Pasukan Langit

Pilihlah Jalan Kalian Sendiri

Dinding yang meledak dari samping Dompai, membuat kakek Nurin langsung meloncat dan terbang di atap Dompai, diikuti ketua Yarko dan ketua Gonan. Mereka segera menuju ke arah gemuruh ledakan tersebut.

Satu hal yang dipikirkan oleh kakek Nurin, dia kehilangan koneksinya pada Heart Dragon. Tidak sembarangan orang bisa memegang dan mengambil alih Heart Dragon darinya. Jika tebakan kakek Nurin benar, maka artefak itu hancur dan musnah. Itulah kesimpulan dari kakek Nurin saat ini.

Kakek Nurin dan kedua ketua segera turun dari atas, tepat turun di dekat dinding yang hancur. Mereka segera turun, dan melihat para prajurit nampak bersiaga dan sudah menemukan semua peserta Pasukan Langit keluar. Mereka saling bahu-membahu menolong rekannya yang terluka, atau kelelahan.

Di depan dari semua peserta itu, ada; Nagada, Barsha dan Alicia. Aji di belakangnya, Aji sebelumnya meminta mereka untuk maju terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Kakek Nurin segera mendekati mereka, ”Kalian semua keluar sebelum waktu habis, tidak peduli kalian lewat jalan mana. Tapi, bagaimana kalian menghancurkan penghalang array tingkat 8 dan menghancurkan dinding ini?”

Kakek Nurin bertanya sambil melirik satu-persatu para peserta tes ketiga tersebut, terutama dia agak lama menatap Aji. Namun, Aji diam saja seperti biasa dan melihat yang lainnya.

”Kami menggunakan gabungan kekuatan untuk menghancurkan dinding Kakek Nurin,” itu suara Alicia. Dia adalah cucu dan kakak kandungnya, Yonan. Dengan penjelasan dari Alicia tersebut, tidak ada lagi yang harus dipertanyakan dan kakek Nurin pun harus mempercayainya.

”Baiklah, lalu di mana dua orang dari pasukan kegelapan sekarang?” kakek Nurin bertanya hal itu sambil melangkah melewati para peserta Pasukan Langit. Dia masuk melalui dinding yang hancur tersebut.

”Mereka semua di dalam Penasehat, kami melumpuhkan mereka dengan bekerjasama,” kali ini, Barsha yang menjawab pertanyaan kakek Nurin.

Kakek Nurin berbalik kembali sebelum masuk ke dalam Dompai, ”Kalian bekerjasama dan berhasil mengalahkan mereka?” kakek Nurin sedikit curiga.

”Benar kakek Nurin,” kali ini suara Nagada, dia adalah salah satu bangsawan di kota Orpris, dan mereka juga beberapa kali bertemu.

Kakek Nurin pun mengangguk, ”Baiklah, baiklah! Prajurit, masuk dan bersihkan areal di dalam Dompai!”

Para prajurit yang bersiaga di depan dinding itu segera melangkah dan bersiaga, mereka segera mengikuti kakek Nurin memasuki Dompai dan melewati para peserta Pasukan Langit. Kakek Nurin yang diikuti oleh para prajurit, sedangkan ketua Gonan dan ketua Yarko masih bersama para peserta Pasukan Langit.

Kakek Nurin mendekati sosok tubuh yang hangus dan tertelungkup menatap tanah. Kakek Nurin membalikkan tubuh itu, beliau menyentuh dan merasakan energi yang tersisa dari tubuh Jasum tersebut.

Sisa energi sudah tidak ada, Jasum sudah meninggal dunia. Ini adalah benturan kekuatan yang besar, kemampuan Jasum yang meninggal itu setidaknya adalah seorang pasukan gelap dengan kemampuan yang tinggi. Bisa jadi setingkat dengan ketua Gonan atau ketua Yarko. Bagaimana bisa, para peserta Pasukan Langit mengalahkannya?

Namun, jika mereka bekerjasama dengan baik, hal itu masih mungkin terjadi. Kakek Nurin masih menyisakan curiga, apakah memang membentuk Pasukan Langit adalah jalan yang benar. Jalan yang akan menjadi sejarah dalam membentengi pasukan kebenaran, untuk menumpas pasukan kegelapan, Lord Demon.

”Prajurit! Urus dua mayat ini dan bawa ke pusat penelitian!”

Para prajurit itu segera mematuhi perintah penasehat benua Orpris, mereka segera mengangkut dua tubuh dari pasukan kegelapan itu.

Kakek Nurin tersenyum, ”Sungguh menarik! Mungkin aku akan melihat keajaiban sekali lagi setelah puluhan tahun!”

***

Beberapa menit sebelum Aji menghancurkan dinding.

”Aku meminta kalian untuk kompak, bahwa mereka berdua dapat dikalahkan karena kerja sama kita, itu akan membuat Pasukan Langit akan diperhatikan oleh banyak pihak. Pasukan Langit akan mendapatkan perhatian dan pelatihan khusus. Kalian dipersiapkan untuk menghadapi pasukan kegelapan, Lord Demon! Kalian harus menjadi kuat!”

Aji mengatakan hal itu tanpa menoleh ke belakang, dia merasa para peserta Pasukan Langit akan memahami keterangannya dengan baik. Dan, itu adalah pilihan mereka.

Jika mereka memang ingin menegakkan kebenaran, dan menjadi tameng untuk menjaga perdamaian. Maka, mereka harus mengambil pilihannya sendiri.

Aji mengumpulkan kekuatannya dan maju menghantam dinding Dompai dengan kekuatannya, sambil menggunakan sihir yang masuk ke lengan kanannya itu. Dia memecahkan array tingkat 8 dan juga menghancurkan dinding sekaligus.

Duaarrrrrrr!

***

”Mari, kami antarkan kalian ke ruang penyembuhan,” ketua Yarko memberikan tawaran, dan meminta para peserta Pasukan Langit untuk mengikutinya.

Ketua Gonan dan ketua Yarko pun berjalan dan para peserta mengikuti mereka. Para Peserta menurut, Mereka semua seolah sedang tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Mereka seolah mengikuti perintah Aji tanpa protes sama sekali.

Aji telah menunjukkan pada mereka, kekuatan adalah segalanya. Mereka pun mulai penasaran pada sosok Aji yang tengah berjalan bersama mereka. Siapa sebenarnya sosok pemuda yang bahkan tak pernah dikenal sebelumnya tersebut?

Mereka sampai di balai pemulihan, masing-masing dari mereka disembuhkan oleh seorang mage healing tingkat tinggi yang dimiliki oleh Kota Prisma. Mereka diperiksa oleh masing-masing penyembuh, Aji diperiksa dan dinyatakan tak masalah hanya sedikit lelah. Beberapa yang mengalami luka cukup serius harus dirawat.

Aji masih berdiri di bawah pohon, sedangkan yang lain masih diobati dan dipulihkan. Seorang perempuan mendekati Aji dan dia menghadap menyamping pada Aji. Aji menyadarinya dan membiarkannya.

”Apa yang akan kau lakukan tentang Heart Dragon?” perempuan itu adalah Gayatri, ”Tidak apa-apa jika kamu tidak mengatakannya.”

Aji mendongakkan kepalanya sejenak ke langit, ”Aku akan menggunakannya untuk kalian jika waktunya sudah tepat. Kekuatannya sangat besar dan kalian belum siap untuk menerimanya. Kalian butuh persiapan dan kekuatan yang lebih besar.”

Penjelasan dari Aji itu seolah adalah sebuah kebenaran. Gayatri tak berani mengatakan apa-apa lagi. Dia memang merasa kalau Aji, adalah sosok misterius yang bahkan dirinya tak mampu memperkirakan seberapa besar kemampuan pemuda itu.

Siapakah sebenarnya Aji ini?

Gayatri tak bisa menebaknya sama sekali. Gayatri selama ini sudah berlatih sangat ketat dan tak punya waktu istirahat yang cukup. Dia dan kakaknya, Lao, terus berlatih dan berlatih untuk memperkuat kekuatan mereka, untuk dapat menumpas pasukan kegelapan.

Namun, saat melihat kekuatan dari Aji. Dia menyadari bahwa dunia itu sangat luas dan bahkan setelah pertempuran dengan anggota kegelapan itu. Dia menyadari banyak hal, mereka masih berada di bumi, dan banyak kekuatan langit yang mengisi kehidupan ini. Mereka belum cukup kuat dan masih butuh latihan berat dan lebih keras.

persoalan akan digunakannya Heart Dragon untuk menambah kekuatan mereka, entah kenapa Gayatri percaya begitu saja pada perkataan Aji. Dia pun memilih untuk diam soal keberadaan Heart Dragon, yang pasti dipertanyakan oleh kakek Nurin. Bahwa, artefak itu hancur bersamaan dengan pecahnya pertarungan mereka dengan pasukan kegelapan di dalam Dompai tersebut.

Hanya Aji dan Gayatri yang tahu kejadian menghilangnya artefak Heart Dragon itu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!