Squad Star Girls Story

Awas Baper!!

Eun woo datang dengan membawa dua botol teh pucuk dan duduk di samping Jennie, cewek yang sedari tadi fokus menatap jalanan kini menoleh ke arahnya.

"Nih, minum!!" Eun woo menyodorkan minumannya.

Jennie merasa gak enak hati kepada Eun woo namun disisi lain dia haus, "Makasih, nanti gue ganti kapan-kapan." Seakan-akan Jennie menolak pemberian Eun woo dan malah menganggapnya hutang.

"Gak perlu kali Jennie, gue ikhlas ngasih buat Lo sekalian tanda terima kasih gue karena lo mau nemenin gue disini," jelas Eun woo melihat respon Jennie barusan. Dalam hatinya dia berkata. "Ini cewek bener-bener ya, niat gue kan baik dikira gue minta balas budi kali yah, baru kali ini gue Nemu cewek kaya lo." 

Jennie mengulum senyum pada bibirnya, "Thanks," katanya singkat.

"Dek, sekalian tambah angin gak nih?" tanya si Abang tukang tambal ban kepada mereka.

"Iyah Bang, dua-duanya tambah angin yah!" sahut Eun woo dengan cepat.

Jennie tahu kondisi perekonomian Eun woo dia berniat membantunya membayar biaya tambal ban karena dia juga turut andil dalam musibah ini. 

Saat Eun woo beranjak menghampiri Abang tambal ban, Jennie memotretnya lalu mengirimnya ke grup Squad Star Girls. 

*Lisa

"Jennie, lagi di tempat tambal ban sama Eun woo?" 

Jennie tersenyum membacanya, dia membayangkan wajah Lisa yang sedang terkejut setiap kali mendengar nama Eun woo alasannya dia punya dendam pribadi dengan cowok itu. 

*Rose

"Pantesan lama datangnya orang lagi berduaan." 

*Jisso

"Mengirim stiker ketawa"

*Lisa

"Jangan lama-lama Jennie, kita semua sudah mulai nih rapatnya." 

*Jennie

"Iyah nih udah selesai tambal bannya juga, tolong izinin telat yah Lis." 

Jennie menghampiri Eun woo, "Gimana udah selesai?" tanyanya.

"Sudah nih Alhamdulillah," jawab Eun woo sembari menyalakan motornya kembali.

"Tadi Lisa bilang rapatnya sudah dimulai, kita disuruh cepatan." Jennie menyampaikan pesan Lisa kepada Eun woo. "Berapa semuanya Bang?" tanyanya pada si Abang.

"50 ribu neng." Begitu si Abang memberi tahu Jennie langsung memberikan uangnya. 

"Jen, pakai uang gue aja," sergah Eun woo menghentikan Jennie yang hendak memberikan uangnya.

"Makasih yang neng," ujar si Abang yang langsung berlalu masuk ke dalam untuk mencuci tangannya.

Sedangkan Jennie mengabaikan ucapan Eun woo, "Buru jalan kita sudah telat!" katanya.

"Ih dasar keras kepala yah kamu," ujar Eun woo menyentil jidat Jennie pelan karena dia sendiri pun tidak tega kasar dengan cewek.

Membuat Jennie mengasuh kesakitan, "Auww sakit tahu," adunya.

"Lagian, yaudah sebagai gantinya habis rapat gue ajak Lo makan pecel lele mau?" tawar Eun woo sambil tersenyum manis.

Kini motor Eun woo sudah bisa melaju dengan kecepatan tinggi sehingga bisa sampai di sekolah dengan cepat. 

Batin Jennie berbisik, "Kenapa Eun woo bisa tau makanan kesukaan dirinya ah cowok ini selalu membuat aku terpana dan penasaran yang penting aku gak boleh baper sama perkataan dia."

"Yuk masuk!!" Eun woo mempersilahkan Jennie untuk berjalan lebih dulu di depannya.

Sesampainya di dalam ruangan rapat semua mata tertuju pada ketukan pintu yang ternyata dua sejoli yang datang membuat Bu Shin tersenyum melihatnya.

"Kalian dari mana aja kok baru datang?" tanya Bu Shin mengintrogasi.

"Maaf Bu, tadi ban motor saya ketusuk paku di jalan jadi tambal ban dulu," jelas Eun woo dengan sopan.

Hal yang membuat Jennie kagum dari sosok Eun woo juga adalah sopan santunnya cowok itu kepada semua orang.

Bu Shin sebenarnya sudah tahu dari Lisa beliau sengaja bertanya kembali kepada dua sejoli yang memang kehadirannya sudah ditunggu-tunggu.

"Yaudah silahkan duduk Eun woo, Jennie!" ujar Bu Shin mempersilahkan.

Lisa yang diujung sana melambaikan tangannya ke arah Jennie agar sahabatnya itu duduk di samping dirinya, Jennie pun menghampiri Lisa dan Rona serta Rose yang ada di sebelah ujung meja rapat, sedangkan Eun woo langsung duduk di samping Bu Shin dan Mj.

"Baiklah tadi sebelumnya Ibu sudah sampaikan bahwa di acara Diesnatalis nanti kita akan mengundang anak yatim piatu yang diasuh oleh pimpinan sekolah kita sendiri, nah Eun woo kamu sebagai ketua acara harus menyampaikan sambutan jadi tolong persiapkan, sekarang Ibu mau dengar sudah sejauh mana pergerakan kalian dalam menyambut acara ini?" tutur Bu Shin sebagai guru yang bertanggung jawab atas jalannya acara Diesnatalis makanya dia mengajak para anak OSIS yang memang menjadi panitia acara ini. 

Eun woo menoleh pada Jennie dia sendiri khawatir keuangannya kurang untuk bisa mengadakan acara sesuai yang diharapkannya. Di saat itu juga Jennie menoleh ke arah Eun woo namun dia malah mendapat kode dari cowok itu untuk berbicara terlebih dahulu. 

Sekarang Jennie menoleh kepada teman-teman ceweknya bertanya siapa yang akan bicara terlebih dahulu namun respon Mi Ran dan Rona pun sama menyuruh dirinya untuk berbicara. 

"Lo aja dulu Jennie, biar kita tahu sudah ada berapa dananya yang terkumpul," bisik Lisa persis di samping telinga Jennie. 

Akhirnya Jennie membuka suara karena semua orang sudah menunjuknya untuk berbicara terlebih dahulu, "Assalamualaikum Wr. Wb baiklah izin masuk, saya Jennie dari divisi bendahara ingin menyampaikan dana acara yang sudah terkumpul sampai hari ini berjumlah Rp. 500.000 rupiah, dan kemarin kita pakai untuk mengeprint proposal acara Rp. 20.000 serta dipakai untuk menyewa panggung acara nantinya Rp. 350.000 rupiah, jadi total semuanya adalah Rp. 130.000 ini hanya uang masuk dari iuran anak-anak dari kelas VIII-XII sekian terimakasih wassalam," jelas Jennie panjang lebar mempresentasikan divisi bendahara.

"Jennie yang sponsor belum masuk yah?" tanya Eun woo mendengar jika dana yang masuk baru dari iuran anak-anak sekolah saja. 

"Belum Eun woo, kemarin Lisa baru bikin suratnya kan dan humas pun belum sebar tuh proposal," sahut Jennie.

"Iya Eun woo, kemarin gue udah bikin dua surat untuk dikasih ke orang yang Lo suruh itu tapi suratnya masih ditangan humas soalnya kemarin gue gak bisa ikut anterin surat ke sana," jelas Lisa melaporkan jika tugasnya sudah dilaksanakan dengan baik.

"Bagaimana anak humas, suratnya sudah dikasih? Mi ran sama Hanbin yah siapa-siapa anak humasnya gue lupa lagi." Eun woo memandang teman-temannya yang hadir dia pun mengeluarkan ponselnya untuk mengecek apakah ada yang izin tidak ikut kumpulan hari ini. 

 

"Chanu sama Karina Eun woo, mereka izin ada kerjaan katanya jadi gak bisa hadir," sahut Hanbin sebagai ketua divisi Humas. "Dan untuk suratnya kita hanya baru kasih satu ke Pak Lee Seung soalnya kemarin hujan jadi gak bisa lanjut," ungkapnya.

"Iyah gak apa-apa jangan dipaksa yang ada kalian sakit kan bahaya nanti gak ada yang gerak divisi humasnya," ujar Eun woo penuh perhatian kepada teman-temannya.

 

"Najis, sifat buaya Lo masih melekat yah Eun woo, gila sih sok perhatian banget Lo," pekik MJ dengan sedikit tertawa sambil menepuk bahu Eun woo. 

"Mj, wajar dong Eun woo perhatian sama kalian karena kalian kan rekan kerjanya kalau kalian sakit ya pasti Eun woo yang akan handle pekerjaan kalian sendirian jadi dia mengingatkan agar kita semua tetap sehat dan bisa kerja mensukseskan acara Isra mi'raj nanti," jelas Bu Shin meluruskan.

 

Eun woo yang merasa terbela kini malah sok, "Tuh dengerin, gue tuh sayang sama kalian jadi gak usah lah ngatain gue buaya," katanya dengan nelangsa, ternyata julukan itu sudah melekat untuk dirinya sehingga semua orang tidak percaya lagi dengan kata-katanya.

 

Jennie terdiam memikirkan perasaannya kepada Eun woo bagaimana mungkin ini hanya rasa kagum biasa sedangkan jantungnya selalu berdetak kencang saat Eun woo merayu dirinya bahkan dia selalu merasa nyaman dan aman saat berada di dekatnya. Sebenarnya perasaan apa ini? 

 

"Hey," tegur Lisa menepuk Jennie yang sedang melamun di ruang rapat. "Jangan bengong nanti kesambet loh," lanjutnya sambil terkekeh.

 

Jennie membalas gurauan Lisa dengan tersenyum getir, begitu wajahnya mendongak ke depan Eun woo sedang memperhatikannya dan tersenyum namun segera mungkin Jennie berpaling, saat bola matanya mengarah kepada cowok itu, semua ini semakin membuat hati Jennie tersenyum bahagia, kenapa Eun woo selalu melihat ke arahnya? 

 

Rapat terus berlanjut sambil mendiskusikan konsepan acara dan persiapan tempat yang akan digunakan nantinya, setelah ini akan ada perkumpulan-perkumpulan untuk anak OSIS sampai acaranya selesai. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!