Pasukan Langit

Alicia dan Tekanan Pernikahan

Aji bersandar di atas bangunan tempat mereka menginap, dia memperhatikan sekeliling yang begitu senyap karena malam. Beberapa prajurit nampak mondar-mandir di banyak tempat, terutama gerbang kediaman Adante. Aji dapat memantau semua tempat dari atas tempatnya duduk bersandar.

Seseorang naik ke atas dengan meringankan tubuhnya, dia mendekati Aji. Itu adalah Nagada, dia melihat Aji di atas dan menyusulnya.

”Indah bukan dari sini?” Nagada masih berdiri di samping Aji.

Aji tidak bergeming, ”Kenapa kau belum tidur Nagada?”

Kebiasaan Aji memang seperti itu, malas basa-basi. Nagada mulai mengenal Aji dan memang dia selalu begitu.

”Tidak apa-apa, hanya ingin...” sejenak Nagada agak ragu hendak berkata, ”Terima kasih karena sudah menghancurkan artefak Heart Dragon, sehingga aku bisa lepas dari jeratan ilusi saat tes.”

Sambil mencoba keakraban, Nagada duduk di sebelah Aji dan saling menyamping menghadap sisi masing-masing.

”Bukannya kamu tahu kalau yang menghancurkan Heart Dragon adalah Gayatri.”

Seperti yang diketahui banyak orang, Gayatri yang sudah mengakui menghancurkan Heart Dragon dengan kekuatannya. Bahkan, kekuatannya mampu membuat penasehat Silvi mengakui kekuatannya.

”Feelingku mengatakan bahwa kamulah yang menghancurkan Heart Dragon, entah benar atau tidak. Namun, aku sudah melihat kekuatanmu saat menghancurkan dinding Dompai. Itu bukanlah kekuatan yang bisa aku jangkau. Itu lebih rasional jika kamu yang menghancurkan Heart Dragon.”

Aji melihat sekilas kearah Nagada, cukup meyakinkan perhitungannya, bahkan dia menebak dengan benar bahwa dirinyalah yang bertanggungjawab atas hancurnya Heart Dragon.

”Siapa raja Hanusan sekarang?” tanya Aji, dia memahami setiap orang di Pasukan Langit, Nagada berasal dari kerajaan Hanusan. Dia adalah seorang bangsawan di sana.

”Kerajaan masih kosong sampai sekarang, Ibuku mengisi kekosongan dan menunggu hingga seseorang layak menggantikan raja Samadi.”

”Apa yang terjadi pada raja Samadi?” Aji cukup terkejut, dia sudah lama tidak mendengar kabar apapun. Dua puluh tahun lalu, Samadi baru diangkat menjadi raja di kerajaan Hanusan.

”Apakah kamu mengenal ayahku, Aji?” Nagada merasa heran.

”Jadi..., kau adalah anak dari Samadi?”

”Iya, maksudku. Raja Samadi.”

Benar saja, tak pantas bagi seorang muda seperti Aji menyebut seorang raja dan lebih tua usianya dengan sebutan nama.

”Apa yang terjadi pada Raja Samadi?” Aji mulai menata kalimatnya.

Nagada menjelaskan tiga tahun lalu, ayahnya tiba-tiba sakit dan semua tabib dan pengobatan sudah didatangkan untuk mencoba menyembuhkannya. Hingga sekarang, ayahnya itu masih dalam pembaringan seperti tidak sadar. Tabib yang memeriksa bahkan tidak bisa mengidentifikasi apa sakit yang sedang dideritanya.

Sejak ayahnya sakit, Nagada juga menceritakan bahwa pamannya Toda ingin mengambil kesempatan dan menjadi raja. Namun, Ibu Nagada tidak menyetujui dan menunggu Nagada siap terlebih dahulu dan nanti akan ditentukan siapa raja selanjutnya. Apakah Toda, ataukah Nagada dan menunggu 4 tahun lagi sehingga Nagada menggenapkan usianya menjadi 25 tahun.

Setelah itu, para penasehat akan mempertimbangkan siapa yang pantas dan tentu saja melihat suara dari rakyat.

Aji sendiri mengenal dengan baik sosok Samadi, dia adalah salah satu pemuda yang memiliki semangat untuk menghadapi kekuatan Lord Demon. Saat perang pecah, 20 tahun yang lalu bahkan Samadi ingin ikut dengan tiga legenda, namun Yonan melarangnya dan memintanya untuk menjaga perbatasan jika mereka gagal.

”Suatu hari, aku ingin berkunjung. Aku pernah bertemu dengan ayahmu.”

Nagada pun mengiyakan hal itu dan menunggu kapan Aji bisa menyempatkan waktu.

Mereka pun berbicara tentang anggota Pasukan Langit yang lain, Nagada pun sebagian besar mengenal dengan baik para anggota Pasukan Langit yang lainnya. Dia sudah mendengar semua reputasi dari para anggota Pasukan Langit. Kecuali, Nagada terus terang kalau dia sama sekali tidak pernah mendengar soal Aji Bagaskara.

Aji pun hanya tersenyum soal itu, dan mengatakan bahwa dia memang baru keluar dari pengasingan lama dan menuntut ilmu lebih banyak di tempat terpencil.

Mereka pun membicarakan semua orang di satuan Pasukan Langit, untuk kisah Alicia, cukup menarik perhatian dari Aji.

Alicia, sosok cucu dari sahabat terbaiknya, Yonan.

”Alicia selalu membenci peguruan Bangau Emas.”

Pernyataan itu membuat Aji ingin mengetahui lebih banyak, bagaimana Alicia begitu membenci perguruan Bangau Emas tersebut. Nagada menceritakan, bahwa dirinya sudah berteman dengan Alicia sejak kecil.

Setelah perang besar yang membuat saint Yonan menghilang, selang beberapa  waktu, ayah dari Alicia ikut meninggal dunia. Kematian ayah Alicia itu sangat mendadak, dan itu membuat Alicia bersedih.

Keluarga Alicia ditimpa kemalangan sejak kakeknya dinyatakan hilang tersebut, apalagi sang Ayah juga meninggal. Alicia pun hidup bersama ibunya, mereka mengalami masa-masa sulit sehingga hutang keluarga mereka sudah menumpuk kepada perguruan Bangau Emas.

Di masa lalu, saat ayah Alicia masih hidup, mereka bekerjasama dengan Bangau Emas dalam hal pembuatan dan bisnis senjata serta artefak. Namun, terjadi kebangkrutan di bagian usaha pemasaran bagi keluarga Alicia, dan mereka menyimpan hutang pembelian yang besar pada Bangau Emas.

Sepeninggalnya ayah Alicia, Drakos yang menjadi ketua dari perguruan Bangau Emas secara resmi melamar Alicia untuk anaknya, Sengturi. Sengturi termasuk salah satu pemuda yang menguasai kemampuan seorang penyihir tingkat tinggi di usia muda.

Dia jenius yang bahkan sudah mencapai tingkat rank 9. Di usia 27 tahun, Sengturi menjadi salah satu pendekar yang menjadi perhatian bagi benua Orpris. Menerima lamaran dari Drakos untuk puteranya itu, membuat Alicia dan Ibunya bingung hendak menolaknya. Pertama karena hutang mereka dan kedua karena keluarga, dan perguruan Bangau Emas pernah ada kontrak pernikahan saat ayahnya masih hidup.

Tentu saja, sang Ayah tidak pernah memaksa puterinya, jika dia mau di bisa menerima dan jika tak mau dia bisa pula untuk menolaknya.

Sampai sekarang pun, Alicia masih ingin fokus menjadi seniman bela diri tingkat 9 dulu baru memikirkan untuk menikah. Kali ini, Alicia berada di perguruan Bangau Emas dan bahkan dia sebenarnya tidak menyukai sosok Sengturi tersebut. Namun, Alicia juga bingung hendak menolak lamaran tersebut mengingat keluarganya yang kini hancur.

Aji jadi berpikir, pahlawan seperti Yonan yang sudah menyelamatkan dunia dan mengorbankan nyawanya bahkan keluarganya terlunta-lunta. Apakah para pendekar tidak memahami, bahwa mereka selama ini merdeka karena pengorbanan dari Tiga Legenda?

”Alicia harus memikirkan takdir dan menentukan jalannya sendiri.”

”Kamu benar Aji. Semoga saja Alicia menemukan jalannya sendiri dengan baik di masa depan.”

Aji merasa harus cepat mencari bukti, hal ini juga untuk membebaskan jeratan yang menimpa Alicia karena dia adalah cucu dari sahabatnya. Pasti akan merasa bersalah bagi Aji, jika dia tak bisa membantu keturunan dari saint Yonan.

Kali ini, semua harus bisa dibuktikan. Perguruan Bangau Emas harus mendapatkan perhatian besar sebagai bukti, bahwa Mondu sudah masuk ke dalam semua lini pemerintahan dari seluruh benua. Jika dibiarkan, maka invasi dari Lord Demon dan pasukannya hanya tinggal menunggu waktu.

Lord Demon akan kembali sekali lagi, menguasai dunia dan menimbulkan huru-hara. Aji harus menghentikan mereka, dengam cara memahami langkah mereka dan menghentikan langkah-langkah tersebut.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!