Sang Pelindung Bumi
Serahkan Raid ini Padaku
Serangan tombak Lorens hampir saja mengenai tubuh hunter Nami dan mengakhirnya.
Clap!
Ujung tombak milik Lorens yang hampir menembus dada hunter Nami, tiba-tiba tombak itu berhenti dan tidak bisa ditekan lagi, meskipun Lorens mendorongnya untuk menusuk manusia itu. Ada apa ini? Tombak Lorens bahkan tak bisa ditekan bahkan ditarik pun tidak bisa. Seolah-olah, itu adalah benda keras yang tidak bisa digeser sama sekali. Mematung dan mengeras di udara.
Lorens bahkan sudah menggunakan energi terkuatnya untuk menggerakkan tombaknya. Namun, dia tak bisa. Dia terus menekan, menguatkan dengan energi, menekan lagi dan berulang kali mencoba. Namun, Lorens tetap tidak bisa melakukannya. Tombak itu benar-benar mengeras dan mengambang di udara, tidak goyah sama sekali. Setelah lelah mencoba, Lorens melepaskan tombaknya. Dan, benar saja. Tombak itu tidak bergerak dan melayang di udara, tepat di atas tubuh hunter Nami.
Apa yang sebenarnya terjadi? Lorens bahkan kebingungan. Bagaimana bisa tombak kesayangannya bahkan tak menurutinya sama sekali. Tombak itu seperti punya kehendaknya sendiri dan tidak mau diambil atau digunakan.
Drrtt!
Seperti ada aliran listrik yang tercipta. Libris pun dibuat kaget karena adanya energi besar di sekitar mereka yang muncul. Ada sosok yang kuat muncul. Dan, Libris belum memahami siapa yang baru saja datang dengan kekuatan sebesar itu? Libris mampu merasakan kehadiran energi besar itu. Saat dia mendongak ke atas, dan dia melihat satu sosok manusia yang berdiri di udara dan sedang menggerakkan tangannya ke arah pertempuran. Dia berada di atas pertempuran antara Lorens dan Nami.
[Telekinesis Magic diaktifkan! Menggerakkan benda kecil maupun besar dengan kehendak Hunter, mengatur pergerakan tombak sesuai keinginan]
”Siapa kamu, manusia! Apakah kamu adalah raja dari manusia?” tanya Libris sambil menatap lelaki yang melayang di udara tersebut.
Lelaki yang melayang itu perlahan turun, tangannya mulai bergerak dan menargetkan tombak milik Lorens yang menjadi kaki dan keras. Lorens pun mundur dari hunter Nami. Tombak itu bergerak lagi dan mengubah arah pada ujung tombaknya. Bergerak ke atas dan berbalik, ujung tombak mengarah pada Lorens kali ini dan seolah ada yang menggerakkannya.
Nami melihat siapa manusia tersebut, dia perlahan turun ke bawah dan dia dapat melihat sosok itu turun di atas batu besar. Dan, dia paham siapa lelaki itu. Bagaimana Hunter Dinan yang sudah dilumpuhkan dan hanya seorang Hunter Rank D bisa datang dan kembali ke sini? Sebelumnya, Nami yakin bahwa Dinan masuk ke dalam portal kedua bersama dengan Nok. Lalu ..., bagaimana bisa?
Tombak yang melayang itu masih bergetar, berbalik arah dan kini mengarah ke Lorens yang mundur perlahan. Dia melihat adanya ancaman dan tekanan yang kuat, tombak itu bergetar dan ada aliran energi yang mengelilinginya seperti aliran listrik.
Magic Thunder!
Tombak itu bergerak dengan sangat cepat, bahkan Lorens kesulitan melihat kecepatan tombak itu yang mengarah padanya. Lorens yang kaget, langsung membentuk tembok energi untuk menahan serangan tombak tersebut. Benturan ujung tombak dan energi defensif Lorens bertemu.
Boom!
Perisai energi milik Lorens mampu menahan serangan tombak itu, tapi tekanan tombak itu semakin lama semakin deras. Lorens berusaha sekuat tenaga untuk menahan dan menguatkan energi defensifnya.
Crak! Crak! Prang!
Tombak itu tak bisa ditahan dan perisai pecah berantakan. Tombak itu melesat dengan cepat dan tubuh Lorens tertembus dengan kuat.
Brush!
Tombak itu dialiri energi listrik dan melewati tubuh Lorens. Bersamaan dengan itu, Lorens terjatuh tak berdaya. Tak mampu lagi bergerak, dan dia ambruk begitu saja. Tentakel yang biasanya bergerak di sekitar mulutnya bahkan langsung lemah seperti tak memiiki kehidupan lagi. Libris dan Pasukannya di belakang tak percaya melihat hal itu. Mereka semua kini menyadari bahwa musuh mereka adalah musuh yang kuat. Rekan mereka bahkan bisa mati dalam satu serangan dan tanpa adu kekuatan fisik.
Manusia yang baru datang tersebut kini berada di sisi Nami, dia bukanlah manusia biasa.
Energi dari tubuh Libris meledak-ledak. Dia marah dan dia menemukan sosok manusia yang sangat kuat. Pantas saja, Hernet dan juga Andalf bisa dikalahkan tanpa melakukan apapun di bumi. Mereka dikalahkan dan dibunuh pasti oleh manusia itu. Artinya, di antara manusia mungkin juga ada banyak manusia yang kuat.
Pedang diangkat oleh Libris, dia bersiap dan mengarahkannya ke depan, ”Siapa namamu, wahai Manusia? Dan, apakah kamu memang Guardian Bumi?” tanya Libris.
Dinan maju ke arah hunter Nami yang masih belum bangun dari jatuhnya, dia tak menghiraukan pertanyaan dari Libris. Bahkan, dia hanya tersenyum melihat hunter Nami. Tangannya terhulur ke arah Nami, dia membantu Hunter senior itu dan berusaha membantunya untuk bangkit.
”Anda bisa bangun sendiri, nyonya Nami?”
Nami bahkan tak bisa berkata apa-apa karena terkejut, dia pun menyambut tangan Dinan dan berdiri.
”Bagaimana kamu bisa ...?” Nami masih penasaran. Sosok Hunter yang dilaporkan sedang menjalani magang karena baru masuk di Asosiasi Hunter dan bahkan seorang Hunter dengan Lisensi Rank hunter rendah. Sosok Hunter itu bukanlah Hunter Biasa. Apakah dia memang diutus oleh Asosiasi Hunter untuk membuat laporan dan penelitian dalam portal dimensi rank tinggi.
Benarkah Asosiasi sedang menugaskan Dinan untuk keperluan penelitian dan pengembangan?
”Tidak perlu khawatir nyonya Nami, Saya hanyalah Dinan, Hunter biasa yang sedang magang dari Asosiasi Hunter. Dan, saya datang hanya untuk membantu anda. Tidak perlu anda berpikir terlalu berlebihan!”
Brussh!
”Manusia sombong, kurang aja!” sebuah serangan energi dari pedang besar milik Libris. Baru kali ini dia tak diperhatikan dan dibiarkan begitu saja. Dia menyerang dengan kekuatan energi kuat ke arah Dinan dan Nami. Serangan itu cukup besar dengan energi sabetan pedang yang bisa menghancurkan sebuah gunung.
Dinan mengangkat satu tangannya ke arah serangan energi dari Libris. Dia membuka tangannya tersebut. Menciptakan penghalang energi, shield energi tercipta dan membuat serangan energi pedang dari Libris meledak di luar penghalang energi tersebut.
Boom!
”Nyonya Nami, anda adalah senior Hunter dan juga pemimpin dari raid portal ini. Jadi, apakah saya boleh mengambil alih raid ini dan menghadapi mereka?”
Hunter Nami masih kebingunan dengan permintaan untuk mengambil alih misi portal, seolah Dinan sedang meminta izin untuk bertarung pada hunter Nami. Nami juga tidak mungkin bisa mengalahkan pasukan sebanyak itu, dia sendiri juga sudah terluka. Musuh sangat kuat dan jumlahnya juga banyak.
”Apakah kamu bisa menghadapi mereka semua, hunter Dinan?” tanya Nami masih meragukan Dinan.
”Akan aku usahakan, nyonya Nami.”
Hunter Nami, dia tak lagi bisa berkata-kata. Secara otomatis, Nami melihat harapan dan kekuatan Dinan seolah-olah, dia adalah malaikat yang datang untuk menolong. Dia pun hanya bisa berkata, ”Baiklah, aku serahkan raid ini padamu. Aku mohon, bantu kami.”
Dinan tersenyum, dia berbalik ke arah barisan musuh yang berjumlah ribuan. Libris juga menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Jadi, target Dinan adalah membunuh mereka semua!
Dinan bersiap, musuh di depannya juga bukan musuh sembarangan. Pasti, mereka lebih kuat dari Andalf dan pasukannya. Jadi, Dinan tak bisa meremehkan mereka.
[Pedang Penghancur Semesta diaktifkan!]
Sebuah pedang dengan ukiran indah di bagian punggungnya muncul di tangan Dinan. Pedang itu memancarkan energi kosmik yang luar biasa, tekanannya dapat dirasakan oleh semua orang di sana. Hunter Nami bahkan tak percaya, bagaimana pedang sekuat itu dimiliki oleh Dinan.
Pedang dipersiapkan, dan Dinan maju untuk menghadapi pasukan Libris.
”Bunuh manusia itu! Hancurkan mereka!” teriak Libris.
Perintah dari Libris penuh dengan kesumat, pasukannya pun segera menyerang seluruhnya. Mereka merupakan pengikut setia dari Libris. Mereka sudah ditugaskan menjadi bagian dari pasukan divisi Libris. Pasukan itu berlari, melompat dan ada yang terbang. Mereka semua memiliki kekuatan yang berbeda dan tentu saja pasukan kuat. Serangan energi, pedang, panah, sihir. Semuanya menyerang ke arah Dinan.
[Stealth ditingkatkan hingga tingkat maksimum]
Dinan dalam waktu sekejap, dia menghilang dan hanya menyisakan kabut yang buyar. Dia menah setiap serangan, ada dinding energi. Namun, musuh juga memiliki kecepatan yang tinggi dan semuanya mengincar Dinan. Dinan melesat bagaikan bayangan dan menghantam pasukan Libris yang menyerangnya. Benturan pedang dan energi terjadi. Dinan memperhatikan serangan musuh-musuhnya, matanya mampu melihat semua pergerakan lawannya.
Dinan teringat ujian akhir di menara ujian, jutaan Uzain dikalahkan. Bahkan, mencapai nilai sangat luar biasa tak terhingga. Kini, pasukan dari Libris itu juga banyak jumlahnya dan memiliki kekuatan yang besar. Dinan sudah sangat berpengalaman menghadapi musuh dengan jumlah banyak. Dinan menghindari setiap seragan dan membalas dengan menghempaskan dan menebas musuh dengan kecepatan tinggi.
Puluhan pasukan Libris dihancurkan dan berjatuhan satu-persatu di tanah dan menimpa batu besar. Batu-batu pun terkena efek serangan dan meledak. Pasukan Libris mencari celah kelemahan Dinan, mereka menyerang seluruhnya, berbagai arah dan dengan kecepatan tinggi. Ada celah di punggung Dinan dan pasukan Libris melihat hal itu.
Brush!
Pasukan Libris merasa bahwa dia akan berhasil.
[Supreme One Nature ditingkatkan hingga maksimum]
[Manipulasi kekuatan diaktifkan]
Booom!
Ledakan energi terjadi dari tubuh Dinan. Prajurit Libris yang hendak mengenai punggung Dinan, dia terdorong dengan ledakan energi kuat itu. Ledakan energi karean Dinan menyerap energi alam di sekitarnya dan menyatu dengan divine magic. Semua energi diradius di sekitar Dinan menjadi sumber kekuatannya.
Ledakan itu mengakibatkan pasukan Libris semuanya tertekan dan terpental. Kesempatan bagi Dinan, dia melesat dengan kecepatan stealth tinggi. Dalam waktu satu detik selanjutnya, Dinan memenuhi radius beberapa meter di sekitarnya dan lima puluh prajurit Libris sudah kehilangan nyawa mereka dalam waktu singkat.
Semua mata melihat hal itu, pasukan dalam jumlah banyak itu sudah berjatuhan di batu dan pasir. Mereka tak lagi bergerak. Dinan masih mengambang di udara dengan pedangnya, dan dia diselimuti energi kosmik yang memancarkan tekanan kuat.
Libris baru menyadari bahwa manusia itu sangat kuat. Musuh yang memiliki kemampuan pengendalian yang kuat. Dia marah dan kesumat, dia pun bersiap untuk bertarung. dia harus mengambil peran dan menyerang bersama para prajuritnya.
”Manusia, katakan padaku. Siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu memang raja dari manusia?”
Dinan terseyum pada Libris, ”Aku adalah Guardian bumi, jika kamu ingin hidup lebih lama. Kembalilah pada rajamu, Giganos. Dan katakan padanya, agar tidak datang ke bumi. Jika kalian tetap datang ke bumi, aku yang akan menghabisi seluruh bangsa Cyprus!”
Libris kaget mendengar jawaban manusia itu, bagimana dia tahu tentang penyerangan bangsa Cyprus dan rencana mereka menguasai bumi? Manusia itu juga paham tentang Giganos dengan baik.
Jadi, apakah dia yang membunuh Hernet dan Andalf juga?