Pengorbanan Cinta David

Alhamdulillah, Selamat David

"Asyhaduan Laa Ilaaha ill Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah." Arti kalimat syahadat: Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

 

Secara sederhananya, arti syahadat adalah kesaksian dan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Dalam arti syahadat ini, ada pemaknaan yang perlu diketahui umat Islam.

 

***

 

Hari ini David mendatangi seorang alim ulama atau orang yang memiliki pengetahuan lebih tentang agama islam, atas dukungan dari ke dua temannya itu hari ini David akan mengucapkan kalimat syahadat sebagai mana dia telah mempercayai Allah SAW.

 

"Nak David Nathantion ya namanya?" seru ustad Abdullah seraya memandang wajah David.

 

David menganggukan kepalanya membenarkan, "Iya benar ustad saya David dan Nathan adalah nama Papah saya," terangnya.

 

Lalu Ustad Abdullah pun memberikan David pertanyaan-pertanyaan sebelumnya mendengar kesaksian David, "Apa yang membuat kamu ingin masuk islam Nak David, apakah semena-semena karena wanita, atau ada paksaan mungkin dari seseorang atau karena ketetapan hati Nak David?"

 

Saat ini Hamdan dan Alex hadir kembali menemani David ke rumah ustad Abdullah yang memang guru mengaji mereka di masjid, sebelum mereka membawa David bertemu dengan ustad Abdullah Hamdan dan Alex sempat menceritakannya terlebih dahulu kepada beliau bagaimana David dan dari mana asalnya serta tujuan David ingin belajar mengaji.

 

"Bismillah ustad semua ini atas keinginan hati saya sendiri yang terketuk ingin belajar mengaji serta masuk islam, jika boleh saya berkata jujur ustad sebelumnya saya berniat untuk masuk islam itu karena Dinda wanita yang saya cintai pada saat dia menyebutkan kreteria laki-laki idamannya yang tentu saja tidak ada di saya itu membuat hati saya terluka Pak ustad, tetapi saat saya memahami arti cinta yang sesungguhnya membuat saya berpikir lagi untuk apa saya memaksakan diri untuk menjadi lebih baik karena wanita, bukankah jika Allah tidak menakdirkan kita untuk bersama tetap saja tidak mungkin bisa bersatu, begitulah sedikit yang saya pahami mengenai ajaran islam," ungkap David dengan terus terang wajahnya nampak nelangsa nada bicarapun terdengar lirih banyak penyelasan yang dia rasakan.

 

Ke dua temannya David pun tersenyum mendengar ungkapan hati cowok itu yang mana belum pernah diceritakan oleh David baik kepada Hamdan maupun Alex.

 

Begitu pun dengan ustad Abdullah sendiri yang mengulas senyuman pada wajahnya, "Alhamdulillah kalau begitu berarti alasan Nak David ingin memeluk agama islam karena semata-mata ingin mencari keridhoan Allah serta ingin lebih mengenal-Nya."

 

"Iya Pak ustad, semoga Allah menerima saya sebagai hambanya," tukas David sembari menundukan pandangannya dalam dia masih mengingat perbuatannya dulu ketika tinggal di Eropa bagaimana dia bergaul bagaimana dia patuh dengan Tuhannya sendiri saat itu hanya karena paksaan dari kedua orangtuanya yang terkadang dia langgar.

 

"Allah itu maha pengampun maha pemaaf sebesar apapun kesalahan kita jika kita meminta ampun kepada-Nya pasti akan Allah ampuni apalagi kita melakukan amal sholeh seperti menolong orang yang sedang kesusahan memberi makan anak yatim piatu, sungguh maha besar kuasanya jadi jangan merasa kalau Allah tidak akan menerima kamu sebagai hamba-Nya atas dasar perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan di masa lalu, baiklah kalau begitu mari kita mulai acaranya namun sebelumnya Nak Hamdan dan Nak Alex tolong bantu Nak David untuk berwudhu terlebih dahulu," ujar ustad Abdullah dengan lemah lembut pembicaraannya yang santai membuat orang suka dan mudah mengerti.

 

Seketika Alex melirik ke arah Hamdan yang duduk di sampingnya lalu menganggukan kepalanya, "Baik ustad," katanya kepada ustad Abdullah.

 

"Mari Dav kita ke kamar mandi!" seru Hamdan bangkit dari duduknya, dia tersenyum seraya merangkul bahu temannya itu dengan senang.

 

Dengan segera David bangun dari duduknya mengikuti ke dua temannya itu, ketika di kamar mandi Hamdan langsung menuntun David untuk berwudhu sedangkan Alex dia membantu untuk membacakan niat-niatnya.

 

David membasuh bagian-bagian yang dikatakan oleh Hamdan dengan pokus dia terharu menyadari dirinya sudah sejauh ini melangkah air matanya jauh waktu dia membasuh wajahnya mendengar ayat-ayat yang dibacakan oleh Alex untuknya hingga dia membasuh ke dua kakinya.

 

"Dav ikutin apa yang gue katakan okey!" seru Alex seraya mengangkat ke dua telapak tangannya ke atas setelah David menyelesaikan wudhunya.

 

"Okey," sahut David sembari menganggukan kepalanya mengikuti apa yang Alex katakan kepadanya, "Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummajalnii minat tawwaabiina wajalnii minal mutathohhiriina, wajalnii min ibadikash shaalihiin."

 

Dengan saksama Hamdan memperhatikan David yang telah selesai berwudhu hingga cowok itu melantunkan doa setelah berwudhu, "Alhamdulillah akhirnya selesai juga Dav," katanya dengan senang.

 

"Ya sudah yuk kita kembali bertemu dengan ustad Abdullah!" Alex mengajak ke dua temannya untuk segera kembali takut Gurunya itu sudah lama menunggu.

 

Akhirnya mereka kembali berjalan menemui ustad Abdullah, yang mana akan dimulainya acara kesaksian David masuk islam yang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang yang pastinya mendukung niat David dalam memeluk agama islam.

 

Di tempat semula yang mereka duduki kini sudah tersedia al-quran di atas lekar tempat al-quran di taruh, tiba-tiba hati David bergetar melihatnya jantungnya terus berdebar-debar seiring dia berjalan menghampiri al-quran tersebut sebelumnya Hamdan juga sudah memberikan David peci sebagai hadiah dan untuk digunakan ketika David mengucap syahadat nantinya.

 

"Baiklah Nak David tolong ulurkan tangannya!" pinta ustad Abdullah kepada David untuk menjabat tangannya, "Tolong ikuti apa yang saya katakan ya Nak David," lanjutnya lagi.

 

Saat itu juga Hamdan dan Alex merasa deg-degan jantungnya berdebar sangat kencang pertemanan mereka alhamdulillah sudah berjalan hampir 1 tahun mereka menjalani perbedaan keyakinan selama ini akhirnya kini mereka akan memiliki saudara yang seiman seislam dengannya. Hamdan terus bersyukur kepada Allah SAW yang telah mengabulkan doa-doanya selama ini.

 

"Asyhaduan Laa Ilaaha ill Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah," ujar David dengan tegas mengikuti apa yang dikatakan oleh ustad Abdullah, mulutnya dengan lancar mengucapkan kalimat syahadat.

 

"Alhamdulillah." Semuanya mengucapkan syukur atas bertambahnya saudara seiman dan seislamnya yang mana insya Allah akan banyak juga yang melakukan amal sholeh serta mengajak orang-orang untuk berbuat kebaikan dan memeluk agama yang diridhoi Allah SAW.

 

Kemudian ustad Abdullah menjelaskan kepada David tentang keutamaan-keutamaan serta arti dalam mengucapkan kalimat syahadat yang menjadi bagian dari rukun islam yang pertama sebelum salat, zakat, puasa dan haji.

 

"Secara sederhananya, arti syahadat adalah kesaksian dan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Dalam arti syahadat ini, ada pemaknaan yang perlu diketahui umat Islam. Syahadat adalah kalimat tauhid yang menjadi pondasi pertama seseorang menjadi Muslim. Ikrar syahadat membuat seorang muslim bersedia menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sekadar pengucapan, bersyahadat membuat seseorang harus melakukan kesaksian dan pengakuan tersebut dengan perbuatan yang nyata. Berdasarkan arti syahadat maka, beribadah kepada Allah SWT, menjauhi larangannya, dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW perlu dilakukan," jelasnya panjang kali lebar.

 

Baik David, Hamdan dan Alex mendengar ceramah ustad Abdullah dengan serius. David begitu serius mendengarkannya sampai dia mengerti apa yang dijelaskan oleh ustad Abdullah kini.

 

Makna kata Muhammad, Rasulullah menuntut kesediaan menjadikan Rasullullah sebagai teladan, sehingga bernilai disisi Allah. Kalimat ini menjadikan seorang muslim memiliki rasa cinta, ridho dengan segala yang dicontohkan dari segi amal, perkataan dan semua tingkah laku beliau.

 

"Alhamdulillah akhirnya Nak David bisa menemukan jati dirinya sendiri tanpa harus mengikuti pilihan kedua orangtua maupun keluarga, meski berbeda keyakinan Nak David harus selalu patuh dengan kedua orangtuanya ya karena bagaimanapun mereka adalah orangtua nak David yang sudah merawat serta membesarkan nak David hingga kini," ujar ustad Abdullah memberikan nasehat kepada David.

 

"Iya Ustad, bagaimanapun perlakuan mereka kepada saya saat ini mereka akan tetap menjadi kedua orangtua yang saya sayangi," seru David sambil tersenyum wajahnya begitu tampan memakai peci pemberian Hamdan.

 

"Dan sekarang nak David sudah masuk agama Islam jadi harus menaati peraturan-Nya jangan pernah capek buat terus belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan agama ya, ada nak Hamdan dan Alex yang akan membantu nak David juga nantinya jadi gak usah malu kalau mau belajar."

 

"Makasih pak ustad, saya bahagia banget karena udah dibantu semoga pak ustad mendapatkan berkah dan pahala dari Allah SWT aamiin," ujar David dari perkataannya dia terlihat begitu sungguh-sungguh ingin mengenal Islam sampai perkataan Haris sang pemateri seminar pun diingat oleh cowok itu.

 

Lama mengobrol panjang dengan ustad Abdullah, Hamdan dan yang lainnya pun memutuskan untuk pamit pulang karena ustad Abdullah harus pergi ada urusan penting.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!