Pasukan Langit
Dimulainya Penghancuran
Energi ledakan dari tubuh Lord Demon berpendar-pendar. Pasukan bela diri yang berada di pinggir penghalang mencoba untuk memukul penghalang dengan kekuatan terkuat mereka. Namun, serangan mereka malah seperti dipantulkan. Mereka tak bisa keluar dari sana.
Kekuatan penghalang itu bahkan tidak bisa diserang dengan senjata maupun kekuatan sihir. Semuanya dipantulkan. Mereka pun terpaksa berbalik arah dan melihat dari kejauhan. Seseorang mengeluarkan energi kegelapan yang kuat. Dan dia adalah Lord Demon. Raja dari segala kegelapan dan orang yang paling ditakuti oleh semua orang.
Apa yang sedang dia rencanakan, dengan mengurung mereka semua dalam satu ruang. Apakah, Lord Demon mengira bahwa dia sangat kuat sehingga bisa membunuh semua pasukan bela diri? Seberapa kuat dia sehingga berani secara terbuka untuk menantang semua pasukan bela diri, dan berusaha untuk menghabisi mereka semua dalam tempat yang sudah dikurungnya ini.
Aji yang mengetahui bahwa akan ada serangan energi kegelapan dalam radius yang sangat luas. Dia memberi tahu semua orang dalam Pasukan Langit dan juga siapapun yang sudah terhubung dengan artefak komunikasinya. Aji menggunakan artefak komunikasi. Pergi sejauh-jauhnya dari Lord Demon. Dia akan meledakkan semua orang dan menjadikannya abu!
Gayatri sempat tidak percaya dan kaget. Dia sendiri melihat kekuatan yang meledak-ledak dari tubuh Lord Demon. Sepertinya, warna energi dari Lord Demon membara dan akan dilepaskan. Namun, soal pesan yang dikirimkan Aji bahwa Lord Demon akan memusnahkan semua orang yang ada di dalam penghalang yang dibuatnya. Gayatri masih belum percaya.
Namun, semua yang sudah dikatakan oleh Aji adalah kebenaran sejak mereka bertemu dan saling berbincang. Tidak ada keraguan dalam setiap ucapan dan kata-kata Aji. Jika dia mengatakan bahwa penghancuran dan pemusnahan semua orang di dalam lingkaran penghalang yang dibuat oleh Lord Demon. Maka, benar atau salah, Gayatri akan mempercayainya.
Dia tak peduli dengan ucapan dan tanggapan para pendekar yang lain. Dia pun menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengingatkan semua orang dari pasukan bela diri.
Di sisi Alicia. Saat dia mendapatkan informasi dari artefak komunikasi. Dia pun tak bisa lagi untuk tidak percaya pada Aji. Apa yang diucapkannya pasti adalah kebenaran karena ini berhubungan dengan nyawa banyak orang.
Alicia pun bertindak untuk menjauhkan para pasukan bela diri dari kekuatan ledakan yang akan dikeluarkan oleh Lord Demon.
Barsha pun demikian. Dia segera menghubungi semua komando yang ada dalam jajaran asosiasi bela diri dan juga para komandan dari pasukan pertahanan. Mereka semua diminta memberi komando isyarat cepat untuk menjauh sejauh mungkin, dari jangkauan serangan Lord Demon.
Semua mulai mendapatkan informasi yang sesuai dengan arahan. Pasukan Langit memberikan informasi kepada semua orang pasukan bela diri, untuk segera menjuh dari jangkauan Lord Demon. Kekuatan Lord Demon akan segera dilepaskan.
Pasukan kegelapan merasa mereka akan mendapatkan kemenangan. Para pasukan bela diri terlihat mundur semuanya. Mereka semua ketakutan dengan kekuatan dari Lord Demon, tuan mereka yang sangat kuat dan ditakuti oleh semua orang.
Lihat saja, pasukan bela diri yang sebelumnya sombong dan mendesak pasukan kegelapan. Kini seolah lari tak tentu arah dan mudur bagikan seorang pengecut yang ketakutan. Terang saja, mereka baru memahami sekarang bagaimana kekuatan dari Lord Demon. Maka, menyerah bagi pasukan bela diri adalah pilihan terbaik.
Itu semua adalah pikiran para pasukan kegelapan yang melihat pasukan bela diri mundur dengan cepat dan bahkan terbentur oleh dinding kuat yang memisahkan mereka dari dunia luar. Mereka semua ketakutan, maka dari itu. Mereka akan dihabisi hari ini juga oleh Lord Demon.
”Lari kemanapu kalian, tidak akan bisa keluar dari penutup energi dari kegelapan. Kalian semua ditakdirkan untuk manjadi budak-budak kami! Ha.. ha.. ha..,” teriak salah satu komando pasukan kegelapan. Dia merada di atas angin. Saatnya pasukan kegelapan memimpin semua daratan.
Sementara pasukan bela diri semakin mundur dan menempel pada penghalang. Mereka tetap saja tak bisa masuk.
”Gunakan portal!” teriak salah satu pendekar dari Pasukan Langit, dia adalah Alicia.
Alicia menggunakan kekuatan dari tangannya dan berusaha konsentrasi. Dia membentuk sebuah lingkaran dimensi portal. Dia sudah mempelajarinya dengan baik, maka portal pun muncul seinggi 3 meter. Alicia terus mempertahankannya.
Alicia dibantu mempertahankan kekuatan portal itu dibantu dengan Gayatri yang memberikan kekuatan yang bisa menstabilkan portal teleportasi tersebut.
Beberapa pendekar memasuki portal dan benar saja, mereka mulai keluar cukup jauh dari tempat itu. Tujuan portal sudah ditetapkan yaitu di dalam kota Prisma dan tepatnya di stasiun portal teleportasi di pusat kota.
Para pendekar yang berada di sekitar sana diminta oleh pejuang Jiro untuk memasuki portal. Saat masuk maka mereka bisa melewati penghalang yang dibuat oleh Lord Demon. Hal itu karena hukum ruang antara teleportasi dan penghalang dunia nyata itu berbeda. Jadi, portal yang dibentuk itu bisa digunakan untuk seseorang menembus penghalang kuat yang dibentuk oleh Lord Demon.
Mereka, pasukan bela diri berebut masuk ke portal yang dibentuk oleh Alicia dan Gayatri. Mereka semua dipandu oleh pejuang Jiro. Entah apa yang akan terjadi, belum pernah Jiro menemui Aji dengan wajah yang sangat ketakutan seperti itu. Biasanya, Aji selalu tenang dan kali ini sepertinya dia mengetahui sesuatu soal kekuatan yang akan dilepaskan oleh Lord Demon.
”Pejuang Jiro, secepatnya bawa semua orang dari pasukan bela diri untuk meninggalkan tempat ini! Apapun resiko dan caranya!” kata Aji pada Jiro saat keduanya bertemu. Wajahnya sangat panik, tidak seperti biasanya.
”Apa yang akan dilakukan Lord Demon pada semua orang, Aji?” tanya pejuang Jiro penasaran. Usia dari wajah memang pejuang Jiro seperti paman bagi Aji. Namun, soal wibawa, Jiro merasa sangat kalah dibanding wibawa seorang Aji.
”Dia akan menghancurkan dan memusnahkan semua orang yang ada di dalam perangkap ini, Jiro. Jika tak cepat, semuanya akan musnah!”
Aji kemudian melesat setelah mengatakan hal itu. Memusnahkan semua orang di dalam penghalang yang dibentuk oleh Lord Demon! Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Lord Demon sehingga bisa memusnahkan semua orang.
Apakah benar, dia akan memusnahkan semua pasukannya sendiri? Bukankah itu terkesan tidak mungkin bagi seorang yang memikirkan bahwa seorang pemimpin tidak mungkin mengorbankan pasukannya yang sudah setia berjuang untuknya. Tapi, jika Aji yang mengatakan demikian, maka Jiro pun tak bisa berkata apa-apa lagi.
Sepertinya, Aji sangat mengenal kekuatan dari Lord Demon dan mengetahui bahwa energi yang besar yang sedang dipersiapkan oleh Lord Demon adalah penghancuran total. Lalu, jika semua orang tidak pergi dengan cepat, maka apakah semuanya akan berakhir?
Jiro pun meminta pada semua pendekar bela diri untuk bergegas keluar dan melalui celah portal yang dibuat oleh Alicia dan Gayatri. Dia harus mengevakuasi semua pendekar sebisa mungkin dan sebanyak yang bisa dikeluarkan.
Sudah cukup banyak para pasukan bela diri yang keluar melalui portal dan keluar dari penghalang yang dibuat oleh Lord Demon. Lord Demon sendiri mulai memperhatikan adanya energi yang tercipta dari ruang teleportasi di sisi jauh dari pasukan bela diri.
Apakah mereka sudah mengetahui kalau dirinya akan meledakkan kekuatan dari Blood Supreme dan mereka bergegas lari dari lingkaran yang telah dibuatnya? Namun, bagaimana mereka bisa mengetahui hal itu?
Tidak mungkin! Jika mereka mengetahui soal kekuatan penghancur semesta yang dimilikinya. Maka, apakah mereka memiliki hubungan langsung dengannya? Jika memikirkan hal itu, maka Lord Demon hanya mengingat satu nama yang mungkin bisa jadi mengetahui banyak hal soal dirnya.
Laporan tentang pemuda kuat yang berada di Pasukan Langit, yang mengaku sebagai penerus dari Tiga Legenda dan belajar ilmu bela diri dari ketiganya. Jika itu benar, maka dia mungkin saja menjadi satu-satunya yang mengetahui soal kekuatannya. Hal itu bisa saja merusak semua rencananya.
Saat itu, Lord Demon tengah mengumpulkan kekuatan yang besar untuk menstimulasi kekuatannya dan bersatu dengan kekuatan Blood Supreme. Butuh waktu untuk membuat kekuatannya menyatu dengan baik demi membuat ledakan energi yang besar, dan menghancurkan semua orang disana dengan satu ledakan besar.
Ledakan besar yang merupakan energi meluap dan bisa menghancurkan sebuah areal dengan satu detik saja tanpa ada kesempatan untuk melarikan diri. Kekuatan seperti itu bisa menghancurkan sebuah kota dalam satu detik tanpa ada jeda. Kehancuran dalam satu kilatan cahaya yang bisa meluluhlantakkan radius 100 kilo meter dalam sekejap.
Namun, portal teleportasi yang terbentuk jauh disana telah menghancurkan rencananya. Bahkan dalam beberapa saat saja, para pasukan bela diri sudah keluar terus menerus dan sudah ratusan orang keluar dari portal itu dan pergi ke tujuan dimana portal teleportasi itu dibuat. Jika saja, Lord Demon terus melakukan rencananya, maka mungkin saja pasukan bela diri sudah keluar seluruhnya dari lingkaran penghalangnya.
Ini tak bisa dibiarkan!
Lord Demon menggagalkan serangan energi dari ledakan energi artefak Blood Supreme. Dia pun melayang di udara dan mempersiapkan kekuatan dari dirinya sana dengan dibantu kekuatan Blood Supreme.
Inti kekuatannya sama, tapi kali ini. Lord Demon hanya akan menghancurkan semua yang ada dalam lingkaran penghalangnya. Kekuatannya tentu juga berbeda, ledakan itu tidak akan bisa dalam waktu yang cepat seperti gambaran ledakan energi dari Blood Supreme yang sudah dipersiapkan.
Waktu yang terlalu lama membuat Lord Demon berubah pikiran. Kali ini, dia mengepalkan kedua tangannya. Untuk meledakkan energi yang tidak terlalu besar dan bisa langsung dikeluarkan. Meskipun efek ledakan itu akan lebih lambat.
Kegelapan energi yang sudah dikumpulkan Lord Demon menggulung di sekitarnya. Persiapan ledakan energi kegelapan dalam tubuh Lord Demon siap dilesatkan.
Booommm!
Teriakan Lord Demon yang memekakkan telinga diriingi dengan angin kegelapan yang menggulung dari tubuh Lord Demon dan menyebar secara perlahan. Tidak seperti harapan Lord Demon sebelaumnya. Ledakan yang diharapkan dalam satu detik sudah menghancurkan semua orang dalam radius 100 kilo meter, kini kecepatan penghancurannya hanya seperti angin yang bertiup.
Angin terus menggulung diselimuti energi kegelapan yang pekat. Siapapun yang terkena gulungan itu hancur seketika seperti debu yang terbang ditiup angin kencang. Bahkan, semua mata kaget dan terbelalak.
Kekuatan kegelapan yang menggulung dari Lord Demon, menggulung pasukannya sendiri dan menjadikannya abu. Mengetahui hal itu, pasukan Lord Demon sendiri baru menyadari bahwa pemimpin mereka ingin menghancurkan semua orang disana termasuk pasukannya sendiri. Semua begerak untuk menjauhi gulungan energi kegelapan yang semakin melebar dan terus melebar.
Pasukan kegelapan sendiri berlarian menyelamatkan diri dan berharap bisa mencapai penghalang dan menghancurkan penghalang tersebut.