Pocong Opa-Opa Korea

Lagi-Lagi Nyangkut

Kuntilanak Merah yang masih kesal, akhirnya ngelirik dengan mata melotot. “Udah deh, lo pada lucu-lucuan mulu! Kapan ya gue bisa balik jadi kuntilanak yang keren lagi tanpa dandan kaya gini?”

 
Bima mengangkat tangan, pura-pura serius. "Yaudah, Red. Lo punya potensi buat jadi model fashion internasional! Dunia arwah perlu kamu!"
 
Namun, Kuntilanak Merah langsung menghempaskan tangannya dengan kesal, "Kalau lo bilang model internasional, gue lebih pilih jadi model majalah arwah murah!"
 
Bima tertawa terbahak-bahak. "Paling nggak, lo bisa jadi bintang Instagram hantu yang punya lebih banyak pengikut dari gue!"
 
Kehidupan baru Bima sebagai desainer hantu pun berlanjut, penuh kekonyolan dan fashion aneh yang semakin berkembang. Dunia arwah nggak cuma jadi tempat hantu-hantu bergentayangan, tapi juga jadi tempat mereka bisa tampil sekece mungkin.
 
Pak Hadi menepuk pundak Bima dengan bangga. "Gue nggak nyangka, lo bisa jadi pencetus tren baru di dunia arwah. Dunia ini bakal ngomongin lo terus menerus!" ucapnya lagi dengan perkataan yang sama hampir setiap waktu.
 
Bima yang udah merasa puas dengan karyanya cuma bisa jawab dengan percaya diri, "Sekarang nggak cuma manusia yang butuh fashion, arwah juga butuh yang namanya stylist!"
 
Bima yang sudah merasa seperti desainer paling ngetop di dunia arwah, mulai berpikir lebih jauh. “Gimana kalau kita bikin runway show, ya? Haunted Fashion Week! Semua hantu bakal jadi model!” ujarnya dengan semangat membara.
 
Pak Hadi yang dari tadi cuma jadi penonton setia, akhirnya angkat bicara, “Haunted Fashion Week? Bima, gue nggak yakin dunia arwah siap sama ide gila lo ini.”
 
Tapi Bima tetap nekat. Dia langsung mengumpulkan semua hantu yang ada di sekitar. Tuyul, Genderuwo, Kuntilanak, bahkan Pocong warna-warni yang tadi dicatnya, semua diminta berkumpul di lapangan kuburan.
 
“Semua siap?” seru Bima sambil berdiri di atas nisan yang tinggi. “Kita akan bikin show yang nggak pernah ada di dunia ini, apalagi dunia arwah!”
 
Semua hantu saling pandang, masih setengah bingung. Genderuwo yang sudah botak dan licin nyenggol Tuyul, “Bro, gue ngerasa kayak mau jadi korban prank Bima lagi deh.”
 
Bima mulai memimpin latihan berjalan. “Tuyul, lo harus berjalan dengan gaya mafia! Ingat, langkah pendek tapi penuh karisma! Genderuwo, lo jalan pelan tapi mematikan, kayak Hulk yang baru habis mandi susu! Kuntilanak, lo harus lenggak-lenggok kayak diva dangdut. Dan Pocong ... yah, lo lompatan aja deh lebih santai, jangan terlalu heboh.”
 
Pocong pink langsung protes, “Santai gimana, bro? Gue udah pink, udah kayak permen kapas, sekarang gue disuruh lompat pelan?!”
 
Bima dengan tenang menjawab, “Itu seni, bro. Lo harus tampil beda. Kita jual konsep!”
 
Setelah berjam-jam latihan, pertunjukan dimulai. Tuyul pertama melangkah ke “panggung” alias jalan setapak di tengah kuburan dengan gaya mafia. Sayangnya, dia tersandung kantong recehnya sendiri dan jatuh tengkurap. Penonton yaitu hantu-hantu lain yang ngumpul langsung ngakak tanpa ampun.
 
Genderuwo melangkah berikutnya, mencoba berjalan dengan percaya diri. Tapi saking licinnya tubuh dia yang habis dicukur, dia terpeleset ke dalam kuburan kosong. “Ini semua salah body lotion lo, Bim!” teriaknya sambil berusaha keluar.
 
Ketika giliran Kuntilanak, semua mulai menahan tawa. Kuntilanak itu benar-benar tampil seperti diva dangdut dengan rumbai-rumbai di dasternya. Dia bahkan melambai ke penonton, lengkap dengan suara tawa menyeramkan. Tapi saat mencoba memutar tubuh dengan anggun, rumbai-rumbai dasternya nyangkut di dahan pohon. Dia malah jadi seperti pinata yang tergantung.
 
Pak Hadi yang dari tadi diam, akhirnya nggak tahan lagi. “Bima, lo sukses bikin malam ini jadi acara lawak terbesar di dunia arwah. Gue rasa, lo lebih cocok jadi komedian arwah dari pada desainer!”
 
Bima tertawa lepas, tanpa merasa tersinggung. “Lho, kan fashion itu seni yang bisa bikin semua orang ... eh, maksudnya, semua arwah senang. Gue berhasil bikin semuanya ketawa, kan?”
 
Para hantu yang awalnya kesal, akhirnya ikut tertawa. Meski Haunted Fashion Week itu lebih mirip acara komedi, Bima merasa puas. “Yaudah, besok kita bikin lagi. Tapi kali ini gue tambahin tema cosplay!” katanya penuh semangat.
 
Pak Hadi cuma geleng-geleng kepala sambil berkata pelan, “Bima, lo memang berbakat … bikin rusuh.”
 
****
 
Besok malamnya, sesuai janji Bima, tema Haunted Fashion Week kali ini adalah cosplay. Ia muncul dengan lebih banyak ide gila. Di tangan Bima, semua hantu di kuburan itu seperti menjadi bahan eksperimen.
 
“Alright, semuanya!” Bima berteriak dari atas nisan seperti produser film murahan. “Tema kita malam ini adalah Cosplay Karakter Populer! Gue pengen lihat lo semua jadi tokoh yang ikonik.”
 
Genderuwo, yang masih trauma dari insiden licin kemarin, mengangkat tangan. “Bima, lo nggak mau nyukur gue lagi, kan? Gue udah kayak lantai toilet bersih banget gara-gara kemarin.”
 
Bima menggeleng. “Tenang, bro. Lo bakal jadi Hulk! Tinggal gue semprot cat hijau dikit dan pasang celana pendek ungu. Lo udah mirip, kok, cuma lebih berbulu. Habisnya bulu lo numbuh cepet banget.”
 
Genderuwo cuma bisa pasrah sambil berbisik ke Tuyul, “Gue rasa gue bakal menyesal lagi malam ini.”
 
Tuyul, di sisi lain, sibuk mencoba kostum Naruto yang Bima buat dari kain bekas. “Gue ... Naruto? Bro, rambut gue botak, mana bisa kayak Naruto?”
 
Bima tertawa kecil. “Santai! Gue tambahin rambut palsu dari bulu Genderuwo yang kemarin dicukur. Hemat bahan!”
 
Tuyul memandang rambut palsu itu dengan ekspresi ngeri. “Jadi gue pake rambut bekas bulu ketiak Genderuwo? Lo serius, Bim?”
 
Sementara itu, Kuntilanak lagi sibuk mencoba gaun Elsa dari Frozen. Gaun itu dibuat dari plastik bekas kresek biru dan glitter yang Bima entah dapet dari mana. “Bima, gue ini Kuntilanak. Lo yakin gue bisa jadi Elsa? Bukannya gue malah kayak Elsa abis dicuci pake mesin cuci nggak dibilas?”
 
“Percaya sama gue, lo bakal jadi Frozen Queen yang viral,” jawab Bima sambil menyemprotkan glitter ke rambutnya.
 
Acara dimulai. Tuyul maju pertama dengan wig aneh di kepalanya. Dia berusaha melakukan jurus “Rasengan” tapi malah terpeleset lagi gara-gara kantong recehnya. Penonton ngakak sampai pocong di barisan depan hampir copot ikatannya.
 
Genderuwo tampil berikutnya. Dengan badan hijau dan celana ungu yang kekecilan, dia mencoba mengaum seperti Hulk, tapi malah tersedak debu kuburan. “Gue nggak cocok jadi Hulk, bro! Gue malah kayak Hulk abis makan basreng terlalu pedes!” ucapnya yang langsung duduk di barisan penonton.
 
Saat Kuntilanak tampil, ia berjalan anggun dengan gaun birunya. Tapi langkahnya berhenti tiba-tiba saat plastik kreseknya tertiup angin dan nyangkut di pohon lagi. “LAGI-LAGI NYANGKUT?!” teriaknya kesal sambil mencoba menarik gaunnya.
 
Pocong Pink yang malam itu cosplay jadi Iron Man, melompat maju dengan penuh semangat. Tapi karena kostumnya dari kardus bekas, dia jatuh terbalik dan nggak bisa bangun. “Bro! Tolongin gue! Gue jadi Iron Pocong nyangkut!”
 
Pak Hadi, yang menonton dari jauh, akhirnya berdiri dan berseru, “Bima, ini udah bukan fashion show, ini kuburan yang berubah jadi taman hiburan!”
 
Bima tertawa puas sambil menyeka air matanya. “Pak Hadi, seni itu soal interpretasi! Kalau semua arwah ketawa, artinya gue berhasil!”
 
Semua hantu setuju sambil ngakak bareng, meski sebagian besar masih keki dengan kostum mereka. Dan malam itu, Haunted Cosplay Night resmi dicatat dalam sejarah dunia arwah sebagai acara paling absurd yang pernah ada.
 
 
 
 
 

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!