Squad Star Girls Story
Ternyata Baekhyun Salah Paham
"Hello Jen, kamu belum tidur?" tanya seorang dari seberang.
"Gue baru saja selesai mandi," sahut Jennie tanpa malu.
Cowok itu menyeringai mendengar ucapan Jennie, "Woww, kamu sedang tidak memakai baju sekarang? Boleh Video call?" serunya seraya terkekeh.
"Anjir, pikiran Lo yah selalu kotor dan gak pernah berubah ya gue udah memakai baju lah sekarang, ada apa sih?"
"Gak apa-apa gue kangen aja sama Lo Jen, btw Lo lagi sama saudara Lo gak? Soalnya gue telepon dia gak aktif-aktif?"
"Sanha, Sanha emang ya selalu ada maunya, sebenarnya Lo kangen sama gue atau sama Jihyo?" Jennie hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sahabat cowoknya ini.
"Hahahaha." Terdengar gelak tawa Sanha yang begitu keras.
Jennie berjalan menuju lemari bajunya, terlihat deretan baju Jennie yang begitu bagus-bagus dan elegan, dia meraih baju kaos putih lengan pendek untuk tidurnya dia menaruh ponselnya di atas kasur mengabaikan ucapan Sanha dari seberang sana entah apa yang cowok katakan Jennie masih sibuk memakai bajunya, udara malam begitu dingin menusuk kulit putihnya jika berlama-lama memakai baju Jennie bisa masuk angin.
"Hallo Kim Jennie," teriak Sanha membuat Jennie kembali meraih ponselnya.
Cuma Sanha yang selalu berani memanggil nama panjangnya dengan keras ketika cowok itu mulai kesal diabaikan olehnya.
"Iya gue masih ada di sini," sahut Jennie pelan.
"Lo dari mana sih kok gue ngomong gak dijawab-jawab??"
"Sorry malam ini gue harus tidur mata gue udah lelah karena kegiatan tadi di sekolah."
Tiba-tiba Jennie mendengar suara Eun woo yang sedang mengobrol dengan Sanha membuatnya tersenyum dalam hati, berdekatan dengan Sanha selalu membuat dirinya tahu kebiasaan cowok itu.
"Gue gak bawa rokok," sahut Sanha berbicara kepada teman tongkrongannya.
"Sanha, siapa yang minta rokok?" ujar Jennie penasaran.
"Eun woo dia mau merokok katanya lagi frustasi, habisnya lo gak jujur sih sama perasaan Lo sama dia."
Jennie melotot mendengar ucapan Sanha yang terlalu terbuka, "Astaga Sanha! Apa maksudnya."
"Hahahaha …."
Eun woo menoleh mendengar namanya disebut-sebut oleh Sanha namun dia begitu cuek dan tidak peduli kepada siapa cowok itu telponan karena terkadang semua teman-temannya selalu memanfaatkan dirinya agar mendapat uang upah karena berhasil memberi surat ada sekedar menitip salam bahkan nomor Eun woo tersebar karena ulah teman-temannya sampai akhirnya dia harus mengganti nomornya.
Kurang ajar memang mempunyai teman-teman seperti Sanha, Chen dan Dongsaeng, tapi Eun woo tidak pernah membenci mereka karena bagaimanapun tidak akan ada yang lebih seru dan kocak mempunyai teman-teman nakal serta gila seperti mereka ini.
"Sanha awas aja ya kalau Eun woo sampai dengar gue marah satu bulan gak akan mau ngomong sama Lo!"
"Lo tenang aja Jen, Sanha tidak akan dengar lihat saja dia begitu cuek dan malah asik bermain gitar." Sanha menoleh mencari Eun woo yang tadi ada di dekatnya kini sudah bergabung bersama yang lain yang sedang bernyanyi bersama.
"Gue pengen lihat Eun woo main gitar dong Sanha." Jennie meminta Sanha untuk mengirim video Eun woo yang sedang bermain gitar selama ini cowok itu selalu aktif bermain futsal dan bernyanyi saat disekolahan.
"Tapi Lo harus kasih tahu Jihyo untuk segera balas pesan dari gue yah, nanti gue kirim videonya."
"Oke deh, senang bekerjasama denganmu Sanha."
"Hahaha … Jaljayo Kim Jennie."
Sambungan telepon terputus oleh sepihak, Sanha segera bergabung dengan teman-temannya yang lain yang sedang asik bernyanyi ada pula yang sedang sibuk memanggang ikan mas.
"Eun woo lo dapat informasi dari Bobby katanya Baekhyun marah sama Lo karena dia cemburu," ujar Chen memberitahu informasi yang dia dapat.
Mata Eun woo membulat dia menghentikan jemarinya yang sedang asik bermain gitar, "Cemburu sama siapa? Jisso atau Jennie?" katanya menyebutkan dua wanita yang selama ini jadi incarannya.
"Bukan mereka berdua, gue juga ngakak gak berhenti ketawa dengar informasi dari Bobby yang katanya Baekhyun mengira Lo suka sama Lisa, karena Baekhyun pernah melihat Lo berduaan sama Lisa di kelas," jelas Chen kembali melanjutkan ceritanya.
"Hahahaha …." Semua orang tertawa mendengar cerita dari Chen yang begitu menggelitik.
"Bisa-bisanya Baekhyun sebodoh itu yah gue kira dia pintar menggunakan otaknya ternyata dia lebih pintar menggunakan perasaannya," ujar Sanha tertawa sambil memegang perutnya.
"Hahaha benar dia lebih bodoh yang gue kira, ternyata benar kelemahan Baekhyun itu Lisa kayanya dia emang jatuh cinta banget sama si Lisa," timpal Dongsaeng sambil terkekeh.
"Ternyata semua ini hanya salah paham??" Eun woo menatap Chen sambil menarik bibirnya ke bawah.
Chen menganggukan kepalanya membenarkan apa yang Eun woo katakan, begitulah informasi yang dia dapat. "Terus Baekhyun juga tidak suka sama sikap Lo yang menurutnya sok keren lah dan belagu sebagai ketua OSIS, jadi ya dia punya dendam pribadi sama lo, mungkin acara kemarin jadi pelampiasan kemarahan dia sama Lo," sambungnya sambil menganggukan kepalanya merasa yakin dengan pendapatnya mengenai sudut pandang Baekhyun.
Sekarang Eun woo paham apa yang menjadi Baekhyun sangat marah dan membencinya. "Oke sekarang gue paham ternyata itu masalahnya," ujar Eun woo santai. "Thank yah bro kayaknya Lo cocok deh jadi detektif." Eun woo menepuk bahu Chen yang berada di sampingnya.
"Woy! Mark lama banget lo manggang ikannya, gue udah laper nih jangan Lo habisi sendiri." Sanha berteriak nada suaranya naik dua oktaf.
Mark yang sedang asik mengipasi ikan panggangnya menoleh menatap teman-temannya sinis, "Gimana mau cepet orang gue sendiri, bantuin dong jangan banyak bacot."
"Ya ampun kasihan banget sini gue bantuin." Dongsaeng bangun dari duduknya meninggalkan pembahasan yang sudah terpecahkan.
"Ya udah yuk nyanyi lagi," seru Chen sambil bernyanyi dengan suaranya yang merdu.
Sedangkan Eun woo kembali memainkan gitarnya dengan lihai tidak kalah bagus dari suara Chen. Dalam pertemanan cowok-cowok ini mereka mempunyai kelebihan mereka masing-masing dan pikiran mereka juga dewasa. Mereka dipertemukan saat adu balap motor karena mempunyai hobby bermain motor akhirnya mereka berteman baik sampai saat ini.
Diam-diam Sanha memvideokan Eun dan teman-teman yang sedang asik bernyanyi namun ponselnya lebih sering dia arahkan kepada Eun woo.
Send ….
Setelah berhasil mengirim video, Sanha mencolokan ponselnya ke kabel casan serta mematikannya, baterai ponsel iPhone miliknya lowbet.
Jennie yang sedang asik menyisir rambutnya yang sebenarnya jika tidak disisir pun rambut Jennie tetap tergerai indah.
Peking…
Dering ponsel Jennie berbunyi menampilkan nama Sanha di sana, tangan Jennie pun langsung meletakkan sisirnya lalu meraih ponselnya.
"Sanha mengirim video?" gumamnya dalam hati begitu terlihat wajah dalam video tersebut bibir Jennie langsung mengembang.
"Astaga enak banget suara gitarnya," pekik Jennie wajahnya tersenyum haru. "Astaghfirullah gue gak boleh mengharapkan Eun woo lagi, dia hanya akan mengganggu pikirannya lagi." ujarnya kembali meletakkan ponselnya di atas kasur.