Pengorbanan Cinta David
Dinding Pemisah
Saat David sudah sampai di kamarnya tiba-tiba ponselnya bergetar ada pesan yang masuk di sana membuat cowok itu langsung membukanya dan melihat siapa yang telah mengirim pesan malam-malam begini.
*Hamdan
"Dav tolong kirimin ulang dong pdf yang dikasih Pak Faisal!"
Membaca pesan itu David sudah menebak bahwa Hamdan sedang belajar malam ini, tidak ada kata lelah dalam belajar mengingat sebentar lagi akan UTS David jadi termotivasi untuk terus belajar.
Setelah selesai mandi David beranjak menuju lemarinya dan meraih kaos merah polos yang biasanya dia gunakan saat pergi ke club bersama teman-temannya di Eropa ada rasa penasaran akan apa yang ingin Papahnya katakan kepadanya nanti.
"Den David sudah ditunggu di ruang kerja Tuan Nathan," seru Bi Yuli yang datang menghampiri David yang masih berada di kamarnya.
Akhirnya David turun ke bawah menemui Papahnya, 'Apa Papah tahu ya kalau gue berpuasa hari ini?' gumamnya dalam hati, tanpa ngulur waktu lama David segera memasuki ruang kerja Papahnya itu yang tidak jauh dari ruang tengah tepatnya di pojok ruangan.
Tok, tok, tok
David mengetuk pintu ruangan itu sembari menatap sekelilingnya yang mana hari sudah larut malam sampai terdengar sahutan dari dalam sana yang menyuruhnya untuk masuk ke dalam.
"Pah, ada apa kok tumben mau ngomong sama David hanya empat mata lagi," ujar David dengan tatapan heran ke arah Nathan yang sedang berkutik dengan berkas-berkasnya.
"Sini duduk dulu!" kata Nathan tanpa menoleh laki-laki tua yang masih terlihat tampan dan gagah itu sedang pokus memeriksa berkas-berkas yang harus ditanda tanganinnya.
Ruangan kerja Nathan adalah ruangan kerja minimalis yang sangat cocok untuk digunakan bersama dengan tim, di dalamnya ada sebuah meja panjang yang diletakkan di bagian tengah dan ke dua sisinya bisa digunakan oleh seluruh anggota tim. Di bagian atas ada sebuah bingkai yang bisa digunakan sebagai pembatas area dengan posisi duduk yang berhadap-hadapan, seluruh anggota tim bisa berkomunikasi lebih mudah pada saat kerja terdapat bingkai besar yang bergambar lukisan tangan orang hebat dan ada patung perunggu yang terletak di rak serta ada sofa untuk santai juga di sana.
Saat David sedang memandangi seluruh ruangan kerja Papahnya sembari menunggu Papahnya selesai memeriksa berkasnya yang mungkin akan digunakan besok pagi.
"David, apa kamu betah tinggal di sini?" tanya Nathan sembari menutup map yang dipegangnya.
David tersetak kaget dan langsung memandang Papahnya, "Selama ini David masih merasa nyaman tinggal di sini namun entah untuk ke depannya David harap kita akan segera kembali ke Eropa," tukasnya.
Ya Nathan tahu bagaimana susahnya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru serta orang-orang baru sama halnya yang istrinya katakan kepadanya karena itulah dia ingin mendengar bagaimana respon anaknya.
"Gimana kuliahnya? Papah dapat saran dari sahabat kerjaan Papah jika di kampus universitas Indonesia ini pembelajarannya bagus dan sepertinya cocok buat kamu semoga kamu bisa beradaptasi yah dengan lingkungannya."
"Tapi kenapa Papah tidak membiarkan David kuliah di Eropa saja? Yang mayoritas mahasiswanya beragama khatolik juga, David merasa canggung saja di kampus yang sekarang," ungkap David dengan jujur.
"Karena jika kamu Papah tinggalkan di sana sendirian kamu akan merasa bebas dan pendidikan kamu bakal berantakan karena pergaulan kamu itu."
"Jangan salahkan David Pah, jika kehidupan David akan berubah drastis dari sebelumnya karena di sini David menemukan banyak pengetahuan baru dan teman baru yang begitu baik dengan David," ancam David dengan bahasa yang lembut dia khawatir jika dirinya akan terbawa oleh kedua sahabat Islamnnya.
"Okey jika kamu merasa nyaman di sini dan Papah harap kamu bisa beradaptasi dengan lingkungan di Jakarta, kamu sudah tahu besok puasa Paskah?" Nathan mengingatkan takut jika anaknya itu lupa akan hari itu.
'Ya ampun gue hampir saja lupa berarti gue puasa lagi dong ya besok,' gerutunya dalam hati dia lupa bahwa besok dia harus ikut berpuasa juga sebagaimana yang telah diperintahkan dan kebiasaan yang keluarganya lakukan.
"Jangan bilang kamu lupa David?" ujar Nathan melihat raut wajah anaknya yang terlihat kaget.
Mendengar ucapan Papahnya membuat David hanya menyengir menampilkan gigi putih ratanya hal itu membuat Nathan menggelengkan kepalanya.
Akhirnya Nathan memberikan beberapa nasehat tentang puasa Paskah beserta dalil akan perintah puasa tersebut, dengan pokus David mendengarkan semuanyanya seraya menganggukan kepalanya.
Tradisi puasa sebelum Hari Paskah wajib dilakukan oleh semua umat Katolik yang genap berusia 18 hingga awal 60 tahun. Sedangkan berpantang wajib dilangsungkan oleh umat berusia 14 tahun ke atas.
Umat Katolik tengah mempersiapkan Pra-Paskah yang diawali dengan perayaan rabu abu. Persiapan pra-paskah ini untuk menyambut perayaan hari wafatnya Yesus Kristus atau hari raya paskah yang jatuh pada jumat 10 April 2020 mendatang. Perlu diketahui, sebelum memperingati hari meninggalnya Isa Almasih, umat Katolik wajib menjalani masa pra-paskah.
Hal ini dituangkan dalam Injil Matius
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapakmu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapakmu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Kita sebagai umat-Nya dianjurkan untuk melaksanakan puasa tersebut tetapi ada yang bilang juga itu tidak wajib namun Papah sebagai kepala keluarga akan menyuruh anak-anak Papah untuk ikut berpuasa sekalian nanti kita akan pergi ke Gereja," tutur Nathan dengan tegas.
"Baik Pah, thanks untuk pengetahuannya David akan terus memperlajari semuanya hingga hafal." Ya David berjanji untuk itu dia ingin menjadi seseorang yang berpengatahuan luas serta bermanfaat bagi semua orang.
Nathan tersenyum mendengar perkataan anak bungsunya itu lalu menyuruh David untuk segera kembali ke kamarnya dan beristirahat, akhirnya David keluar dari ruangan kerja Papahnya dengan pikiran yang entah ke mana.
Jujur saja David tertarik dengan budaya Islam apalagi setelah mendengar lantunan ayat suci al-quran di masjid dan beberapa kegiatan yang dilakukan mereka, ada rasa ingin bertanya kepada ke dua orangtuanya akan kenapa dia tidak bisa ikut berpuasa sama seperti Hamdan dan Alex lakukan begitu pun dengan mereka, yang akhirnya kini terjawab bahwa dirinya dan teman-temannya itu memiliki perbedaan keyakinan.
Saat ingin pergi ke kamar David kembali mendengar suara itu ya itu suara yang sama seperti yang dia dengar di majid ketika itu, tetapi ini adalah suara yang indah dan tanpa seizinnya suara itu membuat David terbuai oleh suara indah itu.
"Sepertinya suara itu berasal dari rumah Dinda deh," pekik David saat menemukan sumber suara yang memberikan sengatan kepada dirinya, ya hatinya merasa bergetar dengan kencang setiap kali dia mendengar suara itu.
David pun memutuskan untuk berdiam diri di ruang tengah sembari mendengar suara itu, yang membuatnya penasaran surat apa yang dibacanya kenapa terdengar berbeda dengan yang dia dengar di masjid tadi.
David dan Dinda memiliki perbedaan yang begitu rumit, menyadari akan perbedaan agama membuat David dilanda kegelisahan apa yang harus dia lakukan separuh hatinya sudah tertarik dengan budaya Islam dan sosok wanita yang dia cintai.
Saking penasarannya akhirnya dia menelpon Hamdan yang langsung terhubung oleh ponsel temannya itu yang sepertinya belum tidur.
"Hallo Dav, ada apa kok nelpon malam-malam?" tanya Hamdan yang terdengar serak.
David membenarkan duduknya, "Dan sorry gue nelpon lo malam-malam soalnya gue mau nanya sesuatu ini penting banget soalnya tapi suara gue sengaja kecil ya gue takut ganggu Nyokap dan Bokap gue."
"Okey okey katakan apa yang ingin kau tanyakan!" Hamdan tahu sedikit tentang David yang jika sedang penasaran pasti cowok itu langsung mencaritahunya ya mungkin jika dia tidak menjawab pertanyaan David akan membuat cowok itu tidak tidur nyenyak.
"Dan gue dengar suara seseorang membaca alquran yang pernah lo katakan, dan lo tahu?lhati gue bergetar begitu pun jantung gue yang berdebar sangat kencang, suara ini sangat indah terdengar di telinga gue, apa gue boleh belajar membacanya?" ungkap David dalam keadaan sadar.