Sang Pelindung Bumi

Bersiap untuk Ujian Lisensi

Sophie kaget mendengarkan perkataan pemuda itu, dia memikirkan sesuatu yang diingatnya dengan baik. Dia mengangkat alisnya, wajahnya yang putih dan rambutnya yang indah tergerai panjang. Dia menatap sejenak pemuda itu dan diam untuk beberapa saat.

Semua mata melihat mereka, sepertinya percakapan mereka berdua sangat penting sehingga nona Sophie sedikit berpikir.

Sophie Noemie melihat pemuda itu, pemuda miskin dengan jaket lusuh. Apakah dia sedang mencari manfaat dari dirinya? Hal itu karena dirinya adalah seorang Hunter Nasional dan bahkan menjadi Hunter dengan Rank Global. Jadi, siapa saja bisa mendekatinya dan ingin mendapat manfaat darinya.

Benar-benar tidak tahu malu! Batin Sophie.

Pandangan Sophie seolah melihat Dinan dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Dinan sendiri merasa biasa karena dia tidak memiliki niat apapun, dia hanya ingin menyampaikan amanah dari mendiang paman Agra. Dia adalah orang yang begitu baik semasa hidupnya dengan selalu memberi bantuan pada Dinan.

Kini, semua orang atau Hunter yang sedang antre untuk melakukan pengujian rank Hunter mereka. Mereka semua melihat Dinan, mereka menerka jika Dinan sedang meminta bantuan pada Sophie untuk memudahkan dirinya. Masuk ke ruang pengujian dengan cepat.

Sungguh kuno, dia berpura-pura kenal pada Hunter rank Nasional seperti Sophie dan berharap Sophie akan menolongnya.

Para peserta pengujian rank Hunter merasa kasihan pada Dinan. Hal itu karena pemuda atau remaja yang dibawa oleh Sophie, dia adalah seorang putera dari pemimpin Guild Gold Dragon. Jadi, Sophie mengantarkan putera dari pemimpin Gold Dragon untuk melakukan ujian rank Hunter dengan cepat.

Tapi, pemuda itu merasa sudah kenal dengan Sophie. Mereka juga paham sifat dari Hunter Sophie, dia sangat temperamental. Bahkan, dirinya terkenal dengan sifat ganasnya ketika menghadapi para monster di dalam portal dimensi atau di luar saat terjadi portal crash.

Anak dari pemimpin Guild Gold Dragon baru saja keluar dari ujian di menara, jadi dia meminta bantuan pada Sophie agar cepat dan langsung dikawal. Dan untuk orang lain, sudah dipastikan bahwa Sophie tidak akan mau membantunya.

”Maafkan saya, saya tidak mengenal siapa yang kamu sebutkan tadi. Jadi, menyingkirlah dari jalanku!” kata Sophie dengan tegas. Dia tidak mau diganggu dan merasa tidak ada gunanya membantu pemuda itu.

Pastilah, dia ingin dibantu agar cepat masuk ke ruang ujian Hunter. Itu adalah pikiran Sophie.

Dinan pun tak berani berkata apa-apa lagi, dia menyingkir ke sebalah kanan dan mempersilakan Hunter Sophie dan remaja di belakangnya untuk lewat. Dinan melihat wanita itu dari jauh hingga menghilang, apa benar dia adala puteri dari paman Agra?

Semua mata melihat ke arah Dinan yang masih berdiri. Mereka menggelengkan kepala mereka pada pemuda itu. Bagaimana bisa dia begitu percaya diri menghentikan langkah Hunter Sophie. Jika saat itu Sophie sedang marah, pemuda itu bisa saja diserang dengan energi api milik Sophie.

Benar juga! Seorang Hunter Rank tinggi atau rank S, mereka bahkan tidak akan mendapatkan kasus jika membunuh orang. Apapun alasannya, karena mereka sudah menjadi pahlawan bagi dunia. Apapun tindakan mereka selama mereka punya alasan, maka mereka akan bebas dari jerat hukum.

Begitulah hukum di dunia saat ini. Hunter adalah segalanya, karena merekalah yang menghadapi para monster dan memberi rasa aman bagi seluruh warna masyarakat sipil di dunia ini.

Semua mencibir Dinan dengan ucapan-ucapan mereka yang lirih. Orang miskin seperti dia bisa-bisanya mau mengambil manfaat dari seorang Hunter rank tinggi. Tentu saja, itu sungguh memalukan untuk dilakukan.

Raymond mendengar bisik-bisik menjelek-jelekkan Dinan tersebut. Raymond pun langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Dinan.

”Kakak, kak Dinan!” Raymond memelankan suaranya, dia sudah mendengar banyak rumor buruk gara-gara Dinan berani menyapa Hunter Sohpie tadi. Itu benar-benar suatu keberanian yang hebat, namun juga dicap buruk oleh beberapa orang disana. Dinan pun menghampiri Raymond dan mengikutinya untuk duduk di tempat antre kembali

Mereka menunggu panggilan, meskipun masih terlihat masih lama. Namun, mereka bersabar. Itu adalah bagian awal dari seorang Hunter yang ingin memulai karirnya sebagai seorang pahlawan bagi keluarga, bagi negara dan bagi kedamaian dunia. Sungguh, karir menjadi Hunter adalah karir paling menjanjikan di seluruh dunia dan itu sangat membanggakan bagi setiap orang.

Raymond bertanya pada brother Dinan, kenapa bisa berani menyapa seorang Hunter rank nasional. Itu berbahaya karena mereka memiliki otoritas tinggi dan mereka bisa melakukan apa saja. Mereka bisa lepas dari hukuman ketika dia menghajar seseorang bahkan di tempat umum sekalipun.

Dinan pun baru tahu soal itu, ”Aku merasa bahwa wanita itu adalah puteri dari paman Agra, paman Agra adalah orang yang menyelamatkan hidupku. Kata paman Agra, puterinya adalah seorang Hunter tingkat nasiona yang bernama Sophie Noemie.”

Dinan hanya ingin bertanya apakah benar wanita itu adalah anak dari paman Agra atau bukan. Dinan berterima kasih pada Raymond atas penjelasannya tadi, bahwa tidak boleh sembarangan untuk menyapa dan seolah baik pada Hunter ranking tinggi. Hal itu karena mereka memiliki otoritas tinggi, mereka tetap akan dibela oleh negara karena mereka adalah pahlawan bagi masyarakat.

Dunia yang naif, tapi, Dinan hidup di dunia ini. Dia tak bisa melawan sistem yang ada karena monster memang ancaman terbesar di dunia ini.

Jadi pertanyaannya, apakah Sophie yang baru ditemui Dinan adalah anak dari paman Agra? Kenapa dia tidak mengakuinya dan kenapa sifanya benar-benar berbeda dengan paman Agra yang selalu baik pada semua orang. Entahlah!

Surat yang dititipkan paman Agra bahkan disimpan dengan sangat baik oleh Dinan. Dia membungkusnya dengan plastik sehingga tidak rusak oleh apapun. Amanah itu akan dijaga oleh Dinan hingga dia menyampaikan pesan itu pada puter dari paman Agra. Bisa jadi, ada Sophie yang lain yang merupakan puteri sebenarnya paman Agra.

Mereka terus menunggu antrean, banyak sekali para peserta pengujian Hunter. Benar-benar seperti semua yang berbaris duduk begitu banyak. Nomor antrean sudah mereka dapatkan. Mereka menunggu nomor mereka. Ini merupakan kompetisi besar, sebagaimana dulu banyak orang mendaftar pekerjaan yang menjanjikan.

Rank Hunter adalah satu-satunya tiket emas mereka untuk mendapatkan tempat yang layak sebagai Hunter. Mereka akan berakhir menjadi seorang Hunter di Guild, Hunter pengangkut, Hunter di Asosiasi Hunter, atau bahkan Hunter pasukan pertahanan. Semua itu tergantung rank mereka yang tertera dalam kartu lisensi Hunter.

Sambil menunggu giliran, Raymond bertanya tentang brother Dinan di dalam menara setelah berpisah dengannya.

Dinan pun bercerita santai dan menjawab bahwa tidak berbeda ketika ujian dengan saat masih bersama dengan Raymond. Dinan tetap saja mati beberapa kali dan bangkit lagi untuk melawan. Kematian yang tak terhitung lagi jumlahnya, mereka pun kembali tertawa bersama.

Raymond juga menceritakan soal dirinya, setelah kembali dari menara. Raymond langsung menuju kantor Asosiasi Hunter. Dia melakukan serangkaian tes, Dinan diceritakan oleh Raymond bahwa ujian tes Hunter akan sangat menarik. Tunggu saja dengan seru, kata Raymond menambahkan.

”Apakah tes lisensi Hunter juga berhubungan dengan pertempuran?” tanya Dinan.

”Tentu saja, brother Dinan. Hal itu karena pengembangan dari sistem yang dibuat manusia. Jadi, akan ada serangkaian tes yang akan dilakukan oleh setiap Hunter yang mendaftarkan rank lisensi Hunternya.”

Dinan pun mulai mengerti sekarang. Bisa jadi, tes di dalam lisensi Hunter juga akan seperti di dalam menara dengan pertempuran dan masuk ke dalam portal dimensi sekaligus.

Raymond lulus dengan mendapatkan lisensi Rank B saat melakukan tes lisensi Hunternya. Itu sudah sangat hebat kata Raymond, dia sudah bisa mendapatkan banyak misi untuk menyelesaikan portal dimensi dengan portal dimensi dengan pengukuran C. Dia begitu mudah mendapatkan misi raid dan mendapatkan uang.

Dinan baru tahu jika dalam portal dimensi juga memiliki pengukuran rank level. Hal itu adalah pengukuran yang terlihat dalam energi dimensional yang ada di dalam portal dimensi tersebut. Semakin tinggi pengukuran dimensional portalnya, maka semakin kuat monster di dalamnya. Hunter dengan kemampuan tinggi dipercayakan misi penyelesaian sesuai dengan level ranknya.

Dinan mulai paham sekarang. Ternyata, banyak hal yang tidak dia pahami karena memang dari awal dia tak suka dengan berita dan segala hal soal Hunter dan portal dimensi.

Raymond juga sudah menjalankan raid cukup banyak, dia pun bisa melakukan sehari beberapa kali misalnya. Namun, hal itu tidak dia lakukan karena dengan sehari satu raid pun itu sudah mendapatkan uang yang banyak.

Namun, Raymond juga belum dilirik oleh Guild-Guild besar yang ada di Prancis. Hal itu karena Guild menilai para Hunter dengan penilaian yang ketat, semisal Hunter yang rajin menyelesaikan misi raid portal dimensi. Atau kemampuan Hunter yang unik, dan bisa juga melihat performa mereka dalam pertarungan antar Hunter.

Benar sekali! Ada pertarungan antar Hunter yang diadakan beberapa kali oleh negara, hal itu untuk mengukur kemampuan para Hunter dan meningkatkan kemampuan bertarung mereka.

Jadi, selama ini Raymond mendaftarkan diri dalam situs resmi Hunter untuk raid yang akan dilaksanakan. Dia menjadi Hunter tamu yang membantu dan ada perjanjian kontrak yang ditandatangani secara digital. Saat portal dimensi diselesaikan, Hunter tamu yang membantu akan dikirim uang yang sesuai dengan kontrak perjanjian sebelumnya.

Nomor panggilan untuk Dinan. Raymond menemani Dinan hingga masuk ke ruang pendaftaran pertama. Raymond menunjukkan lisensi Hunternya, dia ingin menemani Dinan hingga dia melaksanakan tesnya.

Raymond membantu Dinan mengisi data dan juga pertanyaan-pertanyaan dari petugas lisensi Hunter di bagian administrasi. Mereka juga menggunakan alat untuk mengukur energi Hunter pada seseorang. Saat Dinan dites energinya, Dinan memajukan tangannya.

Mesin sepeerti gelang itu ditutupkan pada tangan Dinan dan ada kabel data yang menginput data energi Dinan. Dinan masih belum paham, petugas itu melakukan mengecekan dan melakukan penilaian awal, menekan tanda ON dan kemudian melihat hasil mengukuran di layar monitor.

Zzzzzttttttt! Zzzzztttttt! Zzzzztttttt!

Mesin mulai melakukan penilaian, petugas itu seperti biasa. Dia santai sambil memegang layar portabel di tangan kirinya dan memegang pena untuk mencatat sambil bersantai. Itu sudah tugasnya, jadi tidak perlu tegang dan semua akan berjalan seperti biasanya.

Ctak! Ctak! Ctak!

Sengatan-sengatan listrik kecil muncul di mesin yang mengukur kemampuan di tangan Dinan. Petugas itu sempat kaget sejenak. Ah! Pasti seperti biasa, tidak akan ada yang aneh. Dia pun melanjutkan melihat layar pencatatan di dalam monitor di tangannya.

Blaaarrrrrr!

Ledakan cukup besar terjadi dan alat di tangan Dinan terbakar. Monitor meledak dengan suara pelan. Blup!

Apa-apaan ini?

”Apa yang terjadi?” kata petugas itu sambil melihat layar monitor yang masih menyisakan asap. Dia memanggil rekannya di luar ruangan itu. Mereka melihat sejenak, alat pemasang di tangan Dinan sudah dilepaskan. Ada sedikit luka hangus di tangan Dinan.

Itu adalah rahasia Dinan, dia melihat hal itu bisa menimbulkan kecurigaan besar. Dia pun membuat luka pada tangannya sendiri dengan efek manipulasi kekuatan.

[Manipulasi kekuatan digunakan, luka ringan di tangan]

Mereka meminta maaf pada Dinan dan mengatakan ada kesalahan teknis. Dinan mengerti sekarang, energinya tidak dikontrol dan terlalu besar. Mesin pendeteksi hancur karena tak bisa mengukur kemampuannya. Di pengujian ke depan, Dinan akan menahan kekuatannya.

”Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Raymond kepada petugas yang masih mencatat di layar ipad di tangannya.

”Sepertinya, mesin ini sudah terlalu lama tidak diservice. Bisa jadi, mesin ini harus diganti. Itu kesimpulannya,” benar saja, pikir petugas itu. Setiap hari hanya mengukur kemampuan Hunter. Mesin juga butuh istirahat tapi mesin itu sudah cukup lama tidak diservice.

”Kami akan mendatangkan mesin yang baru,” kata petugas itu lagi.

Beberapa saat kemudian mereka diminta masuk ke ruangan sebelah, di sana mesin yang lain sudah dipersiapkan. Kali ini, Dinan menjaga kekuatannya dan menekan hingga kecil. Mesin berjalan normal dan kekuatan poin energi dimunculkan. Mereka mencatat dan Dinan diminta untuk masuk ruangan selanjutnya.

Raymond lega sekarang, ruangan selanjutnya. Tes sebenarnya, Raymond mengucapkan kata-kata penyemangat. Raymond tidak diperbolehkan masuk, Raymond paham hal itu.

Dinan pun masuk dengan petugas pengujian yang menemaninya. Namanya Carol, dia seorang perempuan dengan lisensi Hunter rank B, sama seperti Raymond.

”Bersiaplah Hunter,” kata Carol, ”Pengujian rank Hunter telah menunjukkan banyak kemajuan. Ilmuwan yaitu Profesor Smith telah membuat alat Augmented Reality, jadi anda akan melakukan tes dengan menggunakan alat yang canggih. Anda harus berjuang dengan baik, Tuan Hunter,” kata Carol, senyumannya menawan dan dia sudah profesional.

”Apakah ..., anda sudah siap, Hunter Dinan?” tanya Carol sekali lagi.

”Saya siap, Nona Carol.”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!