Seni Seviyorum Aisyah

Aisyah Menjadi Guru?

Di dalam mobil Fahri mencoba mencairkan suasana yang agak canggung baginya Aisyah terus diam saat di dalam mobil membuatnya agak sulit untuk berkata apa-apa diliriknya wanita itu yang kini sedang pokus menatap ke arah samping jendela, 'Sungguh kau lebih anggun dan cantik Aisyah apa yang diceritakan Ummi tidak ada yang salah' pekik Fahri mengingat saat Umminya mengenalkannya dengan sosok Aisyah muridnya dulu.

 

Aisyah berniat menghubungi Bundanya takut Ayahnya akan mencarinya jika pulang dengan lama, akhir-akhir ini Ayahnya sangat sibuk sehingga Bundanyalah yang selalu mengomel dan bawel akan dirinya.

 

"Bun, aku izin ke rumah Ummi jadi aku pulangnya agak telat."

 

Begitulah isi pesan Aisyah untuk Bundanya setelah mengirim pesan kepada Bundanya dia jadi teringat dengan Aqila yang tidak ada kabar sejak kemarin.

 

"Syah, setelah lulus niatnya mau lanjut ke mana?" tanya Fahri dengan masih menatap jalanan yang kini sedang macet.

 

"Hemm, insya Allah sih aku berniat buat lanjut ke Turky," sahut Aisyah dengan pelan.

 

Fahri menoleh melihat Aisyah sekilas mendengar bahwa gadis itu akan pergi ke Turky, "Subhanullah hebat banget kamu Syah."

 

"Ah biasa aja sih itu sebagian dari impian aku dari dulu entahlah aku suka saja dengan kehidupan di Turky," ungkap Aisyah dengan tersenyum simpul.

 

Cowok itu hanya menganggukan kepalanya mengerti, "Orangtua kamu gimana waktu kamu bilang gitu?"

 

"Alhamdulillah mereka tidak melarangku tapi Bundalah yang sepertinya agak sulit melepaskanku untuk pergi jauh darinya."

 

Selama perjalanan mereka saling bertukar cerita dan pengalaman hingga tak terasa Aisyah pun sampai di rumahnya Fahri yang tidak begitu mewah tapi halamannya pas untuk menaruh dua mobil di sana begitu pun rumahnya tidak bertingkat tetapi luas ke samping dan ada tempat talim di sana untuk Ibu-ibu pengajian dan anak TPA mengaji di sana, dulu Aisyah mengaji dengan Ummi hingga akhirnya dia berhenti dari sana karena banyak tugas sekolah dan kesibukan lainnya namun dia tidak pernah memutuskan tali silaturahmi dengan Ummi jika ada waktu luang dia akan menemui Ummi.

 

"Tidak ada yang berubah ya dari rumah ini semuanya masih sama seperti dulu," gumam Aisyah yang matanya terus berputar menyapu seluruh pemandangan di depannya.

 

Fahri hanya tersenyum mendengar perkataan Aisyah, "Ya begitulah banyak sekali kenangan yang masih membekas di seluruh ruangan ini apalagi saat masih ada Abi," ucapnya dengan lirih.

 

Ya Aisyah tahu berita kematian Abinya Fahri saat itu dia masih duduk di bangku 2 SMP itu pun dari Bundanya sendiri yang memeritahunya yang mana dia juga cukup dekat dengan sosok Abi yang ramah dan baik kepadanya bahkan sering membanggakan hafalannya dan bacaan al-qurannya yang katanya sangat bagus dan indah di dengar.

 

"Nak Aisyah, Fahri kalian sudah sampai," sapa Ummi yang mengagetkan dua orang yang sedang melamun.

 

Mereka berdua pun langsung menoleh dan tersenyum kepada Ummi lalu menghampiri Ummi yang sedang berdiri di depan rumah, Ummi keluar saat salah satu pembantu rumah tangganya memberitahu bahwa Aisyah dan Fahri telah sampai.

 

"Ayo silahkan masuk Nak Aisyah," ujar Ummi sembari menuntut Aisyah untuk masuk ke dalam sedangkan Fahri sendiri sudah masuk duluan sebab dia hanya mengantarkan Aisyah untuk bertemu Umminya saja.

 

Suasana menjadi sangat canggung saat Ummi menanyakan soal apakah ada laki-laki yang mendekati dirinya dan apakah dia ingin menikah muda, Aisyah pernah mendengar bahwa Ummi sering melakukan perjodohan kepada anak-anak muridnya yang datang kepadanya.

 

"Ah Aisyah masih sangat muda Mi untuk memikirkan hal itu," seru Aisyah dengan tersenyum kikuk.

 

Ummi tertawa menyadari akan pertanyaannya yang sepertinya salah, "Owh ya sekarang sudah berapa hafalanmu Nak?"

 

"Alhamdulillah Mi sudah juz 25 Mi," sahut Aisyah sembari tersenyum sebetulnya dia sudah hafal juz 30 namun dia sedikit lupa dan enggak terlalu lancar agak sulit memang untuk menghafal al-quran apalagi orang yang hanya menghafal tapi jarang menghatamkannya adakah orang yang seperti itu? jelas pasti ada.

 

"Nih air putihnya, silahkan di minum!" ujar bi Minah pembantu di dalam rumah ini yang sudah lama bekerja sejak dia masih kecil hingga kini masih bekerja, bi Minah sudah mempunyai anak lima sekarang begitulah informasi yang dia dapat dari Ummi.

 

Aku langsung mengambil alih gelas tersebut dari bi nampan yang dibawa oleh bi Minah, "Terima kasih bi," ujar Aisyah dengan begitu ramah.

 

"Ah ini neng Aisyah ya?" tanya bi Minah sembari tersenyum memandang Aisyah, Ummi pun ikut memandang bi Minah yang sepertinya terkejut melihat Aisyah.

 

Saat bi Minah bertanya seperti itu Aisyah hanya tersenyum, "Iya bi ini aku Aisyah."

 

Bi Minah menutup mulutnya dengan telapak tangannya tidak menyangka melihat perubahan dalam diri Aisyah, "Ihh gelis pisan atu neng Aisyah, makin cantik saat dewasa," ungkapnya.

 

"Ah terima kasih banyak bi." Aisyah malu mendapat pujian tersebut.

 

"Ya sudah bibi ke dapur dulu ya neng," katanya berlalu pergi menuju ruangan yang ada dipojok sana.

 

Ummi terdiam memandang Aisyah yang tersipu malu dibuatnya, "Ummi sengaja mengundang kamu karena Ummi kagen dan ingin tahu bagaimana kesibukan kamu selama ini yang jika tidak ada kesibukan di waktu sore hari Ummi butuh bantuan darimu, Nak."

 

Mendengar hal itu Aisyah langsung menerka-nerka waktunya ketika di sore hari, "Akhir-akhir ini aku sering pulang sore karena sekolah mengadakan acara di hari minggu dan akulah yang panitia pelaksananya tapi jika hari-hari berikutnya tidak ada kok Mi, memangnya ada apa Mi?"

 

"Owh kalau gitu masih bisa ya, jadi Ummi menyuruh kamu untuk menjadi Guru ngaji di TPA Annisa bersama Zahra kamu kenal kan? bagaimana mau tidak?"

 

Aisyah terdiam mendengar penawaran Ummi untuknya itu yang sebetulnya sangat dia inginkan juga tapi dia tidak bisa memutuskan sendiri perihal tersebut, bagaimana pun menjadi Guru bukanlah perkara yang mudah apalagi dia mempunyai kegiatan lain di sekolahnya.

 

"Hemm sepertinya Aisyah akan bicarakan dengan Bunda dan Ayah dulu deh Mi bagaimana pun Aisyah butuh pendapat dari mereka berdua," jelas Aisyah yang tidak bisa memutuskan secara langsung.

 

Ummi mengangguk dan tersenyum ya dari dulu ke dua orangtuanya memang sangat menjaga Aisyah dengan baik, "Baiklah kalau begitu Ummi akan menunggu kabar selanjutnya semoga bisa ya Nak, sebab Ummi butuh orang kaya kamu buat ikut mengajar di TPA," jelas Ummi dengan penuh harap dalam hatinya.

 

"Iya Mi, semoga orangtua Aisyah menyetujuinya kira-kira kapan mulai mengajarnya Mi?" Aisyah ingin tahu pasti akan kejelasan tentang pekerjaan barunya itu.

 

"Aamiin hari senin sore ya Nak hingga hari-hari berikutnya," jelas Ummi sembari mengambil gelas minumnya yang langsung di minum hingga tak tersisa.

 

'Bismillah semoga ke dua orangku setuju tapi bagaimana dengan bimbingan tahfidznya kira-kira itu kapan ya waktunya?' gumam Aisyah menyadari akan jadwal bimbingan yang Ayahnya perintahkan.

 

"Maaf Mi, Aisyah pun ada jadwal bimbingan tahfidz dan bahasa Turky nanti jadi Aisyah gak bisa ngajar ngaji setiap hari boleh?" ungkap Aisyah dengan kejujuran hatinya.

 

Ummi terkejut mendengar berita baru itu, "Masya Allah Nak, kamu mau pergi ke Turky?" tanyanya memastikan.

 

Aisyah mengangguk dan tersenyum manis, "Insya Allah Mi, doakan saja yang terbaiknya."

 

"Aamiin semoga Allah mengabulkan hajatmu ya Nak dan boleh saja ditentukan harinya sesuai Aisyah sendiri Ummi akan menerima laporan saja jika sedang berhalangan yahh," jelas Ummi lagi.

 

Aisyah mengangguk mengerti, saat sudah selesai bicara Ummi pun pamit untuk pergi ke pengajian sore hari ini karena sudah ditunggu jadi gak bisa berlama-lama mengobrol dengan Aisyah, akhirnya Ummi kembali menyuruh Fahri untuk mengantarkan Aisyah pulang ke rumahnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!