Pasukan Langit
Pertarungan Akhir, Kekuatan Maksimal
Shura semakin bingung dengan dunia dimensi yang menjeratnya. Dia bahkan tak bisa pergi dari sana sama sekali. Dia mencoba mencari celah untuk melihat semua sisi di dunia itu. Namun, semuanya kosong dan dia tidak menemukan apapun, kecuali ada dua energi yang ada tetapi letaknya sangat jauh.
Energi dari dua sosok itu sangat kuat dirasakan oleh Shura. Seolah kedua energi itu adalah energi yang juga sangat dikenalnya.
”Apa kamu menemukan sesuatu di dunia ini, Shura?” tanya Aji. Aji menyadari kalau kekuatan kesadaran Shura sedang mengintai semua energi di dunia cermin ini. Aji mengetahui hal itu karena dunia ini sudah menjadi bagian darinya. Dia sudah terkurung di dunia cermin ini selama dua puluh tahun lamanya.
”Apa kamu yang menciptakan dunia ini, Bagas. Kamu ingin menjebak siapapun yang kamu inginkan ke dunia ini?” Shura masih penasaran.
”Aku tidak menciptakan dunia ini,” Aji menatap Shura, ”Aku bahkan terjebak di dunia ini selama dua puluh tahun lamanya. Aku terkurung setelah kamu mencoba membunuhku, dan dua rekanku Yonan dan Ganada dua puluh tahun yang lalu!”
Shura kaget mendengar penjelasan dari Aji. Artinya, ada dunia yang berbeda selain dunia nyata dan second world. Dia selama ini ternyata masih belum bisa menguak misteri tentang dunia ini dengan baik. Bahkan, soal dunia cermin ini sendiri dia baru mengetahuinya. Dan, Bagas sudah pernah terkunci disini selama dua puluh tahun.
”Satu hal lagi, Shura. Agar kamu mengetahui banyak hal. Dua pasukan dari Iblis Pemusnah, Jonas dan Marie ada disini. Mereka memilih untuk tinggal disini ketimbang menjadi pengikutmu dan bertarung melawan para pendekar.”
Shura benar-benar kaget, pantas saja jika keduanya meninggal. Maka, dia bisa merasakan energi mereka dan menyerapnya. Namun, dia memang sebelumnya hanya merasakan kalau energinya dengan kedua bawahannya itu terputus begitu saja.
Shura semakin marah. Dia mempersiapkan dirinya dengan kekuatan kegelapan lagi.
”Jadi kamu memang benar-benar pengganggu yang ingin merusak semua rencanaku, Bagas! Mulai sekarang. Hanya akan ada satu orang yang hidup dalam pertempuran ini. Aku atau kamu! Bersiaplah untuk mati!”
Bruush!
Tanpa banyak kata lagi, kekuatan Shura diperkuat dengan kekuatan Blood Supreme dan energi kegelapan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Black Shadow!
Sebuah pedang kegelapan muncul di tangan Shura dan dia melesat ke arah Aji. Aji paham bahwa kekuatan Shura sangat luar biasa. Penyerapan energi kegelapan sudah mencapati titik yang sangat tinggi. Ditambah, artefak Blood Supreme yang mengerikan itu sudah menyatu dengan tubuhnya.
Shura sepenuhnya sudah menjadi iblis itu sendiri karena jiwanya sudah dijual pada pada iblis. Dia sudah menjadi sosok yang tentu saja berbeda dengan sosok Shura kecil yang dia kenal. Dia sudah melalui banyak waktu dan menjadi pembunuh ribuan nyawa manusai untuk menguatkan energinya.
Kekuatan Iblis yang bersemayam di tubuhnya adalah akibat dari membunuh dan menyerap energi orang lain. Dengan demikian, Aji punya alasan penuh untuk menyelesaikan urusannya dengan Shura. Shura telah menjadi bencana bagi umat manusia, dia harus dihentikan sekarang juga atau di kemudian hari akan ada kesempatan baginya untuk kembali atau ada penerus dari kekuatannya itu.
Aji mengeluarkan senjata pedang energi dari tangannya. Pedang energi dan pedang Black Shadow bertabrakan.
Klang! Boomm!
Tekanan demi tekanan mereka lancarkan untuk membuat musuh terpukul. Kekuatan mereka mampu menghancurkan banyak bagian di dunia cermin tersebut. Suara gemuruh angin bertabrakan di sekitar mereka. Pertarungan tingkat dewa dan hanya dua orang, tidak ada yang mengganggu mereka sama sekali.
Mereka ingin membuktikan siapa yang terkuat setelah dulu sering adu kekuatan saat kecil. Mereka jadi teringat nostalgia itu, seolah-olah guru mereka, kakek Mahesa menyaksikan pertarungan dahsyat mereka saat ini.
Setelah menjalani hidup masing-masing. Sudah lebih dari tujuh puluh tahun sejak mereka menjadi murid dari kakek Mahesa. Kini, semakin matang usia mereka, pertarungan mereka semakin dahsyat. Dan bukan lagi untuk adu kekuatan biasa, namun mereka kini mempertaruhkan hidup dan mati dalam pertarungan terakhir ini.
Perbedaan pertarungan mereka juga sangat terlihat. Di satu sisi, Shura ingin membunuh Aji karena merupakan penghalang dari semua cita-cita dan harapannya. Semua telah digagalkan oleh Aji dari mulai rencana menguasai dunia dan menggagalkan setiap rencana yang telah disusunnya. Jika dia bisa membunuh Aji Bagaskara, ada kesempatan untuk keluar dari dunia cermin ini dan kembali ke dunia nyata untuk menjadi penguasa di sana.
Berbeda dengan Aji, dia ingin menghentikan Shura untuk selamanya. Dia ingin menjadikan dunia penuh dengan kedamaian tanpa adanya pasukan kegelapan. Jika dia bisa melakukan hal itu, maka Aji akan bisa meninggalkan dunia dan berkumpul bersama rekan-rekannya. Aji juga bisa memilih jalan hidupnya, apakah hendak hidup panjang kembali atau menghilangkan pengaruh dari air kehidupan yang sudah diminumnya.
Ledakan energi dan pertemuan pedang mereka terjadi di setiap sudut. Bahkan sekejap mereka berada di jarak puluhan mil, kemudian berbenturan kembali dengan jarak yang jauh kembali. Mereka merasakan energi lawan dengan merasakan energi mereka. Mereka sudah sangat hapal dengan energi musuhnya.
Kekuatan cahaya dengan kekuatan kegelapan. Mereka mewakili semua pendekar bela diri dan pendekar aliran kegelapan. Pertempuran dahsyat mereka, tidak ada yang mengetahui kecuali dua orang di dalam dimensi cermin yang merasakan pertarungan mereka dari jarak jauh. Mereka adalah Jonas dan Marie.
Semua ramalan yang sudah dilihat oleh Jonas benar-benar terjadi. Lord Demon yang menghilang dari tengah pertempuran akhirnya kini terkuak. Dia dimasukkan oleh Aji ke dalam dimensi cermin ini dan pertempuran mereka disini merupakan pertempuran yang tidak bisa dibayangkan oleh para pendekar di dunia nyata.
Jika keduanya bertarung di dunia utama, maka kehancuran dunia pasti sudah terjadi. Dan, itulah mengapa pemuda bernama Aji itu memilih untuk bertarung satu lawan satu dengan Shura di Dimensi Kaca.
Jonas dan Marie tidak berani mengganggu atau ikut campur dalam pertarungan mereka. Mereka hanyalah penonton. Kekuatan keduanya, bahkan jauh dari kemampuan Jonas dan Marie. Mereka hanya akan menjadi pengganggu dalam pertempuran tersebut.
Biarlah takdir mereka ditentukan oleh pertarungan mereka. Siapapun yang akan menang merupakan yang terbaik untuk mereka. Jonas dan Marie tidak akan ikut campur dan membiarkan takdir berjalan sebagaimana mestinya.
Hal itulah yang membuat Jonas meminta Marie untuk tidak ikut campur sama sekali. Apa yang sudah dilihatnya dalam gambaran masa depan semuanya sudah terjadi. Aji adalah sosok yang membuat banyak perubahan takdir di masa depan. Dia telah membuat pasukan kegelapan kehilangan kekuatannya sejak awal.
Terbunuhnya Lima Gerbang dan kegagalan semua rencana pasukan kegelapan adalah bagian dari rencananya.
Pertarungan mereka mampu menghancurkan sebuah benua dalam sekali serang saja. Mereka bertemu di puluhan mil dan bertemu kembali di titik yang lain. Kecepatan mereka sudah tidak bisa dilihat kecuali hanya ledakan dan ledakan yang terjadi. Di dunia cermin, setiap kerusakan akan kembali normal seperti semula.
Energi kegelapan kembali dilepaskan oleh Shura. Aji menghadang dan membalas serangan tersebut.
”Kamu telah mengalami banyak kemajuan Shura, sayangnya. Itu adalah kekuatan yang kamu ambil paksa dari para pendekar! Kamu telah membunuh mereka dan menjadikan dirimu berlumuran darah!”
Aji berteriak sambil mendorong dengan kekuatannya. Angin kuat dan tubuh yang diselimuti cahaya menghempaskan Shura hingga jauh.
Shura tidak terima dengan hal itu, apapun yang dilakukannya adalah untuk meningkatkan kekuatannya. Tidak peduli cara apa yang digunakan, semua itu tetap saja akan menjadi kekuatannya. Menjadi kuat, tidak peduli bagaimana caranya. Bahkan, menumbalkan gurunya sendiri sudah dianggapnya benar untuk saat ini.
Jika tidak bisa menjadi lebih kuat, seseorang akan selalu ditindas oleh yang kuat. Maka itu, untuk menciptakan dunia baru. Maka kita haruslah menjadi yang terkuat sehingga bisa menundukkan lainnya dan memerintah mereka.
Itu adalah hukum bagi kehidupan itu sendiri.
”Kalian para pendekar adalah manusia munafik! Kalian pura-pura tidak mau menggunakan cara kotor untuk mencapai kekuatan tertinggi. Sayangnya, kalian yang kuat selalu menindas yang lemah. Itu saja saja, kalian menghambat pendekar yang lain dan memilih menjadi kuat untuk mengendalikan yang lemah!” Shura kembali tidak menerima teori dari Aji.
Ledakan energi terjadi lagi. Mereka terus menyalurkan energi terkuat mereka. Setiap kali mereka terluka, regenerasi kekuatan dari Aji segera menyembuhkan tubuhnya yang terluka. Demikian juga dengan Shura, Blood Supreme memperkuat regenerasi luka yang diterima. Mereka lalu bertempur kembali dan tak peduli dengan apapun.
”Kamu selalu salah dalam menilai, Shura. Itulah yang menyebabkanmu menjadi egois dengan merasa dirimu paling benar dan tidak pernah mau menerima pendapat orang lain. Selamanya, kamu akan kesepian jika melakukan hal itu. Orang-orang yang kuat! Mereka bukan mengendalikan yang lemah, tapi mereka mencoba melindungi yang lemah!”
HIIIIAAAAA!
Tendangan, pukulan kuat terus bergantian. Ditambah pedang mereka seperti jutaan kilatan energi yang saling menghantam.
Keduanya terpental. Energi kegelapan kembali dimunculkan Shura. Ribuan kilat berwarna gelap mengikuti pergerakan Shura dan sambaran halilintar serta awan pekat menyerang Aji.
”Matilah di tanganku, Bagas! Dan jangan pernah mengganggu hidupku lagi!”
Teriakan Shura dan serangan kuat yang menyertainya menyerang Aji. Aji menggunakan kecepatan tertinggi dalam asasin. Dia menghindari setiap serangan kilat yang sangat cepat. Seolah tidak ada celah untuk menghindar. Namun, Aji tetap menghindarinya dengan kekuatan penuhnya. Mereka berharapan kembali.
Pedang bertemu, dan pukulan mereka pun bertemu.
Blaaammm!
Pertarungan yang tiada habisnya. Tujuan tiap orang untuk menjatuhkan lawannya. Mereka terus menggunakan dan menguras energinya. Kekuatan artefak langit Bloos Supreme terus digunakan, begitupun dengan Aji yang menggunakan kekuatan Soul Deep yang menyataukan energinya dengan energi alam tanpa batas.
Mereka habis-habisan dengan kekuatan maksimal mereka. Mereka tidak pernah menggunakan kekuatan terbesarnya dalam pertarungan mereka sebelumnya dimanapun mereka berada. Kali ini, dalam pertarungan akhir yang luar biasa dahsyat. Mereka mengeluarkan kekuatan maksimal mereka.
Bahkan, Jonas dan Marie harus berlindung dan bersembunyi karena dunia cermin itu hampir saja hancur di semua titiknya karena benturan energi dari mereka berdua.
Jonas dan Marie bahkan tak bisa menentukan akan berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah di antara mereka. Mereka benar-benar sedang fokus bertarung dan tak peduli apapun. Mereka hanya ingin menghancurkan apapun dan mengalahkan musuhnya. Sepertinya, mereka juga saling mengenal dengan baik.