Pasukan Langit
Hentikan Bualanmu!
Suasana di depan gerbang kota Prisma sungguh mencekam, angin semilir seolah kasar menabrak wajah-wajah para pendekar bela diri.
Di depan mereka semua, dua dari Tiga Legenda berdiri dan memancarkan hawa membunuh dan energi kegelapan yang mengerikan. Jadi, inilah salah satu kekuatan dari Lord Demon dalam menyusun ulang tubuh seperti dalam catatan sejarah.
Kekuatan dari artefak Blood Supreme juga bisa menghidupkan orang yang sudah mati, dengan syarat memiliki bagian dari tubuhnya yang tersisa. Jadi benar bahwa Tiga Legenda sudah dikalahkan, dan dua diantaranya dihidupkan dengan kekuatan dari Lord Demon.
”Ha... ha... ha...,” tawa dari Lord Demon di udara, nampak menunjukkan dia sedang sangat gembira, ”Hadiah itu sangat menarik untuk kalian semua bukan wahai pendekar. Jika kalian mau menyerah saja dan tidak melawan maka aku, Shura yang dikenal dengan nama Lord Demon akan memaafkan kalian dan menjadikan kalian budakku yang aku jaga!”
Tidak ada yang bersuara kecuali Lord Demon. Semua seolah masih menunggu apa sebenarnya yang menjadi niat dari Lord Demon, hingga dia benar-benar ingin menguasai dunia dan mengalahkan semua pasukan bela diri hingga menjadi bawahannya.
”Jika kalian semua menolak, maka tidak ada lagi bayaran yang lebih tepat, kecuali aku akan menghancurkan kalian semua dan akan menghidupkan kalian lagi seperti dua pahlawan kalian itu. Kalian akan menjadi mayat hidup dan mengabdi padaku selamanya, tanpa memiliki kehendak lagi. Ha.. ha.. ha...!”
Penghinaan dari Shura itu membuat Aji hampir tidak bisa mengendalikan kesabarannya, dan hendak menyerbu dengan kekuatannya. Sayangnya, semua rencana bisa menjadi hancur jika dia bertindak sembarangan. Aji yang biasanya selalu tenang, kali ini harus bisa mengendalikan dirinya dengan baik.
Meskipun begitu raut wajah Aji berubah total. Dia begitu marah melihat dua saint dipermainkan raganya, dan juga bicara Shura yang seolah bahwa pendekar dan seluruh manusia itu tidak ada artinya kecuali hanya menjadi budaknya.
Gayatri melihat perubahan warna energi dari Aji dari tempat yang cukup jauh dari Aji. Gayatri paham dengan kemarahan Aji itu. Terlihat jelas bahwa energi yang meluap itu sangat berbahaya, tapi dia bisa mengontrol energinya itu agar tidak meledak.
Gayatri paham satu hal, ada dendam kesumat yang disimpan oleh Aji kepada Lord Demon. Aji seolah hanya ingin menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan Lord Demon semata. Itu yang dirasakan Gayatri pada diri Aji.
”Aku akan memberi waktu pada kalian untuk berunding dan membuat keputusan. Lima menit, tidak lebih dari lima menit! Keputusan kalian dalam lima menit akan membuat kalian semua tetap hidup atau binasa semuanya!”
Benar-benar tekanan yang kuat, di ujung kalimat ancaman dari Lord Demon semua pendekar bela diri mendapatkan tekanan yang sangat kuat. Aura membunuh. Benar saja, sosok yang mampu mengguncang perguruan bela diri, dan menghancurkan banyak kehidupan kini memberikan pilihan untuk menyerah atau mati.
Lima menit, hanya lima menit. Dasatama tidak bergerak sama sekali di depan pintu gerbang kota Prisma dan dia memegang pedangnya yang ujungnya berada di tanah. Dia tak gentar dan tak peduli dengan tawaran dari Lord Demon untuk waktu diskusi yang dia berikan selama lima menit. Keputusannya sudah bulat, tidak ada perubahan.
Para pendekar bela diri, pasukan pertahanan dan Pasukan Langit pun demikian. Melihat Dasatama yang bahkan diam berdiri dan tak menunjukkan tanda-tanda meminta berdiskusi. Semua menjadi paham bahwa keputusan untuk berperang sudah bulat. Meskipun dua dari Tiga Legenda muncul di depan seluruh prajurit kegelapan.
Mereka sadar bahwa itu adalah musuh meskipun berwujud menjadi saint Ganada dan saint Yonan. Sosok itu hanya dibangkitkan jasadnya dan mereka bukanlah saint yang sesungguhnya. Meskipun mereka merasa bahwa ada kekhawatiran, karena kekuatan dari Dua Legenda dikabarkan sangat kuat dan mendekati langit.
Namun, mereka tidak punya pilihan selain melawan. Tawaran untuk menyerah dari Lord Demon hanya tipuan semata. Jika mereka memilih untuk menyerah sebenarnya mereka hanya akan dibunuh juga dan bahkan tanpa perlawanan.
Lebih baik berjuang dengan gigih, dan mati sebagai pahlawan dan akan menjadi contoh bagi generasi para pendekar di masa yang akan datang. Daripada, menjadi pengecut yang takut mati dan menjadi anak buah dari pasukan kegelapan. Pada akhirnya, mereka juga hanya akan dibunuh dan hanya dijadikan mainan oleh pasukan kegelapan.
Tak ada gerakan, lima menit waktu yang diberikan oleh Lord Demon bahkan tidak membuat para pendekar saling diskusi atau saling bicara. Semuanya diam dan bersiap-siaga dalam posisinya masing-masing.
Delapan Iblis Pemusnah yang tersisa berada di depan pasukannya masing-masing. Mereka maju beserta pasukan inti mereka masing-masing atau panglima perang mereka. Posisi kedua saint berada di tengah pasukan kegelapan. Posisi mereka bahkan seolah penyerang yang akan maju pertama kali untuk memberikan efek mental pada pasukan bela diri.
Shura tersenyum dengan sinis, belum ada lima menit. Dia merasakan bahwa kini, pasukan bela diri sudah solid dan persatuan mereka kuat. Lord Demon ingin membuat tes pada pasukan bela diri dan melihat kegigihan dan persatuan mereka. Benar saja, mereka kini tak terpengaruh oleh ancaman darinya.
Jika kata-kata tak bisa lagi membuat mereka takut dan menyerah, maka selanjutnya adalah dengan memberikan mereka serangan yang mengerikan. Itu adalah cara bagi pasukan kegelapan untuk membuat mereka menyadari batas kekuatan mereka. Ketika orang mengetahui bahwa mereka kalah dalam kekuatan, mereka akan menjerit dan merasakan keputus-asaan.
Saat itulah, seorang pemenang akan menentukan nasib mereka yang menyerah dan bebas hendak membunuh mereka atau bahkan mencincang mereka. Itu adalah hukum bagi kehidupan ini. Kekuatan adalah segalanya dan orang yang lemah sudah seharusnya menjadi budak dan menuruti perintah tuannya.
Benar! Itulah yang juga dipahami oleh pasukan Lord Demon yang merupakan bagian dari Sepuluh Iblis Pemusnah. Mereka mencoba melemahkan para musuh dengan teror.
Teror pertama, jumlah pasukan yang tak seimbang. Itu adalah tekanan teror pertama, pasukan bela diri mungkin hanya sekitar 10 hingga 20 persen dari pasukan kegelapan. Itu yang diketahui oleh pasukan kegelapan. Teror kedua, teror ancaman untuk menyerah dan disertai kekuatan tekanan dari Lord Demon sendiri.
Teror ketiga, teror serangan kejutan di awal yang bisa memporak-porandakan pasukan bela diri dalam waktu awal. Itu adalah tugas dari Dua Legenda yang merupakan pahlawan suci bagi pasukan bela diri. Dan kini, Lord Demon telah membuat mayat dua orang itu menjagi bagian dari kekuatan pasukan kegelapan.
Mereka ditunjukkan di awal pertempuran dan langsung diminta berada di garis depan. Pasukan bela diri tentu akan syok melihat apa yang seharusnya mendukung dan menolong mereka pada kenyataannya menjadi musuh mereka di awal pertarungan. Ketiga teror itu merupakan teror mental yang akan membuat pasukan bela diri tidak tenang sejak awal pertempuran yang terjadi.
Waktu berjalan, lima menit terasa lama bagi pasukan kegelapan. Tidak bagi Lord Demon, dia menikmati waktu-waktu itu. Pasukan bela diri memang berusaha tegar dan tak goyah, namun tekanan mental sudah diberikannya. Waktu detik demi detik yang tersisa dari waktu yang disediakan oleh Lord Demon pasti seperti jarum-jarum yang menusuk kulit bagi pasukan bela diri.
Mereka akan semakin gusar karena peperangan tidak segera dilakukan, itu adalah psikologi manusia secara umum. Mereka akan berdebar-debar menunggu waktu itu dan seolah mereka tak berdaya dengan waktu yang berjalan. Mereka sudah kalah sejak awal, itulah yang diinginkan oleh Lord Demon. Kesenangan mempermainkan kelemahan musuhnya. Ini benar-benar menyenangkan!
”Berhentilah membual Lord Demon!”
Semua mata mencari sumber suara, sebuah suara tiba-tiba muncul begitu saja. Lord Demon dan pasukannya mengira bahwa pasukan bela diri ketakutan sehingga mereka diam saja. Tapi, suara yang cukup lantang disuarakan oleh seorang pendekar, bahkan suaranya adalah suara seorang perempuan.
Itu adalah suara Gayatri! Dia menerbangkan tubuhnya dengan kekuatan elemental angin, dan terbang dari pasukan tengah yang dipimpin oleh Dasatama. Gayatri terbang dengan bebas di udara, sejajar tingginya dengan Lord Demon. Dia begitu percaya diri dan kekuatan energi bersinar mengelilingi tubuhnya.
Kekuatan itu adalah kekuatan yang sudah dipersiapkan oleh Gayatri. Dia mengeluarkan energi yang kuat dan menyerupai senjata tombak, dan mengelilingi tubuh Gayatri di belakangnya seperti sinar matahari. Pandangan menjadi silau melihat kekuatan Gayatri.
Para pendekar bela diri bahkan kaget dengan keberanian seorang anggota dari Pasukan Langit, yang berani keluar dari tekanan kesunyian yang diciptakan oleh Lord Demon. Saat para pendekar agak gemetar, wanita itu keluar dengan kekuatannya dan seolah berani menantang kekuatan tekanan dari Lord Demon dengan kekuatan yang melawan tekanan dari Lord Demon.
Nenek Silvi pun menyadari sesuatu, sejak awal dia bertemu dan bertempur dengan Gayatri saat lulus tes Pasukan Langit. Dia melihat bahwa Gayatri memiliki potensi besar dalam dirinya yang akan keluar suatu saat nanti.
Kali ini, penasehat Silvi merasakan kekuatan dari Gayatri sudah meningkat drastis. Pertempurannya dulu dengan Gayatri sudah dapat mengimbangi kekuatan penuh dari nenek Silvi. Mungkin saat ini, kekuatan Gayatri bahkan sudah melampaui kekuatan dari nenek Silvi, hal itu karena saat ini penasehat Silvi bahkan merasa gemetaran saat melihat Lord Demon dan tekanan yang diberikannya.
Namun, bocah itu berani tampil bahkan menunjukkan kekuatan yang tidak sama sekali di luar pemikiran para pendekar.
Semua orang memperhatikan Gayatri yang masih mengudara. Dia membuka tangannya di depannya, kecantikannya terpancar dan juga cahaya energi di belakangnya menunjukkan kekuatan dari keberaniannya.
Shura merasa kaget dengan keberanian wanita itu, dan dia yakin dia adalah bagian dari Pasukan Langit yang selama ini benar-benar menyusahkan setiap pergerakan dari pasukan kegelapan. Ada kesumat yang sedikit ditunjukkan oleh Lord Demon meskipun dia berusaha menutupinya.
Kekuatan dominasinya yang selama ini ditakuti oleh seluruh pasukan kegelapan, dan pasukan bela diri tiba-tiba dipatahkan begitu saja oleh seorang perempuan muda!
”Berani juga kamu pendekar muda! Akan kuingat dirimu dan akan aku jadikan pelajaran karena sudah berani memotong pembicaraanku!” Lord Demon berusaha tetap tenang dan memberi tekanan lagi dengan suaranya yang diperbesarnya.
”Cukup bualanmu Shura! Kamu hanyalah orang yang dipenuhi keserakahan. Kamu pikir, kamu ini adalah raja bagi dunia? Kamu bahkan seperti anak kecil yang merengek karena tidak diberikan permen!”
Semua kaget mendengar kata-kata keras dari Gayatri, hal itu bahkan membuat Lord Demon seperti hendak meledakkan seluruh kekuatannya jika dia tak berusaha menahannya. Dia benar-benar marah, wajahnya sekilas nampak merah padam dan tangannya mulai gemetaran diselimuti energi gelap yang kuat.
Gayatri tersenyum, dia merasa berhasil memancing amarah Lord Demon. Aji adalah pemuda yang memintanya melakukan hal itu. Kini, dia berhasil.