Pesona Suamiku yang Tidak Pernah Memilihku

Persekongkolan

"Belum apa?" ucap Winda menoleh ke arah Bakar.

"Belum valid, Nyah," jawabnya sambil duduk rebahan di sofa panjang. Dia terlihat lelah.

Winda masih menutup mulutnya dengan kedua tangan. Tatapannya kosong, hatinya tercekat mendengar nama Danisha dari putranya sendiri.

“Jadi benar … semua ini ulah dia?” suaranya pecah.

Wafa menghela napas panjang. “Aku belum bisa pastikan, Ma. Tapi semua tanda mengarah ke sana.”

“Kenapa harus Danisha?” Winda menggeleng, kecewa. “Dia bukan orang asing di mata kita.”

“Karena Elan,” jawab Wafa datar. “Mereka dulu dekat, bukan? Danisha kenal baik dengannya. Sekretarisku, Anggita—teman akrab Danisha. Semua saling berkaitan.”

Bakar yang duduk di tepi sofa menyela. “Jangan lupa ekspresi Pak Hasan, Bos. Kata-katanya, pesan beliau semalam. Dia jelas tahu sesuatu soal Nadia. Tapi milih bungkam.”

Winda menoleh tajam. “Hasan? Maksudmu ayahnya Qale?”

Bakar mengangguk. “Betul, Nyah. Kalau diperhatiin, matanya nggak bisa bohong. Saya rasa dia tahu lebih dari yang kita kira.”

Wafa menepuk roda kursinya, menimbang kata-kata mereka. “Aku juga lihat sendiri. Bapak ketakutan begitu melihat Nadia di toko. Itu bukan reaksi biasa.”

“Lalu apa hubungan mereka?” Winda berbisik, nadanya penuh keresahan.

“Bisa jadi,” Bakar melanjutkan, “Apakah Nadia memang kenal Lea. Hasan mungkin tahu niatan Lea, tapi nggak berani buka mulut.”

Wafa menunduk, mengingat kembali detail yang ia simpan. “Elan juga tahu soal kasus Lea dan Qale. Dia meliput saat persidangan. Artinya, semua potongan ini bisa terhubung. Elan—Danisha—Anggita—Nadia—Lea.”

Semua terdiam. Suasana ruang perawatan Qale seketika tegang.

“Aku ke penjara tadi bukan tanpa alasan,” Wafa berkata pelan tapi mantap. “Aku ingin memastikan pada Lea. Tapi dia menolak. Jadi aku harus napak tilas ingatanku sendiri … dan ingatan Sya.”

“Ingatan soal apa, Fa?” tanya Winda pelan.

Wafa menarik napas dalam. “Saat jenguk Lea, ada seorang gadis yang menabrak Sya. Aku yakin itu bukan kebetulan. Wajahnya samar … tapi kalau kupancing, Sya mungkin bisa lebih jelas mengingat.”

Winda menatap putranya lekat-lekat. Lalu, ia menyimpulkan perlahan. “Kalau begitu … Elan ingin balas dendam. Danisha ingin kembali padamu setelah ibunya tahu soal pernikahan rahasiamu. Elan menghubungi Danisha. Danisha meminta tolong Anggita. Lalu Nadia masuk … menjadi suruhan Elan?”

Ucapan itu membuat ruangan hening. Wafa juga memikirkan hal yang sama. Elan tahu kebutuhan Qale di toko. Mungkin dia dendam padanya soal pemecatan itu. 

Bakar merapatkan jaketnya, merinding sendiri. “Kalau benar begitu, maka semua potongan puzzle udah jelas. Tapi masih ada satu pertanyaan, Nyah, Bos … kenapa Pak Hasan sampai segitu takutnya?”

“Ya … dan apa hubungan Nadia dengan Lea?” tambah Winda.

“Dan jangan lupa,” Wafa menegaskan, “Elan tahu semuanya. Tentang Qale, tentang Lea. Dia tahu betul titik terlemahku.”

Mereka saling pandang, tanpa satu pun sanggup mengucapkan kata berikutnya.

Diskusi itu tak terasa menembus waktu hingga menjelang subuh. Lampu lorong rumah sakit mulai meredup, suara azan sayup terdengar dari kejauhan.

Qale terbangun, matanya sudah lebih segar. Ia tersenyum samar ketika melihat Winda dan Wafa masih terjaga.

"Sayang." Wafa mendekat, meraih tangannya lalu dikecup. "Bagaimana rasanya hari ini?" tanyanya lembut, sambil mengusap pipi pucat Qale.

"Jauh lebih baik, Kak," balasnya tersenyum. "Belum tidur ya?" 

Wafa cuma tersenyum tipis. "Habis kamu sarapan, aku pulang bentar, ya," katanya meminta izin.

Qale mengangguk. “Mau cuci muka, bantu aku bangun boleh?” ucapnya lirih.

Winda membantu Qale. Wafa lalu meminta agar salat berjamaah di kamar, dengan Qale. Setelah itu, Qale mandi ditemani Winda, lalu sarapan bubur hangat. Wafa tetap di sisinya, meski lingkar matanya gelap karena semalaman tak tidur.

“Kak … belum istirahat. Bobok gih,” bisik Qale, menatap suaminya cemas.

Wafa hanya menggeleng, menggenggam tangannya. “Bentar lagi, sampai yakin kamu baik-baik saja.”

Pagi itu dokter akhirnya datang visit. Suasana kamar yang tadinya tenang mendadak berubah tegang. Wafa merasakan dadanya berdebar tak karuan, tangannya basah oleh keringat.

“Pak Wafa,” dokter membuka map hasil laboratorium. Wajahnya serius.

Wafa menggenggam jemari Qale lebih erat, matanya tak lepas dari bibir dokter yang bersiap bicara. 

"Saya jelaskan dulu ya..." Dokter duduk di sofa dengan Winda.

Wafa menyilakan dokter mengutarakan hasil diagnosa lengkap istrinya.

Jamu tradisional umumnya memang mengandung bahan herbal yang bermanfaat untuk kesegaran tubuh, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan stamina. Namun, beberapa produsen nakal kerap menambahkan bahan kimia berbahaya seperti steroid sintetis, fenilbutazon, atau bahan pengawet berlebih untuk memberi efek instan.

Bahan-bahan tambahan ini bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh. Pada perempuan, konsumsi jangka panjang terutama saat menstruasi dapat menimbulkan iritasi dinding rahim (endometrium). Efeknya bisa berupa :

Pendarahan abnormal yang lebih banyak dari biasanya. Nyeri perut berlebihan akibat kontraksi rahim yang tidak normal.

Perubahan hormonal, yang membuat siklus haid kacau. Risiko kesuburan menurun, karena iritasi kronis dapat memengaruhi kualitas sel telur atau menimbulkan peradangan rahim.

"Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai dismenore sekunder atau perdarahan uterus abnormal yang bisa berujung pada gangguan kesuburan bila tidak segera ditangani," beber dokter panjang.

"Jadi, Dok, menantu saya?" Winda menyela.

Dokter menghela napas panjang dan berat. Dia melihat map di tangannya sebelum menatap Wafa dan Qale.

"Rahimnya nggak kenapa-kenapa, kan?" Suara Wafa tercekat. 

“Maaf … istri Anda …”

Winda spontan menutup mulut, sementara Wafa menegang, hatinya seperti berhenti berdetak.

.

.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!