Pasukan Langit
Mengaktifkan Heart Dragon
Zuuungggg!
Energi tipis menyelimuti kepalan tangan Aji. Dia menahan gejolak dalam dirinya, resonansi Soul Deep dalam dirinya seolah menyala. Artefak yang ada di ujung tombak, yang berdiri mengharap ke atas itu pastilah salah satu dari artefak Rahasia Langit.
Blood Supreme juga merupakan salah satu dari tiga Rahasia Langit, yang dimiliki oleh Lord Demon. Lalu..., kenapa artefak Heart Dragon bisa muncul di dalam tes ketiga Pasukan Langit? Aji pun menerka, apa yang sebenarnya hendak dicapai dengan menggunakan Heart Dragon.
Para peserta lainnya tidak menyadari akan hal itu, mereka masih terpesona dengan ruangan luas dengan rak senjata yang lengkap memenuhi seluruh ruangan. Jika tebakan Aji benar, maka ujian mental yang dimaksudkan oleh Nurin. Maka itu adalah ujian, untuk menghadapi ketakutan terbesar pada manusia yang terjerat dalam Heart Dragon.
Aji merasa harus memperingatkan semua peserta Pasukan Langit di depannya. Mereka semua terus maju dan terpukau melihat-lihat berbagai macam senjata unik di rak-rak yang mereka lewati. Mereka semua terus berjalan mendekati tombak yang tegak berdiri, di tengah ruangan tersebut.
”Semuanya, waspada!”
Aji berteriak, Gayatri dan beberapa orang pendekar menyadari suara lantang Aji. Mereka mulai menyadari dengan tingkah mereka yang melirik senjata-senjata di sekeliling mereka. Saat mereka mulai tersadar dari ketertarikan pada senjata-senjata itu, di dekat tombak yang menjulang ke atas itu. Muncul portal setinggi satu meter dan nyalanya sangat terang, sehingga semua mata para peserta Pasukan Langit langsung tertuju pada portal tersebut.
Letak bullet portal itu sekitar 5 meter, dari tombak yang diujungnya ada permata dengan dilingkupi ukiran itu.
Semua peserta Pasukan Langit bersiaga dengan apa yang terjadi pada portal di depan mereka. Satu sosok keluar dari portal dan disusul seseorang di belakangnya. Mereka adalah lelaki dan perempuan yang berdiri tegak.
Semuanya disana saling berpandangan, para peserta Pasukan Langit pun bersiaga. Siapa mereka? Kenapa muncul saat tes berlangsung, dan juga sepertinya mereka dari aliran kegelapan?
Semua mengangkat senjatanya.
Barsha menarik kedua belatinya, ”Siapa kalian!”
Jasum melirik para peserta Pasukan Langit, Mora di sebelahnya juga memberikan kode pada Jasum. Jasum pun maju ke depan dan dari kedua tangannya keluar energi cahaya gelap, dia memunculkan tombak dan langsung memegangnya dengan kedua tangan.
Jasum memutarnya, aura kegelapan terpancar dari gerakannya. Para peserta Pasukan Langit merasa bahwa mereka kedatangan tamu, bahkan ada yang berpikir bahwa itulah ujian ketiga mereka. Mereka harus menghadapi dua orang tersebut.
Jasum harus menahan para pendekar di depannya, sedangkan Mora akan mengambil artefak Heart Dragon dalam ujung tombak di dekat mereka. Mereka berdua juga kaget saat menunggu rekan mereka karena tidak muncul dalam portal. Bahkan, mereka kaget karena tiba-tiba saja, portal tempat mereka masuk menghilang.
Zlap! Apa yang terjadi? Apakah yang lain ketahuan?
***
Blaaarrrrr!
Serangan ketua Yarko membentur tanah, setelah Saga mengeluarkan dua pedangnya dan menangkis pedang Yarko. Saga menahannya dan menjatuhkan serangan Yarko ke tanah dan ledakan besar terjadi.
Junta dan Drisin mundur ke belakang.
Yarko kembali memutar pedangnya, dia mengibaskan pedangnya kepada Saga. Saga menangkis dan terus berusaha menangkis serangan Yarko, sebutan dewa pedang memang pantas disematkan untuk Yarko. Saga kesulitan menangkis setiap serangan dari Yarko, dan hanya bisa menahan beberapa saja, Saga terdesak mundur.
Para prajurit sadar dan segera maju menerjang dan menyerang Junta dan Drisin. Drisin menghindari serangan para prajurit, dan meliuk menghindari para prajurit. Para prajurit semakin deras menyerang, dari kanan dan kiri serta atas. Drisin seorang dark magician, dia juga prajurit pilihan dari Lord Demon, di bawah divisi langsung Denta yang merupakan salah satu dari Lima Gerbang.
Setelah menghindar dan melihat celah, Drisin menghempaskan beberapa prajurit hingga terpental dengan serangan energinya. Dia melesat dan memukul beberapa prajurit dengan cepat, hingga beberapa dari mereka terpental.
Di sisi lain, Junta menggunakan senjata kapak di punggungnya, dia menghempaskan tombak-tombak dari para prajurit dengan mudahnya. Junta mengalirkan energi melalui kapaknya dan menghempaskan kapaknya ke tanah, menciptakan serangan area sehingga tombak-tombak para prajurit patah dan beterbangan.
Para prajurit itu bukanlah lawan para pasukan khusus di bawah Denta itu. Ketua Gonan merasa sudah saatnya dia masuk ke dalam pertempuran. Dia mengayunkan kedua tangannya dan terbang menuju pertempuran.
Energi tipis dan seperti angin lembut bertiup mengelilingi kedua tangan Gonan, dia lalu meliuk dan mendekati pertempuran. Saat Junta hampir melukai para prajurit dengan kapaknya yang besar, Gonan masuk ke pertempuran dan membuat serangan Junta tertahan. Junta tak bisa menggerakkan kedua tangannya dan serangan kapaknya gagal.
Drisin mengetahui hal itu, dia melompat dan melakukan serangan energi yang berputar seperti angin topan mengarah kepada Gonan, untuk membantu rekannya tersebut.
Gonan menyadari hal itu dan menghalau serangan itu dengan sabetan tangan kirinya, serangan Drisin pun berbelok arah. Drisin juga seorang magician, namun dia menyadari dari serangan Gonan barusan. Bahwa sosok itu adalah sosok yang sudah mencapai ketinggian tertentu.
Drisin kembali berusaha mengumpulkan energi gelap dan mengelilinginya, tiga tombak hitam dengan asap hitam di sekelilingnya muncul. Tiga tombak besar itu mengarah ke Gonan dan berada di atas kepala Drisin. Serangan kuat dipersiapkan Drisin. Setidaknya, dia bisa membebaskan Junta dari kekangan energi Gonan.
Drisin mengeluarkan segenap kekuatannya, tombak energi hitam bergetar perlahan dan melesat dengan cepat. Ketiganya mengarah sangat cepat pada Gonan.
Di sisi lain, Saga hanya bisa menahan serangan Yarko. Pedang yang berisi energi besar menyerang bertubi-tubi. Saga menajamkan matanya, dia menangkis habis-habisan. 80 persen serangan dapat dihalau oleh Saga, namun 20 persen itu membuatnya terluka di beberapa tubuhnya karena percikan energi yang besar dari Yarko.
Yarko melompat ke atas, pedangnya di arahkan ke atas dan siap mengayun dengan energi yang besar.
Saga melihat hal itu, serangan itu pasti kuat. Dia mundur teratur dan semakin mundur untuk menjaga jarak.
Yarko menolak kakinya di udara, dan dia melesat dengan kekuatan yang sangat cepat bagaikan halilintar yang menyambar. Pedangnya yang dialiri energi seperti memercikkan energi halilintar.
”Thunder Slash!”
Saga kesulitan untuk menghindari serangan itu, itu adalah serangan yang super kuat. Dia melihat perbedaan kekuatannya dengan Yarko yang sangat jauh.
Saga kemudian membentuk pertahanan sekuat tenaga dengan kedua pedangnya. Barier energi tercipta, dan serangan Yarko melesat kearahnya. Belum mencapai Saga, serangan energi sudah dapat memecahkan barier pedang milik Saga.
Lima meter sebelum mencapai Saga, pertahanan barier Saga sudah retak. Saat mendekati Saga, pertahanan Saga pecah berantakan. Saga lalu menggunakan seluruh energinya menahan serangan Yarko.
BOOOOMMMM!
Meski sudah menggunakan semua kekuatannya, Saga terpental beberapa meter ke belakang. Dia mengalami luka dalam dan pedangnya terpelanting entah kemana.
Melihat para Ketua dapat mengatasi keadaan. Kakek Nurin merasa harus melakukan sesuatu. Dua orang sudah masuk ke dalam Dompai. Jika dibiarkan, para peserta akan bertarung habis-habisan di dalam Dompai dengan kedua pendekar aliran hitam tersebut.
Ini saatnya menunjukkan pada dunia bela diri, apakah para peserta Pasukan Langit akan mampu mencapai sebuah prestasi? Kakek Nurin mengangkat kedua tangannya ke samping, lalu menyatukan kedua tangannya di depan dadanya. Ada energi yang muncul memenuhi tubuh Kakek Nurin.
Dua detik kemudian, energi meledak dari diri Kakek Nurin. Sebuah sinyal terhubung dengan adanya sebuah aliran energi tipis yang terbang. Saatnya mengaktifkan Heart Dragon, Kakek Nurin yakin, bahwa para peserta Pasukan Langit akan menghadapi ujian yang baik dalam hal ini. Ini kesempatn mereka membuktikan apakah mereka layak untuk menjadi Pasukan Langit!
Kakek Nurin menghidupkan Heart Dragon, dia sendiri tidak bisa menggunakan kekuatan penuh untuk menyerap Heart Dragon. Dia hanya bisa mengaktifkan energi mental, yang membuat artefak itu menguatkan siapapun yang terkena area damage, atau pengaruh dari Heart Dragon.
Heart Dragon digunakan untuk tingkat pelatihan tertinggi dalam bela diri, melatih kekuatan mental untuk dapat menguasai kekuatan dalam dirinya sendiri.
Inilah saatnya para peserta memulai tes sebenarnya.
***
Jasum menangkis serangan cepat dari Barsha. Barsha sudah mengaktifkan kekuatan assassinnya. Kekuatannya yang cepat pun masih bisa ditahan dan ditangkis oleh Jasum. Tombak energi hitam milik Jasum menyatu dengan tubuh Jasum, sehingga serangan lawannya dapat ditangkisnya.
Jasum sendiri merupakan salah satu orang yang paling dipercaya Denta, kekuatan tempurnya jauh di atas rekan-rekannya yang lain.
”Fire Ball!”
Alicia membantu Barsha saat Barsha mundur, bola-bola api itu berjumlah banyak dan menyerang bertubi-tubi kearah Jasum. Jasum memutar tombaknya, dan dapat menghalau ledakan demi ledakan yang tercipta dari serangan jarak jauh Alicia.
Jasum tidak terkena apapun dari serangan itu. Lao juga langsung memborbardir Jasum dengan serangan jarak jauhnya, cakram berputar dan memenuhi langit ruangan itu. Semua cakram energi itu menyerang sekaligus dari semua sudut dan celah dan menyerang Jasum.
Saat melihat kondisi itu, Mora merasa bisa konsentrasi untuk mengambil artefak Heart Dragon. Saat semua teralihkan oleh pertempuran itu, Mora melesat dengan kecepatan tinggi dan bayangan hitamnya dengan cepat, mencapai tombak di mana artefak mutiara itu berada.
Satu meter sebelum tangan Mora mendekati tombak itu, Aji juga merangsek dengan cepatnya. Aji memukulkan serangannya pada tubuh Mora, hingga membuat Mora langsung berkelit menyamping untuk terhindar dari serangan Aji.
Mora merasa bahwa awalnya tak ada yang menyadari karena sibuk dengan pertarungan Jasum. Ternyata, masih ada yang memperhatikan gerakannya dengan seksama. Mora menatap Aji, dan Aji dengan tenang berdiri di dekat tombak tegak tersebut.
Kedua mata mereka saling berpandangan. Mora merasa pemuda itu terlihat tenang dan berbeda. Namun, itu hanyalah seorang bocah bukan?
Mora bersiap dan menerjang dengan senjata tajam yang keluar dari pergelangan tangannya, tiga senjata yang tajam siap mengarah ke Aji. Saat itulah, sinar berkilauan nampak dari mutiara di ujung tombak.
Cahaya berkilauan dan pecah, memendar memenuhi ruangan tersebut. Semua menghentikan serangannya, mereka terpesona dan silau dengan sinar yang meledak dari mutiara di ujung tombak.
Splash!
Ilusi Heart Dragon dilepaskan, mental dari semua orang sedang diuji.