Pasukan Langit

Perubahan Wujud Drakos

Energi gelap menuju pertempuran itu, serangan dari  Gultron. Gultron sendiri masih sedikit ragu, kenapa ledakan pertamanya tadi hilang. Kali ini, dia ingin mengetahui apakah yang terjadi dengan ledakan kedua yang dilancarkannya.

Ledakan itu membuat semua mata kembali melihatnya, mereka mengira bahha Gultron sudah kehilangan akal dan ingin menghancurkan semaunya. Tak peduli lawan dan kawan, semua ingin dimusnahkannya.

Kekuatan energi pekat itu semakin mendekat, para seniman bela diri dan pasukan kegelapan menyelimuti mereka sendiri dengan energi defensif. Energi semakin mendekat, dan entah kecepatan seperti apa. Ada sesosok yang muncul kembali, dan mungkin tidak ada yang menyadarinya seperti hanya seperti angin semata. Sosok itu menerjang kekuatan gelap yang dilemparkan Gultron.

Woossshhhhh!

Ledakan besar terjadi sebelum energi milik Gultron mengenai para seniman bela diri.

Blaaarrrr!

Kali ini, Gultron yakin seseorang sudah menghancurkan ledakan energinya seperti serangan pertamanya. Dan saat matanya melihat ledakan besar itu, sesosok bayangan menerjangnya dengan cepat. Sedangkan, ledakan di belakangnya cukup menyamarkan pandangannya.

Sosok itu sudah berada di depan Gultron, di belakang punggungnya ada semacam portal yang mengikuti sosok tersebut. Apa itu?

Karena ragu, dia terlambat melakukan perlawanan, dan sosok itu menerjangnya dengan cepat dan seolah udara terhirup begitu cepat. Gultron merasa bahwa raganya seperti tertarik oleh gelombang yang tidak bisa dia tolak. Itu adalah sedotan ruang hampa yang merupakan portal?

Syuuuunngggggg! Woooshh! Splaasssh!

Hilang dan lenyap. Tersisa ledakan besar karena benturan energi yang terjadi sebelumnya. Semua mata masih kaget dan tak menyangka ada ledakan yang besar di atas mereka. Mata mereka masih kesulitan menemukan apa yang terjadi.

Saat ledakan mulai reda dan pemandangan mulai terlihat. Di atas sana, tak ada apapun. Gultron hilang tanpa jejak.

***

Pasukan dari perguruan Bangau Emas seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka sudah mengakui diri berpihak pada pasukan Lord Demon. Namun, satu dari Lima Gerbang tiba-tiba melancarkan serangan dan menghilang. Apakah dia memang berniat menghancurkan Bangau Emas dengan membiarkan pertarungan ini?

Tidak mungkin! Masih ada senjata yang disembunyikan, jadi apa yang terjadi? Itu yang dipikirkan oleh Drakos dan Sengturi.

Kini, mereka harus menghadapi Pasukan Langit, bahkan ada ketua Gonan dan juga prajurit Jiro. Ini akan menjadi pertempuran yang sulit bagi mereka. Para murid perguruan Bangau Emas juga sudah dikerahkan yang jumlahnya ribuan.

Mereka masih punya peluang sebelum bantuan dari pendekar putih datang.

Sengturi masih berhadapan dengan Alicia yang kini seolah seperti benar-benar marah, dan mengeluarkan energi besarnya. Apakah selama ini, Alicia memang menyembunyikan kekuatannya. Padahal, dia masih di rank 8, tapi kenapa serasa sudah mencapai rank 9? Bahkan, ketika Sengturi sudah mengeluarkan soul transform-nya, dia masih seimbang melawan Alicia.

Serangan dari Alicia kini kembali gencar, sempat serangannya kendur saat terjadi ledakan besar tadi dan menghilangnya Gultron yang merupakn satu dari Lima Gerbang. Alicia sempat menghilang dan tiba-tiba kembali menyeruak keluar dan menyerangnya.

”Kita belum selesai Sengturi! Aku akan membuatmu menyusul ayahku dan kamu harus meminta maaf langsung padanya!” pedang dari Alicia terus menyemburkan panas cahaya, kesana dan kemari. Seolah ingin membuat Sengturi hangus dan hancur.

Sengturi menahan dengan pedang yang sudah diselimuti dengan energi gelapnya. Dia menghindar, menangkis dan mencoba mencari celah. Keduanya sibuk berkonsentrasi mencari celah.

Tendangan Sengturi mengarah ke perut kiri Alicia ketika melihat bagian bawah lengah. Alicia pun menghentakkan kakinya ke bawah dan dia terbang ke atas. Tendangan itu kosong. Alicia berputar di udara sambil menghempaskan pedang magic-nya kembali. Sangat kuat dan deras.

Sengturi turun ke bawah dan mensejajarkan pedangnya, menahan serangan Alicia. Benturan energi terjadi. Angin mendesau, tenaga gelap dan terang saling mendorong.

Kesempatan bagi Sengturi terlihat, dia mengangkat kedua kakinya penuh energi untuk menendang Alicia yang masih menyerangnya di udara.

Woooosshhh!

Duag!

Alicia juga menggunakan kedua kakinya untuk menahan energi tendangan kaki Sengturi, keduanya sama-sama terpental dan menciptakan jarak. Keduanya saling melihat dengan tajam dan berhambur menyerang kembali. Pertarungan masih imbang.

Di sisi pertarungan antara dua kekuatan besar. Itu adalah pejuang Jiro dan Drakos. Drakos sendiri merupakan senior di dunia bela diri, tapi kekuatan Jiro sudah melampaui seorang pemuda 30an tahun pada umumnya. Dia telah menempa tubuhnya dengan baik, bahkan jurus kekuatan tertinggi yang diberikan oleh Aji yang berasal dari kemampuan tertinggi Ganada juga belum dikeluarkannya.

Keduanya terlibat pertarungan, Jiro dapat mengimbangi dengan baik serangan dari Drakos. Dua pedang Drakos seperti memiliki kekuatan magis roh, yang memunculkan energi makhluk yang menyerang bersamaan kearah Jiro. Pedang pendek milik Jiro pun menghalau setiap serangan dua pedang itu dengan cekatan dan baik.

Serangan datang dari kanan, atas, bawah, dan kiri. Serangan cepat dari segala penjuru dilancarkan Drakos. Usianya yang kini sudah 50an tahun tidak membuatnya merasa lemah. Dia semakin kuat. Kilatan cahaya pertempuran mereka seolah memberi efek pada setiap seniman beladiri dari kalangan hitam dan putih di sekitar mereka.

Angin marah manampar-nampar, Jiro sudah bersiap sangat baik. Sebelumnya, dia baru menyadari bahwa inilah bukti apa yang dikatakan Aji. Saat Aji menyuruhnya meminta khusus senjata dari Bangau Emas oleh Dasatama. Dan saat sampai di perguruan Bangau Emas. Aji mengatakan bahwa bersiaplah untuk menghadapi pertempuran besar.

Ini benar! Bukti keterlibatan dari Bangau Emas sudah terlihat. Drakos yang merupakan salah satu senior paling dikagumi di kalangan pendekar putih. Kini harus dia hadapi.

Jiro memahami bahwa kekuatan dari Drakos juga sangat besar, bahkan dia disebut sebagai Pedang Dewa dari benua Orpris. Dia mengalahkan banyak penjahat dan dihormati, tapi kini saat mengetahui itu hanya kedok. Pastilah, dunia bela diri akan syok mendengar hal itu.

”Tidak perlu melamun, Pejuang Jiro! Kali ini, saat ajalmu terlepas!”

Benturan kuat saling menyerang antara Jiro dan Drakos itu, mereka saling menahan kekuatan. Pada saat itulah, Jiro merasa tubuhnya terdorong kuat ke belakang karena ledakan energi dari tubuh Drakos yang dahsyat!

”Demon Transfrom!”

Energi meledak dan angin kencang menabrak siapapun. Orang yang tak menyiapkan tubuhnya dengan energi defensif akan terpental karena energi besar itu.

Mata Drakos menyala merah, tubuhnya seolah membesar dan energi gelap keluar dari tubuhnya. Itu adalah kekuatan yang ditakuti oleh semua orang perguruan putih, tapi bagaimana Drakos bisa mengeluarkan dan menjadi pengikut Lord Demon sepenuhnya. Bukankah, orang yang menggunakan ilmu putih tidak bisa melakukan total Demon Transfrom!

Artinya....

Jiro menahan kekuatan angin yang menyebar. Dia bersiap pada pertempuran apapun yang akan terjadi.

”Benar pejuang Jiro! Rahasia itu adalah..., aku murid langsung dari Lord Demon!”

Angin semakin meledak-ledak. Tubuh Drakos menjelma dan ada sisik-sisik memenuhi tangan dan kakinya. Kegelapan menyelimutinya dengan pekat, dua tanduk melengkung muncu di kepala kanan dan kirinya. Cakar tangannya tumbuh panjang dan kakinya berubah seperti kaki burung yang penuh dengan sisik-sisik besar.

Dari punggung Drakos, muncul dua sayap besar dan penuh kegelapan. Itu adalah transformasi iblis yang jarang dilihat orang. Tingkatannya sudah melebihi tingkat Demon Transfrom pada umumnya.

”Kali ini, kau akan habis, pejuang Jiro!”

Banyak orang yang kaget dengan perubahan wujud Drakos. Para murid perguruan Bangau Emas bahkan tidak menyangka kalau Drakos, sang penasehat dari perguruan mereka adalah sosok yang merupakan murid langsung dari Lord Demon.

Perubahan itu mengejutkan semua orang.

Pejuang Jiro melihat ancaman besar itu, kekuatan itu sangat luar biasa. Dia pun bersiap menerjang lebih dulu, untuk melindungi para Pasukan Langit yang berada di sekitar mereka.

Wooosssshhh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!