Squad Star Girls Story
Latihan Dance
Cinta itu bisa merubah segalanya, Jihyo tidak pernah percaya akan adanya cinta di dunia ini, baginya cowok hanyalah pengganggu untuknya dalam mengejar cita-cita, dia terlalu sibuk mencintai dunia seni musik dan dance sehingga lupa bahwa dia juga butuh seseorang untuk menjaganya dan mengisi kekosongan hatinya.
Rasa trauma akan berpacaran membuat Jihyo menutup hatinya rapat-rapat bagi siapapun yang mencoba mengetuk pintu hatinya, namun secara tidak sengaja dia mendapat perhatian dan kasih sayang yang begitu tulus dari orang yang awalnya hanya iseng-iseng menitipkan surat cinta untuknya melalui saudarinya Jennie, seiring berjalannya waktu hati Jihyo merasa terketuk karena kerap kali Sanha hadir untuk membantu serta menyelamatkannya dia hadir sebagai pahlawan untuknya.
Apa yang keluar dari bibir tipis Sanha membuat Jihyo bingung apa yang harus dia katakan sedangkan hatinya masih terus berharap kepada kekasihnya yang dulu, bisakah Jihyo menjalin hubungan ini bersama Sanha? Apakah semuanya akan baik-baik saja jika dia bersama dengan Sanha? Cinta, dia akan tumbuh seiring berjalannya waktu bukan?
Perlahan Jihyo melepaskan genggaman tangan Sanha, detak jantungnya memompa lebih cepat, darahnya seakan-akan mengalir deras di tubuhnya, tangan Jihyo menghapus air bening yang ada di ujung kelopak matanya.
"Sanha," panggil Jihyo pelan dia mencoba mengatur kata-katanya. "Gue tau bagaimana perasaan lo, sebelumnya gue udah pernah bilang sama Lo kalau gue masih belum bisa move on dari kekasih gue dulu karena meskipun dia udah sakitin gue cinta itu buta dan tuli and love must be one," lanjutnya sambil menundukan kepalanya sesekali dia menatap ke arah lain.
"I would still be waiting Jihyo, percayalah! aku akan selalu ada buat Lo meskipun lo belum bisa buka hati Lo buat orang lain, I have no problem I promise to make you love me." Dengan penuh percaya diri Sanha mengatakan hal itu kepada Jihyo.
Air mata Jihyo kembali mengalir, dia begitu terharu dibuat oleh pengorbanan Sanha untuk menaklukan hatinya. "I hope you will succeed."
Sanha tersenyum mendengar ucapan Jihyo, yang memberikan semangat untuk dirinya, berarti dalam artian Jihyo ingin dirinya lebih berusaha untuk bisa membuat Jihyo jatuh cinta dan membukakan hatinya untuk dirinya.
"Gue gak bisa lama-lama, karena dari kemarin belum pulang ke rumah," pamit Sanha seraya bangkit dari duduknya.
Jihyo ikut berdiri, "Sekali lagi makasih banyak yah Lo udah nolongin gue kapan-kapan deh gue bakal balas hutang budi gue," katanya.
"Oke gue tunggu yah, jangan terlalu dipikirkan ucapan gue tadi jalani aja seperti biasanya, jangan menangis lah yah." Sanha mengacak-acak rambut Jihyo dengan gemas.
"Ihh kan jadi acak-acakan rambut gue," keluh Jihyo sambil merapikannya kembali.
Sanha terkekeh, "Biarin gitu aja lebih cantik tau," candanya.
"Udah gak usah gombal, gue antar sampai depan yah!" Sanha berhasil membuat Jihyo kembali tersenyum.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju depan pintu dimana motor Sanha terparkir di sana. Setelah mengucapkan salam Sanha pergi meninggalkan kediaman Jennie, sedangkan mata Jihyo masih terpaku melihat punggung Sanha sampai cowok itu menghilangkan dibalik gerbang yang menjulang tinggi itu.
Disisi lain, Jennie dan ketiga sahabatnya sedang asik menonton Drakor terlihat Snack ditangan Rose yang sudah habis.
"Rasain tuh makanya jangan coba-coba lawan Vincenzo," pekik Jennie dengan greget pada tokoh yang menjadi asisten Hong Cha Young.
Lisa mengambil minumannya lalu meneguknya sampai habis, "Tapi kasihan tau dibikin malu kaya gitu."
"Iyuw itu darah bukan sih?" celetuk Jisso dengan wajahnya yang terlihat ngeri.
"Iya itu darah babi kayaknya deh," sahut Rose menebak.
"Emang harus dikasih pelajaran sih, udah jahat banget kan soalnya," kata Jennie yang memang kesal melihat akting asistennya Hong Cha Young itu yang selalu bermuka dua.
"Gue ke kamar mandi dulu yah!" Lisa bangkit dari duduknya. "Anterin yuk Jen," ajaknya sambil menarik tangan sahabatnya.
"Lagi seru nih, tahan dulu aja sih." Jennie menolaknya melihat adegan yang begitu menarik dan tidak bisa ditinggalkan.
Lisa mendengus kesal dia pun duduk lagi mencoba menahannya sampai berganti episode berikutnya baru dia kembali menarik Jennie untuk mengantarnya.
"Iya hayuk," ujar Jennie seraya melempar bantal guling nya ke arah Jisso yang sedang fokus menatap layar.
Banyak tersebut mengenai tepat di wajah Jisso membuat cewek itu terkejut, "Sial, awas yah bantalnya gue ambil," ancamnya seraya memeluk bantal guling Jennie.
Jennie menghiraukan perkataan Jisso tangannya ditarik agar berjalan cepat oleh Lisa yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
"Tungguin yah!" pinta Lisa sebelum menghilang dari balik pintu kamar mandi.
"Iya buruan jangan lama-lama," sahut Jennie dia berjalan menyandar di pagar besi lantai dua matanya menatap ke bawah.
Tepat saat itu juga terlihat Jihyo menutup pintu rumahnya lalu berjalan lesu menuju ruang tv ditangannya terdapat kantor plastik hitam entah apa itu isinya Jennie tidak melihatnya dengan jelas.
Saat ingin Jennie panggil Lisa sudah keluar dari kamar mandi padahal dia ingin bertanya apakah Sanha sudah pulang atau belum dan sepertinya kantong plastik tadi dari Sanha deh, pikir Jennie.
"Yuk!" ajak Lisa sambil menepuk bahu Jennie. "Kenapa?" tanyanya melihat respon Jennie yang kaget ditepuk olehnya.
"Gak apa-apa, Lo cepet banget dah gak cebok yah?" celetuk Jennie sambil terkekeh.
"Ish kalau ngomong asal deh ya cebok lah masa gak, yang ada gatal-gatal gue nantinya," sahut Lisa dengan emosi atas tuduhan Jennie.
Jika menonton sampai selesai mungkin akan menghabiskan waktu dua hari atau tiga harian, jadi mereka berempat memutuskan untuk melanjutkan lagi nanti.
"Kita dance dulu yuk, kita makai lagu terbaru pink venom aja yah," seru Rose sudah tidak sabar untuk dance.
"Kita latihannya di ruang tengah aja yah," ujar Jennie mengajak teman-teman untuk mengikuti dirinya ke ruang tengah yang mana ada televisi besar untuk bisa memutarkan lagunya nanti.
"Yaudah latihan di sini aja," tukas Jisso yang sudah bergoyang sendiri tidak sabaran.
Jennie memutarkan lagu pink venom black pink lagu terbaru yang sedang trending 1 di dunia musik.
"Ingat formasinya kan?" seru Lisa kepada sahabat-sahabatnya untuk berbaris sesuai formasi yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jisso berjalan ke tengah, "Oke siap."
"Mulai!!" teriak Jennie yang sudah memutarkan lagunya.
Mereka bernyanyi sambil dancer bersama-sama, mempunyai teman satu frekuensi emang seru banget bisa melakukan hobby bersama-sama, dan pastinya mereka selalu bahagia.
"Aduh, jangan nabrak gue dong!" omel Lisa saat tiba-tiba secara tidak sengaja Jisso menyenggol lengan Lisa.
"Maaf ka, gua tidak sengaja." Jisso melipat bibirnya ke dalam begitu menabrak Lisa.
Semua mata menoleh saat mendengar keributan Lisa dan Jisso lagu pun diberhentikan oleh Jennie.
"Lebih hati-hati lagi yah teman-teman jangan sampai nabrak nanti kalau jatuh bisa fatal," seru Jennie memberikan arahan kepada teman-temannya semua.
Rose pun menyiapkan dirinya untuk hati-hati, "Fokus yah teman-teman biar gak salah dancenya," timpalnya.
"Fighting!!" teriak Jennie memberikan semangat lalu memutarkan kembali lagunya.
Wajar jika saat latihan dance seperti ini pasti ada banyak kesalahan atau hal-hal keributan kecil yang terjadi, karena tidak setiap orang belajar itu langsung bisa dan bagus pasti berawal dari kesalahan-kesalahan terlebih dahulu seperti Squad star girls saat ini.
Berkecimpung di dunia seni musik seni tari menjadi salah satu obat menghilangkan rasa stress dan membuat hati selalu bahagia, mereka bernyanyi dengan riang mereka dance dengan santai mengikuti iramanya.
Ini adalah kali kedua mereka latihan, tidak gampang emang menghafal gerakan demi gerakan itu apalagi gerakan baru yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.
"Yeah, akhirnya selesai juga gimana ada gerakan yang sulit gak?" tanya Jennie sambil mengusap keringatnya.
"Sedikit sih apalagi pas gerakan yang seperti ini," sahut Jisso seraya mencontohkan gerakan yang menurunkan agak sulit untuk mengikutinya.
Lisa terlihat mengikuti gerakan Jisso memberikan contoh dengan cepat sesuai lagunya yang ngerap. "Gak apa-apa pelan-pelan aja dulu nanti juga kalau sering berlatih akan terbiasa," katanya memberikan motivasi.
"Gue upload video latihan kita hari ini ke tik tok yah?" ujar Rose yang sedari tadi menonton hasil latihan mereka yang baginya cukup bagus dan kompak.
"Iya boleh, tapi bagus gak?" Lisa menghampiri Rose untuk melihat hasil videonya.
"Bagus kok, kompak lagi kita." Rose memberikan senyuman terbaiknya bangga atas kerjasama sahabat-sahabatnya.
"Oke nanti tag gue yah!" pinta Jennie sebelum pergi menuju kulkas yang tidak jauh dari tempat latihan mereka.
Setelah selesai mereka duduk dengan kaki yang lulus karena jika tertekuk sendi dan otot-otot nya akan keras dan sulit digerakan.
Jennie membawa minuman untuk sahabat-sahabatnya lalu memberikannya satu-satu dan duduk di samping Lisa sambil menyandarkan kepalanya di bangku.