Seni Seviyorum Aisyah
Cerita Kita
"Eh berenang dulu ya bentar nanti setelah ini baru kita keliling pantai," ujar Hawa yang sudah merencakan sejak tadi.
Fatimah pun menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Hawa, "Ya sudah kalau sudah makan mah enak mau berenang lagi juga, Syah nih kau mau?" katanya sembari memberikan Aisyah teh pucuk botol.
Aisyah pun mengambil permberian dari Fatimah lalu meminumnya hingga tersisa setengah, "Kalian semua sudah dapat izinkan dari orangtua?" tanyanya
"Sudah kok Syah oh ya nyokap sama bokap aku mau ngundang kalian buat makan-makan di rumah," seru Fatimah sembari asik memandang lautan yang indah beserta orang-orang yang asik di sana.
Sebetulnya mereka tahu bahwa besok adalah hari lahirnya Fatimah makanya mereka berencana untuk diam dan berpura-pura tidak ingat akan hari itu, Aisyah yang paling bersemangat dalam merencanakan semuanya.
Tidak ada respon dari sahabatnya membuat Fatimah diam, berpikir jika mereka lupa akan hari bahagianya.
Setelah mereka selesai makan bakso akhirnya mereka pun kembali berlari untuk berenang ke pantai karena hari ini cuacanya panas jadi baju mereka pun sudah sedikit kering terkena sinar matahari jadi sebelum dhuhur mereka harus sudah puas bermain di pantai.
Liburan yang begitu menyenangkan jika ada yang masih tidak percaya akan adanya sahabat di dunia ini itu artinya mereka belum beruntung karena kini Aisyah mempercayai akan adanya sahabat ya itulah mereka yang selalu ada untuknya, selalu mencemaskan keadaanya, selalu mau mendengarkan keluh kesahnya dan yang pasti mereka adalah sahabat yang Aisyah sayangi, percayalah buat kalian yang belum menemukan sahabat sejati kalian akan ada waktunya kalian akan dipertemukan dengan mereka jadi tetap berbuat baik kepada siapapun itu.
"Yuk gays mandi sekalian salat," seru Aisyah yang sudah merasa puas bermain di laut pantai yang asin itu.
Fatimah pun menghampiri Aisyah, "Aku lagi datang bulan Syah jadi kau mandi saja dulu," katanya dengan berbisik di telinga Aisyah.
"Aisyahhh!!" Raya berlari dan menghambur di pelukan Aisyah, "Yuk beb kita mandi aku sudah kedinginan nih."
Akhirnya Raya dan Aisyah pun pergi meninggalkan Hawa dan Fatimah yang sedang berhalangan dan masih ingin berenang, Raya sahabat yang paling heboh selalu ingin mengambil moment dalam perjalanannya ini dia juga sempat siaran langsung di akun sosmed instagramnya saat menaiki banana boat dan saat berenang tadi.
"Apakah kau puas?" tanya Aisyah yang melihat kesenangan di wajah sahabatnya itu.
Wajah Raya selalu menampakan kesenangannya di sana hal itu membuat Aisyah justru merasa bersyukur karena berhasil meyakinkan Raya bahwa semuanya akan baik-baik saja uang memang segalanya tapi percayalah dengan sahabat yang tulus menyayangimu uang hanyalah perantara dalam sebuah hubungan.
Tangan mereka saling bertautan satu sama lain, "Terima kasih telah membawaku mengenal orang-orang seperti mereka yang mau menerima sebagai sahabatnya."
Mendengar ungkapan hati Raya, Aisyah hanya tersenyum senang. "Ingat! tidak ada kata terima kasih dan maaf dalam persahabatan." Tangannya merangkul bahu Raya.
"Hahaha." Mereka tertawa bersama berbagi rasa senang.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka membersihkan diri setelah selesai mandi mereka pun bergegas menuju musholah yang berada di depan dekat dengan tempat parkir sekalian mereka menaruh pakaian basah mereka di mobil.
Raya yang memang disuruh untuk masuk ke dalam mobil dia menata rapih pakaiannya agar tempat duduk mereka tidak basah, "Syah sini mana pakaian kamu?" ujarnya.
"Ah nih taro di paling pojok aja Ray," pinta Aisyah sembari memberikan plastik hitam yang berisi pakaiannya.
Dalam hal salat Aisyah yang paling menjaganya dengan baik seperti yang dipesan ke dua orangtuanya sebelum dia pergi jalan-jalan, 'Saat adzan berkumandang segeralah melaksanakan salat! banyak godaan di luar sana yang akan membuat kamu merasa malas dan akhirnya meninggalkan kewajiban kamu' itulah pesan yang dikatakan Ayah dan Bundanya yang akan selalu Aisyah ingat.
Fatimah dan Hawa pun beranjak ke kamar mandi setelah merasa puas dalam bermain air laut yang terkadang masuk ke dalam mulutnya, asin begitulah rasanya saat air laut itu masuk ke dalam mulutnya.
Waktu berjalan begitu cepat hari sudah mulai siang padahal mereka baru saja sampai di pantai karena harus berkeliling pantai maka mereka pun harus berganti pakaian untuk bisa menikmati permainan yang lainnya, setelah selesai salat Aisyah dan Raya kembali ke atas di mana tas mereka di taro dan mereka juga harus berkumpul dengan yang lain sebelum pergi keliling.
Terlihat Fatimah yang sedang mengeringkan rambutnya melambaikan tangannya saat melihat kedatangan Aisyah dan Raya, "Hay Aisyah, Raya!"
"Kalian sudah selesai dari tadi?" tanya Raya penasaran berapa lama Fatimah bermain di laut.
Sedangkan Aisyah melangkah ke samping Fatimah untuk duduk karena perjalanan dari musholah ke tempat ini cukup jauh ditambah lagi banyak karang yang kadang diinjaknya dan sebab itu kakinya terasa sakit.
Kini mereka disibukan dengan barang-barang mereka dan mereka semua berniat untuk berkeliling mencari makanan serta permainan yang seru untuk bisa mereka nikmati bersama ada bola voli, layang-layang serta lempar tebing karena tidak ada permainan yang terlihat menarik menurut mereka akhirnya Aisyah pun mengajak sahabat-sahabatnya untuk naik ayunan yang pas sekali ada empat ayunan dan untungnya kosong tidak ada orang yang menepatinya.
Raya mendorong tali ayunan milik Aisyah, "Aku dorong ya Syah!" katanya sembari mengayunkan tubuh Aisyah dengan kencang.
Ada rasa takut dalam diri Aisyah sehingga dia pun berteriak, "Aaa jangan kencang-kencang dong Ray aku takut jatuh nih," teriaknya dengan tangan yang memegang tali dengan erat.
Setelah mengambil foto di ayunan mereka pun kembali berjalan menuju para penjual di pantai dan betapa terkejutnya Aisyah melihat kura-kura yang masih sangat kecil yang pas untuknya pelihara.
Dengan berlari Aisyah menghampiri penjual kura-kura itu, "Ini harganya berapa Bang?" tanyanya sembari menunjuk kura-kura yang berada di sebuah kotak berwarna hijau.
"Kamu mau beli kura-kura Syah?" ujar Hawa yang kurang tertarik dengan hewan itu.
Fatimah terkekeh melihat wajah Aisyah yang begitu happy, "Ya sudah beli dua Syah biar kupelihara satu di rumah."
"Mau beli yang mana Neng?" tanya si Abang penjual kepada empat anak remaja itu sembari tersenyum riang.
Aisyah pun mengambil dua kura-kura yang akan dibelinya lalu dia membelikan uang kepada si penjual itu sembari tersenyum senang, sedangkan Raya dan Hawa sedang berhenti di tempat pajangan yang terbuat dari kerang.
"Kalian tahu gak? tadi kan sebelum pergi mandi aku ngambilin kerang di laut untuk dibawa pulang hehehe," ungkap Aisyah sembari tertawa merasa malu mengakui itu kepada para sahabat-sahabatnya.
"Ada-ada saja kau Syah." Hawa menggelengkan kepalanya mengetahui sikap lucu Aisyah.
"Ya sudah yuk ke mana lagi mau pergi?" ujar Fatimah sembari mengeluarkan ponselnya dia berniat untuk mengupdate foto mereka di akun sosmednya.
Saat melihat baju pantai mereka semua pun langsung membelinya yang pasti Fatimah membelikan baju untuk Raya juga, begitulah baiknya Fatimah salah satu teman yang paling kaya adalah Fatimah di antara yang lain dan mereka beruntung karena Fatimah tidak pernah menuntut apapun atau berbuat perhitungan atas kebaikan yang dilakukan olehnya.
"Wahh bagus banget ya," seru Hawa dengan mencoba memakai baju pantai yang berlengan panjang.
Begitu pun dengan Aisyah yang langsung mencobanya dia takut akan kekecilan jika tidak dicoba terlebih dahulu, "Pas kan ya buat aku?"
"Pas kok ya sudah langsung bungkus saja gitu setelah ini kita berfoto di pantai ya ada sunset loh!" kata Fatimah yang ingin selalu berfoto dengan sunset apalagi sekarang sedang berada di pantai.
Mereka pun beli baju couple sebagai kenang-kenangan, dan menghabiskan waktu untuk berfoto ria sebelum pulang bahkan mereka juga membuat video tiktokan, handphone Fatimah dan Hawa yang menjadi korbannya saat ini karena kamera iPhone emang tidak pernah gagal selalu bagus. Membuat mereka juga semangat mengambil setiap momen.