Pasukan Langit
Transformasi Kegelapan
Nagada menyerang dengan pedang sihirnya kearah Mora. Mora menangkisnya dan menghindari dengan baik setiap serangan dari Nagada. Nagada memutar tubuhnya sambil memberikan efek serangan pada pedangnya. Mora kembali menangkisnya dengan pedang satunya.
Kekuatan Mora memang masih di bawah Jasum, tapi untuk mengalahkannya juga sangat berat. Nagada seperti melihat celah, dia memutar tendangan kakinya karena merasa Mora tengah menangkis pedangnya. Tendangan Nagada masuk ke pinggang Mora sebelah kiri, tapi perkiraannya salah. Mora sudah siaga.
Mora melesat dan menghindar sangat cepat dan sudah berada di belakang Nagada, Mora mampu menendang punggung Nagada dengan kuat.
Bug!
Nagada terpental maju cukup jauh hingga beberapa meter, Nagada sampai bergulingan di lantai.
Sanjo dan Yara menyerang dari sudut kanan dan kiri Mora, Nanji menyusul beserta Samuel. Keempatnya bekerjasama hingga membuat Mora harus menghindari semua serangan itu. Midan memberi serangan dari jarak jauh, dengan panah energinya saat Mora menghindari serangan yang lainnya. Mora merasa cukup kesal dengan serangan dari jarak jauh.
Mora pun menangkis sambil memberikan serangan pada Yara dan Nanji, saat ada celah. Dia melesat dengan cepat ke arah Midan yang selalu menyerang dengan panahnya. Mora ingin menjatuhkan penyerang jarak jauh agar lebih mudah mengalahkan yang lainnya.
Mora melesat ke arah Midan yang masih memegang panahnya. Namun, perkiraan Mora salah. Midan tidak hanya bisa menggunakan panah, dia mengambil pedang di sisi kirinya yang berada di barisan rak senjata. Dia mengambil pedang yang cukup panjang dan menahan serangan Mora dan menahan serangan pedang dari Mora itu.
Keduanya saling berbenturan energi dari pedang yang saling beradu. Midan berusaha sekuat tenaga, dia mulai kewalahan dan tenaganya mulai kendur ke belakang, sehingga dia harus mundur satu langkah. Kekuatan perempuan dari pasukan gelap bernama Mora itu cukup besar, hingga sulit ditahannya.
Dari sebelah kiri, sosok wanita kembali melesat dengan kedua belatinya. Itu adalah Barsha, dia mengarahkan kedua belatinya dengan energi besar dan menerjang ke arah Mora dengan cepat. Energi besar meluap dari tubuh Barsha dan sesaat sudah berada di samping kiri Mora, dan menyabetkan kedua belatinya sekaligus.
Mora yang mengetahui serangan itu cukup berbahaya, Dia kemudian menarik serangannya pada Midan dan mundur sambil melompat. Serangan Barsha mengenai tempat kosong, dengan begitu Midan dapat mundur dan selamat dari serangan Mora. Barsha langsung meliuk, memutar tubuhnya ke kanan dan kembali menyerang Mora.
Mora meladeni serangan demi serangan Barsha sekali lagi.
Saat Mora sibuk dalam pertarungannya dengan Barsha, Nagada sudah bangkit dan tidak terima dengan serangan wanita dari pasukan gelap itu. Dia langsung menerjang dengan pedangnya membantu Barsha.
”Kita harus bekerjasama mulai dari sekarang Barsha!” teriakan dari Nagada itu disetujui oleh Barsha. Lawan mereka hebat, lebih kuat dari mereka. Mau tidak mau, mereka harus mengakuinya. Maka dari itu, bekerjasama adalah jalan terbaik untuk memenangkan pertempuran tersebut.
Barsha dan Nagada menyerang dari sisi yang berlawanan dan dengan cepat mengarahkan senjata mereka pada Mora. Setiap melihat celah ketika Mora sibuk dengan salah satunya, maka salah satunya melancarkan serangan dari sisi yang lain dengan kekuatan penuh. Cukup ampuh! Mora kesulitan menghadapi dua kekuatan yang cukup besar itu.
Di samping kedua orang itu, Barsha dan Nagada yang menyerang Mora. Midan juga menyerang dengan serangan jarak jauhnya, dia menggunakan anak panah yang dilapisi energi pada anak panahnya. Midan adalah penyerang jarak jauh dengan kekuatan besar, ketepatan serangan juga sangat akurat.
Setiap ada celah yang tercipta dari serangan Barsha dan Nagada, Midan mengambil kesempatgan dengan baik dengan serangan kejutan yang cepat.
Serangan Midan bahkan mengenai Mora. Meskipun Mora masih sempat menahan serangan panahnya, tapi energinya yang kuat dapat meledakkan energi dan membuat Mora harus mundur beberapa langkah ke samping. Mora juga terkena luka di dalam dirinya.
Mora terlihat cukup marah dengan serangan bertubi-tubi itu, dia pun mundur satu langkah. Dia terlihat menutup mata sejenak, apakah dia menyerah?
Tidak!
Mata Mora tiba-tiba terbuka. Senyumnya menyeringai, asap hitam mengelilinginya dan seperti kabut gelap itu keluar dari setiap pori-pori kulit Mora. Sedetik kemudian, seperti ada perubahan pada tubuh Mora.
”Demon Transform!”
Suara Mora disertai gerakan membuka kedua tangannya ke samping. Tubuh Mora diselumuti asap hitam, dan saat itulah kegelapan portal penuh kegelapan memenuhi tubuh Mora dan meledak seperti ledakan asap hitam.
Kedua mata Mora seperti menyala dalam kegelapan, matanya seperti menyala merah. Kaki Mora keluar dari asap itu dan mulai terlihat, asap hitam juga mulai menghilang dan tinggal kegelapan tipis di sekujur tubuh Mora.
Sepasang tandung keluar dari pundak kanan dan kiri Mora, kulitnya nampak seperti bersisik cukup keras. Beberapa bagian di wajah Mora juga memiliki sisik cukup besar, di bagian kening dan kedua pipinya. Matanya juga berubah merah dan bulatannya seperti mata kucing yang tajam. Inilah transform kelompok kegelapan yang terkenal.
Saat seseorang pasukan kegelapan mencapai puncak kekuatan transform, maka kekuatannya bisa naik menjadi beberapa kali lipat.
Kini, semuanya menjadi siaga. Nagada dan Barsha menangguk dan mencoba menyerang dengan kekuatan mereka. Midan menjadi penyerang dari jarak jauh dan sudah siap memberikan dukungan. Nanji, Sanjo, Yara dan Samuel pun harus ikut membantu. Mereka pun menyerang dari semua sisi, enam orang menyerang Mora dari segala sisi. Dari kejauhan, Midan bersiap dengan panahnya.
Semuanya menyerang dan saat mendekati Mora, mereka kehilangan Mora. Seperti bayangan gelap dan asap hitam yang beterbangan mengelilingi mereka berenam. Mereka kesulitan mendapatkan tubuh asli dari bayangan-bayangan yang terus berputar dan meliuk. Midan merasakan dari jauh kalau kecepatan Mora menjadi beberapa kali lipat.
”Dari atas!”
Midan berteriak karena melihat Mora mengayunkan pedangnya dengan cepat, asap gelap mengikuti gerakan cepat Mora ke arah enam orang yang siaga di bawahnya.
Barsha sigap, dia mengerahkan kemampuan terbaiknya, ’Mungkin ini saatnya menunjukkan latihannya selama ini,’ begitu pikiran Barsha.
Barsha menghentakkan kakinya ke tanah. Dia melompat cepat menghadang kekuatan Mora yang mengerikan dengan cepat itu.
Barsha mengaktifkan skill rahasianya yang selama ini diajarkan oleh gurunya, ”Role Speed!” seperti halilintar yang terbalik menyambar ke atas. Dia menghadang Mora dengan kecepatan penuh, dan ekor-ekor halilintar dan cahaya seperti tertinggal di belakang kecepatan Barsha.
Di sisi atas, Mora meninggalkan bekas-bekas asap kegelapan, dan dia berbenturan dengan cahaya kecepatan dari Barsha. Dua pedang dan dua belati bertemu dengan kekuatan dan kecepatan yang sangat tinggi.
Benturan terjadi, mereka berdua mundur ke sisi-sisi samping. Maju kembali dan berbenturan, seperti halilintar cahaya dan awan gelap bertemu dan bertemu di semua tempat, hanya benturan dan suara senjata yang terus berdenting bertemu.
Kekuatan dahsyat itu hanya bisa disaksikan dengan mata takjub oleh orang di sekitar sana. Semunya kagum, karena Barsha mampu mengimbangi kekuatan Mora yang sudah melakukan transform pada kekuatannya.