Pasukan Langit
Pertarungan Ksatria Kegelapan
Peperangan masih berlangsung dengan sangat sengit. Pasukan bela diri sudah terpojok demikian jauh, bahkan sudah tak bisa menahan serangan dari para pasukan kegelapan. Sebagian besar dari pasukan kegelapan bahkan sudah menggunakan Demon Transform.
Para pendekar bela diri sekuat tenaga menggunakan pertahanan dan mengulur waktu. Korban sudah banyak berjatuhan dari dua pihak. Meskipun begitu, pasukan kegelapan yang berjumlah lebih banyak tentu diuntungkan.
Di sisi pertempuran Tora dan pejuang Jiro sudah mencapai klimaks. Mereka sudah sama-sama mengeluarkan kekuatan terbesar mereka. Pejuang Jiro tak menyangka, selain dengan Lima Gerbang, Lord Demon masih memiliki rahasia akan kekuatannya dan kekuatan yang sudah disembunyikan lama. Artinya, dia sudah benar-benar bersiap untuk menguasai dunia.
Semua pendekar sedang berjuang dengan keras, tidak boleh ada yang sia-sia. Jiro juga sudah mulai kehabisan energi. Dia terus menggunakan energi circle tingkat tinggi untuk memberikan suplai pada kekuatannya. Tora pun demikian, tak menyangka ada manusia yang mampu mengimbangi kekuatannya bahkan setelah dia mengubah fisiknya menjadi perubahan iblis dengan kekuatan penuh dan berlipat.
”Aku akui kamu pendekar! Aku telah bertarung dengan banyak para pendekar bela diri. Namun, baru kali ini aku sampai tertekan sehingga harus menggunakan kekuatan maksimalku. Tapi ..., aku senang karena terhibur sejauh ini. Ini tidak membosankan sama sekali seperti perkiraanku sebelumnya. Aku mengira bahwa para pendekar bela diri itu seperti pasukan yang akan sekali mudah dihancurkan! Aku akui salah akan hal itu!”
Percakapan kecil mereka berlanjut. Tora rindu pada musuh yang kuat, itu adalah sebuah cara menikmati hidup. Dia mengakui pejuang Jiro, kekuatan seorang pendekar biasanya dibatasi karena mereka menggunakan pelatihan tradisional dan tidak menggunakan energi orang lain yang diserap paksa.
Para pendekar aliran bela diri putih, mereka menggunakan cara-cara baik dalam melatih kekuatan internal mereka. Latihan tanpa kenal menyerah dan terus-menerus. Mereka mengumpulkan energi dengan kerja keras mereka, pada akhirnya mereka kan dibedakan oleh pendekar yang benar-benar bersungguh-sungguh dan bahkan mengorbankan segala mimpinya. Orang lainnya, mereka tidak sanggup meneruskan rasa sakit karena latihan yang membosankan.
Satu dari seribu orang adalah mereka yang punya kemauan dan kesungguhan tinggi, untuk menempa jiwa dan raga mereka dengan kebersihan energi. Mereka tak memiliki tujuan lain, selain mengembangkan kekuatan mereka dan mencapai puncak ilmu bela diri.
”Kamu adalah manusia yang memiliki kesungguhan untuk memperkuat dirimu dalam pelatihan tanpa kenal henti. Aku menyanjungmu dengan kesungguhanku, jadi ayo bertarung dengan jujur dan tunjukkan kalau kamu adalah pendekar yang memiliki kesungguhan itu!”
Tantangan dari Tora, sosok yang menjadi bagian dari Sepuluh Iblis Pemusnah bahkan memiliki pujian murni untuk orang yang bersungguh-sungguh dalam latihan keras mereka.
”Baiklah, Tora. Aku menghargaimu juga dengan sosok yang adil dalam pertarungan. mari kita selesaikan ini dan menikmati pertarungan ini!” jawab pejuang Jiro. Jiro sendiri merasakan bahwa ini adalah pertarungan yang paling kuat selama menghadapi kejahatan. Kekuatan Tora sangat besar dengan tubuh yang kini sudah diselimuti armor dengan bentuk seperti manusia yang tinggi. Tingginya tiga meter dan tubuhnya semua diselimuti armor yang sangat keras.
”Aku telah menunggu waktu yang lama, bertemu denganmu adalah sebuah kehormatan. Aku, Tora. Jika aku mati di sini, maka aku tidak akan pernah menyesal. Selama ini, aku hanya mencari seorang petarung kuat untuk bertempur hidup ataupun mati!”
Setelah pertarungan yang cukup lama mereka berdua sudah beradu kekuatan dengan sangat cepat dan kuat. Beberapa kali pejuang Jiro dapat menjatuhkan Tora, dan Tora juga dapat memukul balik Jiro hingga keduanya beradu kekuatan, beradu kecepatan dan beradu energi yang mereka serap dari alam dan dari kegelapan.
Mereka sudah cukup lelah dalam pertarungan yang tiada henti. Bahkan, pasukan dari Tora yang mencoba membantu Tora dan menyerang Jiro semuanya diserang balik oleh Tora. Pertarungannya tidak boleh diganggu oleh siapapun, bahkan jika Lord Demon sekalipun. Saat dia sudah terobsesi dengan pertarungan yang kuat, dia sama sekali tak ingin diganggu. Itulah sosok dari Tora sebenarnya.
”Baiklah Tora sang ksatria kegelapan! Mari kita akhiri ini!” pejuang Jiro memusatkan kekuatannya kembali. Energi ledakan keluar dari tubuhnya, circle tertinggi dalam penyerapan kekuatan penuh digunakannya. Kekuatan internal kekuatan energi dimunculkan, tubuh Jiro bersinar. Penyerapan kekuatan dari pecahan Heart Dragon pun bersinergi.
Jiro fokus pada kekuatan serangan terakhir yang bisa dilakukannya, dia tak tahu apakah ini akan berhasil mengingat kekuatan dari Tora yang sudah mencapai tubuh maksimal untuk Ultimate Demon Transform.
Kekuatan Jiro mencapai titik tertinggi. Energinya seolah hampir-hampir meledak dan dia merasakan energi yang diserap dan juga energi internal sudah mencapai tubuh fisiknya. Ini adalah serangan terakhir, hidup dan mati akan dibuktikan dalam serangan terakhir ini.
Tidak ada gangguan dan tidak ada yang mencampuri pertempurannya dengan Tora, sang ksatria kegelapan itu. Mereka berdua terbang ke udara dan bersiap untuk serangan terakhir mereka.
Tora, dia membuka tangannya. Rantai-rantai yang menjadi senjatanya terpecah dan membuat armor tambahan di punggungnya. Itu seperi sayap dengan lima bulu besi yang miring ke atas dan melebar kanan dan kirinya. Di tengah punggungnya, dia senjata yang semula berada di ujung rantainya membentuk lingkaran penuh. Ada kegelapan dan warna biru yang menyala di dalam lingkaran yang menempel di punggungnya.
Tora mengangkat kedua tanganya ke depan. Dia membentuk sebuah pusara energi kegelapan di depan kedua telapak tangannya. Energi mulai terbentuk dan sangat padat, terus berputar dan berotasi seperti rotasi sebuah galaksi. Perputaran dari energi kegelapan yang terjadi semakin menguatkan energinya. Lingkaran di punggungnya menyala dan mengalirkan energi yang dahsyat dan terus-menerus menuju ujung kedua tangannya.
Ini adalah penyelesaian yang sangat indah! Itu adalah perasaan Tora saat ini. Dia merasakan bahwa dia adalah seorang ksatria sungguhan yang tidak berperang dengan orang lemah dan menginjak-injak mereka terus-menerus. Selama ini, dia banyak bertempur dengan orang yang lemah sehingga dia merasa bukan seperti ksatria yang bertarung.
Apalagi, para prajuritnya selalu berada di depan dan menghancurkan musuh duluan. Dia bukanlah ksatria jika bertarung dan mengandalkan pasukannya. Kali ini, pejuang Jiro telah menunjukkan kekuatan hebatnya. Dia tak ingin dia bertarung dengan prajuritnya, dia ingin satu lawan satu dan mengakhiri pertarungan sebagai ksatria.
Kekuatan akhir sudah dinyalakan, semua kekuatan kegelapan yang dimiliki ditargetkan untuk serangan terakhirnya. Penyerapan kekuatan kegelapan sudah mencapai maksimal, hanya perlu memadatkan energi tersebut, dan bersiap memuntahkan serangan yang akan tercatat dalam sejarah mengenai nama Tora, sosok ksatria dari pasukan kegelapan.
Menang dan kalah bukan menjadi masalah, karena hidup itu hanya akan menjadi cerita dengan orang-orang setelahnya di masa depan. Mereka akan diingat karena memiliki sejarah dan akan dikenang oleh orang setelahnya. Jika tidak ada yang mengenangnya sama sekali, maka seperti dia tak pernah hidup dan tinggal di dunia ini.
Itu adalah kepercayaan dari Tora saat ini.
Di sisi Tora pun, dia menggunakan kekuatan maksimalnya. Kekuatan warior sejati dan pengendalian dalam hal kecepatan dan elemen sudah dipelajarinya dengan baik. Sudah hampir 40 tahun usianya. Tak ada waktu yang digunakannya untuk bermain dan bersenang-senang dengan hal berbau dunia. Dia mengasingkan dirinya, menguatkan tekad dan kekuatan untuk menjadi penerus seperti Pemukul Halilintar.
Benar, Pemukul Halilintar adalah idolanya. Sama ketika dia melihat kekuatan Aji dan mengalahkan dirinya saat pelatihan di Dompai. Aji, yang mengaku murid dari saint Pemukul Halilintar bahkan bisa mengalahkannya. Artinya, dia selama ini belumlah apa-apa dalam kesungguhan berlatih. Maka, dia pun berlatih memusatkan segala kemampuan lainnya dan menyokong kemampuan energi internal.
Penyerapan alam melebihi batas fisiknya. Artefak Heart Dragon bekerja dengan baik dan sinkron dengan kekuatan internalnya. Kemampuan Aji dalam memurnikan Heart Dragon sangat sempurna. Saat penyerapan di latihan terakhir para Pasukan Langit. Jiro adalah satu-satunya yang paling diuntungkan di atas lainnya.
Itu semua karena kekuatan internal dan fisiknya sudah ditempa dengan panjang dan jauh melampaui para muridnya di Pasukan Langit. Penyerapan Heart Dragon pun terjadi saat itu, dan pejuang Jiro tidak melewatkan kesempatan emas itu. Dia menyerap semua energi Heart Dragon, dimana semua pendekar saat itu tak bisa menyerap lebih banyak dari pelatihan dan fisik mereka.
Semua yang tersisa dari artefak Heart Dragon diserap sepenuhnya oleh pejuang Jiro, karena Jiro sendiri memaksakan tubuhnya meningkat dengan memaksanya. Energi murni dari Heart Dragon bisa disimpannya terlebih dahulu dalam dirinya dengan segel energi. Dia akan menggunakan energi Heart Dragon pada saat yang tepat.
Dan, saat ini adalah saat paling tepat untuk pejuang Jiro. Saat pertarungan hidup dan mati dan serangan terakhir yang akan dilakukannya dengan musuh yang kuat. Sang Ksatria kegelapan, Tora dari pasukan Iblis Pemusnah.
Kekuatan energi dari pecahan Heart Dragon keluar dari segel di tubuh Jiro, saatnya penghabisan. Energi itu terkumpul di lengan kanan Jiro dan dia bersiap mengeluarkan kekuatan maksimalnya.
Tangan kanan Jiro seolah berpendar-pendar seperti cahaya dan panasnya matahari. Energi di kepalan tangan itu membuat beberapa orang melihatnya, baik itu dari kalangan para pendekar bela diri dan juga dari pasukan kegelapan. Mata mereka menjadi silau dan itu juga membuat Tora tersenyum.
Benar bahwa lawannya adalah orang yang tepat, ksatria tidak akan mundur. Tora semakin bersemangat, bersiap meledakkan kekuatan tertingginya.
Jiro memusatkan kekuatannya hanya pada lengan kanan, dia menyatukan semua fragmen kekuatannya dalam serangan terakhir ini. Dan, saat Tora meledakkan kekuatan terbesarnya dari kedua telapak tangannya yang mengeluarkan orb kegelapan dengan cahaya kebiruan. Pejuang Jiro juga menarik tangan kanannya yang mengepal dan melesat ke depan, dia terbang ke arah Tora.
HIAAAAA!
HIIIAAAAAA!
Keduanya mengeluarkan ledakan energi. Energi melesat dari Tora ke arah pejuang Jiro. Jiro juga demikian, kepalan tangan kanannya seperti cahaya matahari yang menyilaukan siapa saja yang memandangnya. Energi ledakan dari Tora disambut pukulan energi yang kuat dari pejuang Jiro. Dan, semuanya sekejap melihat pertemuan energi besar dari keduanya tersebut sehingga membuat pertempuran mereka seolah terjeda.
Bahkan, di sisi tengah para pasukan kegelapan. Lord Demon, Shura. Dia terpana dengan kekuatan mereka berdua yang beradu kekuatan, dan pertemuan energi besar mereka bahkan sampai menusuk kulit Lord Demon. Dia merasakan tekanan, seorang Lord Demon bahkan dibuat merinding bagaimana dengan pasukan lainnya?
Blaammm!
Cahaya memenuhi langit dan mata menjadi silau.