Wanita Tanpa Rahim

Epilog Akhir

"Sayang, kok cepet banget pulangnya? Baru aja Mas mau nyusul ke sana," ucap Mas Akmal saat melihatku masuk rumah. Ucapannya tak kuhiraukan lagi. Sakit dada ini seperti disayat-sayat.

"Loh, loh kok malah nangis, ada apa?" Mas Akmal mengikutiku dari belakang saat menyadari mataku sembab. Dia memang suami yang sangat peka. Sedikit saja ada yang berubah dariku, pasti ia menyadarinya.

"Maafin Adek, Mas. Adek nggak kuat berlama-lama di sana," ucapku makin tergugu. Kuseka air mata yang seolah tak ada habisnya ini menggunakan kengan bajuku.

"Iya, nggak papa. Emang ada apa? Katakan sama Mas, ada apa?" Lelaki pemilik surgaku ini merengkuhku dalam dekapannya. Kehangatan menjalar ke seluruh tubuh hingga membuat hati ini yang perih, sedikit sembuh.

"Ibu-ibu di sana bilang kalau Adek kena karma, Mas. Mereka bilang Adek nggak bisa punya anak karena kena karma ...." Tangisku makin pecah. Napas pun tersengal-sengal akibat dada yang terasa sesak.

Kuceritakan yang terjadi di rumah Emak, tadi. Omongan mereka yang membuat hati ini seperti disayat-sayat selapis demi selapis, hingga menyisakan perih yang tiada tara. Mas Akmal mengepalkan tangannya hingga jelas tonjolan tulang jari-jari tercetak di antara sela-selanya.

"Siapa yang bilang begitu? Katakan pada, Mas. Biar kusumpal mulutnya yang nggak ada akhlak itu!"

Kulihat Mas Akmal sudah berdiri. Bersiap untuk ke rumah Emak untuk memberi pelajaran pada mereka yang telah memfitnahku. Namun tangannya kupegang kuat. Jangan sampai ia melakukan itu. Tidak. Aku tak ingin suamiku menjadi seorang pendendam. Biarkan saja mereka mengatakan apa. Bukankah itu justru akan mengurangi dosa-dosaku?

Setelah mengucap istighfar berkali-kali, Mas Akmal kembali melembut. Tatapannya tidak tajam seperti tadi. Sungguh, orang yang sabar itu kalau marah sangat mengerikan. Dan aku baru saja melihatnya.

"Jangan pikirkan perkataan mereka. Mereka hanya sirik dengan kehidupan kita. Percayalah, Mas nggak pernah berpikir seperti itu. Mas percaya Adek istri yang setia. Mas juga percaya Adek memegang teguh ajaran agama, sehingga tak mungkin melakukan perbuatan sekeji itu."

Bertubi-tubi pria berjenggot ini menciumi puncak kepalaku. Menyalurkan ketenangan agar aku tak termakan omongan mereka.

"Apa, Mas nggak masalah kalau kita nggak bisa punya keturunan selamanya?" tanyaku sambil mendongak. Melihat reaksinya seperti apa.

"Apa Adek masik meragukan, Mas?"

Aku menggeleng. Memang Mas Akmal sudah sering meyakinkanku soal ini. Bahwa anak bukanlah satu-satunya jalan kebahagiaan. Baginya, memiliki anak atau tidak adalah ketetapan Allah. Allah lah yang mengatur siapa yang akan diberi dan siapa yang tidak.

Ya. Benar apa katanya. Allah sudah menetapkan qadla' pada setiap hamba-Nya. Manusia hanya bisa menerima setiap qadla'-Nya dengan iman yang sempurna. Karena mengingkari qadla'-Nya sama saja tidak beriman pada-Nya. Na'udzubillah.

Dan inilah hidup kami. Rumah tangga kami. Meski diterpa ujian bertubi-tubi, jika menjadikan Allah sebagai sandaran, maka kami bisa melewatinya dengan baik. Syukur tiada terkira kami ucapkan pada Pemilik jagat raya. Berkat petunjuk dan karunia-Nya, kami tidak tersesat di dunia ini.

Mas Akmal selaku imam, senantiasa membimbingku ke jalan yang benar. Ia tak pernah memberiku kesempatan untuk bermaksiat pada-Nya. Alhamdulillah. Meski kuakui, sebagai manusia, aku tak pernah lepas dari salah dan dosa. Terkadang aku mengeluh disat terjatuh. Aku mengiba disaat didera derita.

Namun suamiku selalu menguatkan. Dia tak pernah membiarkanku larut dalam nestapa. Pemikirannya yang logis dan selalu bersandar pada diennya, membuatku selalu berlindung di belakangnya. Seperti saat ini, saat semua orang mencerca karena kelemahanku sebagai wanita, dia yang berdiri di depan untuk menjadi pelindungku. Ya, akulah perempuan tak sempurna yang memiliki imam yang sempurna. Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?

 

***

 

 

End

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!