeliling dan dia melihat aliran energi seperti aliran listeri yang saling menyambung seperti akar-akar energi. Meskipun Dasatama masih kesulitan bergerak bebas, dia melihat sesuatu yang di luar akal. Kejadian di sekelilingnya ini, adalah sebuah keajaiban dari kekuatan maha besar.

Kekuatan yang bahkan mungkin tidak bisa dibayangkan oleh manusia. Kekuatan yang mampu menghentikan semua gerakan yang terkena efek ledakan tadi. Semua orang seolah membeku dalam jangkauan efek ledakan yang dihantamkan Aji ke tanah tadi.

Semua pendekar, anggota pasukan pertahanan, anggota Pasukan Langit, murid dari berbagai perguruan bela diri. Semua membeku dan seperti terkena efek sengatan. Gerakan mereka terhenti seluruhnya, mereka seperti membeku di posisinya. Bahkan ada yang di udara dan ada juga yang di tanah. Semunya membeku.

Dasatama mencoba menggerakkan kakinya ke depan satu langkah, meskipun itu sangat berat tapi dia mencoba untuk melakukannya.

 Di depan sana, Aji berdiri dari lompatan dan menghantam tanah tadi. Dia berdiri tegak dan hanya Dasatama yang seolah menyadari hal itu.

”Ingatlah pesanku pemimpin Dasatama,” Aji menengok ke arah Dasatama, ”Jagalah persatuan para pendekar, dengan begitu semua ancaman yang bisa menghancurkan dunia akan bisa diatasi bersama. Jika para pendekar bersikap serakah dan hanya haus kekuasaan. Kekuatan kegelapan akan selalu hadir untuk menghancurkan kedamaian dunia.”

Dasatama kaget, seolah Aji paham bahwa dirinya mampu keluar dari pembekuan yang sudah dikeluarkannya barusan. Di semua sisi, saat para pasukan dan pendekar dalam pembekuan, mereka seolah sedang berbicara empat mata karena suasana yang begitu hening.

”Tu... Tunggu pendekar. Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Dasatama bertanya karena penasaran apa yang akan diperbuat oleh pendekar muda itu. Dan, dia melakukan damage besar dan mampu membekukan semua orang tersebut.

Aji berbalik dan menatap lurus pada artefak di atas bukit yang masih bercahaya, ”Aku..., akan menghilangkan penyebab para pendekar haus akan keserakahan. Sumber keserakahan harus dihancurkan, kekuatan membuat seseorang menjadi buta. Mereka yang tidak memiliki mental yang kuat akan menjadi hamba bagi Iblis.”

Splash!

Mata Dasatama kaget, Aji menghilang dari pandangannya. Itu adalah.... kekuatan dari seorang saint assassin, Ganada. Artinya, bahwa benarkah pemuda itu adalah penerus dari Tiga Legenda. Jika benar demikian, maka dia adalah sosok yang bisa mengguncang dunia ini!

Aji melesat dengan sangat cepat, kecepatannya bahkan lebih cepat dari cahaya yang memancar. Dasatama melihat kecepatan super tersebut. Saat matanya menuju arah cahaya artefak Bunga Bulan. Aji sudah berada di dekat cahaya tersebut dan melewati semua pendekar yang membeku bahkan tanpa mereka sadari sama sekali.

Permasalahannya sekarang adalah, meskipun artefak langit yang disebut Bunga Bulan adalah artefak keempat. Artefak langit tetaplah artefak langit yang menyimpan kekuatan besar. Dasatama memahami, bahkan saat menaklukkan artefak Heart Dragon dan bisa dalam pengawasan pasukan pertahanan. Sebelumnya, untuk menundukkan dan tidak menimbulkan efek besar. Kekuatan dari artefak Heart Dragon harus disegel oleh setidaknya 100 orang dengan kekuatan energi yang melimpah.

Heart Dragon sendiri juga disegel oleh para saint di zaman dahulu. Sebuah artefak langit tidak bisa dipegang atau dimurnikan sembarangan oleh manusia. Bisa jadi, tubuh orang tersebut akan hancur.

Itu adalah kesalahan fatal yang sering dilakukan manusia.

Sama seperti saat ini, begitu banyak para pendekar yang berebut menguasai artefak Bunga Bulan. Namun, mereka tidak memahami bahwa kekuatan dari artefak langit sangat kuat dan tidak bisa sembarangan dipegang atau dimurnikan begitu saja. Saat para pendekar berebut dan mencapai artefak Bunga Bulan, bisa jadi mereka akan hancur atau terpental karena kekuatan energi penghalang yang dimiliki Bunga Bulan.

Kali ini, Aji berani mendekatinya dan bahkan sekarang hanya beberapa meter dari Bunga Bulan.

Apakah pendekar muda yang mengaku mewarisi kekuatan dari Tiga Legenda itu akan mengambil dan memurnikannya? Atau apakah Aji akan menyerap energinya dan mengambil alih kekuatan dari Bunga Bulan?

Dasatama sendiri tidak bisa berbuat banyak selain memperhatikan dari jauh. Hal itu karena tubuhnya kesulitan bahkan untuk melangkah. Energi pembekuan dan serpihan aliran energi masih sambung-menyambung di semua tempat yang terkena efek ledakan kuat dari Aji tadi. Meskipun Dasatama bisa bergerak satu lankah, tapi dia tak bisa mengeluarkan energi besar untuk menjangkau Aji.

Dasatama khawatir kalau saat Aji mendekat dan mengambil artefak Bunga Bulan itu dia akan hancur berkeping-keping karena efek kekuatan penolakan dari Bunga Bulan. Aji semakin dekat dengan artefak tersebut, Dasatama semakin penasaran akan apa yang akan dilakukan pemuda tersebut. Sedangkan, para pendekar masih terdiam mematung dan tak bergerak sama sekali.

Aji semakin dekat dan tangan kananya membuka ke langit seperti hendak menggunakan kekuatannya untuk menaklukkan kekuatan dari artefak langit tersebut.

Syuuungggg!

Mata Dasatama pun membelalak, apa yang dilakukan pemuda itu?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!