3 Duyung Cantik

Mencari Petunjuk

Ketika Andi mulai menginstruksikan kepada teman-teman untuk menangkap ketiga gadis itu, tiba-tiba Dirga datang.

 

“Woy!" teriaknya membuat mereka semua menoleh 

 

Dirga menghampiri mereka semua, “Delapan cowok lawan tiga cewek, dasar perempuan semua!" teriaknya dengan sarkas.

 

Andi membuang muka dengan malas, “Dir, mending Lo gak usah ikut campur deh kalau gak mau bonyok mending pergi sana!” serunya meremehkan lawan.

 

Dirga terkekeh mendengar ocehan Andi, “Gue suka gaya Lo," katanya sambil melangkah maju menghampiri Andi.

 

Arabell, Ratu dan Astrid berlari menghampiri Dirga dan bersembunyi di belakangnya, berdiri jauh di antara laki-laki itu, tanpa mereka sadari di belakang mereka terdapat kolam renang. 

 

Dirga dan para cowok-cowok itu bersiap untuk berkelahi satu persatu mereka tumbang dihajar oleh Dirga, sampai akhirnya dia menyuruh temannya untuk maju. 

 

Namun tiba-tiba Astrid berlari menghadangnya, dan menendang cowok itu hingga terjatuh di lantai, Andi yang tidak terima langsung mendorong Astrid sehingga cewek itu terdorong ke belakang dan hampir saja jatuh ke dalam kolam, untung saja dengan cepat Ratu dan Arabell langsung memegangi tangan Astrid. 

 

“Astrid!!” teriak Arabell terkejut melihatnya. 

 

Ratu dan arabel pun langsung merasa deg-degan karena hampir saja Astrid terjatuh ke dalam kolam renang, Andi yang melihatnya berharap kalau Astrid jatuh ke kolam itu namun Arabell dan Ratu menarik kembali tangan Astrid dengan kuat sehingga bisa berdiri dengan tegap. 

 

“Lo berani sama gue, Strid?" ujar teman Andi yang hendak kembali mendorong cewek itu namun tangannya langsung dipegang oleh Dirga.

 

Perkelahian terjadi kembali antara Dirga dan teman-teman bayarannya Andi, ya hasilnya mereka satu persatu tumbang dan ada yang terjatuh ke dalam kolam renang. 

 

Para laki-laki bayaran Andi itu pun langsung bangun dan berlari pergi, dan Andi harus menerima kekalahannya.

 

"Hemm, Dirga, makasih ya,” seru Astrid. 

 

“Iya lagi-lagi Lo udah nolongin kita dari Andi yang rese itu," ujar Arabell.

 

"Iya tapi kenapa sih lo kayaknya takut banget mau nyebur ke kolam padahal kan lo bisa berenang,” tanya Dirga, dia merasa heran melihat ekspresi wajah Astrid saat hampir tercebur ke kolam. 

 

"Hemm, gue lagi alergi kaporit,” sahut Astrid gugup. 

 

“Iya bener, Astrid alergi kaporit," timpal Ratu meyakinkan Dirga. 

 

“Oh, yaudah gue duluan ya," ujar Dirga yang hendak berlalu pergi 

 

“Thank ya Ga.” Ratu berteriak seraya melambaikan tangannya ke arah cowok itu. 

 

Mereka pun tersenyum lega akhirnya bisa mengatasi semuanya dengan selamat.

 

"Ke kantin lagi yuk,” ajak Ratu. 

 

“Yuk!” sahut Arabell dan Astrid bersamaan. 

 

Di kantin selalu ada Doni dengan tumpukan buku-buku di depannya. 

 

“Gimana Don?” tanya Astrid yang sudah berdiri di samping Doni. 

 

Arabel pun duduk di sebelah Doni “Gimana Don, sudah nemu infonya belum?" tanyanya.

 

“Belum aku sudah cari info tentang duyung tapi tidak nemu,” kata Doni pelan takut terdengar yang lain.

 

Ratu penasaran dengan jawaban Doni “Lo udah baca semuanya Don?” 

 

“Udah gue baca 5 kali,” jawabnya seraya menunjukkan jarinya. 

 

“Kita harus nyari dimana lagi dong petunjuknya?” keluh Arabell dia bingung dengan permasalahan ini.

 

Mereka semua terdiam untuk bisa berpikir dan menemukan petunjuk sampai tiba-tiba ponsel Ratu berdering. 

 

Dengan cepat Ratu merogoh kantong bajunya untuk mengambil ponsel miliknya, "Bu Maya,” serunya menoleh ke sahabatnya.

 

“Ya udah angkat!” pinta Astrid dan Arabell secara bersamaan. 

 

"Halo Bu?" sapa Ratu dengan gugup. 

 

"Kalian bingung menemukan petunjuknya?” ujar Bu Maya yang kini berada di lantai 2. 

 

Setelah memberitahukan petunjuk yang sedang anak-anak itu butuhkan, sambungan telepon pun langsung terputus oleh Bu Maya. Arabell dan Astrid menatap Ratu dengan penasaran.

 

“Bagaimana Rat?" tanya Arabell dengan penasaran ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Bu Maya mengenai petunjuk. 

 

"Apa yang beliau katakan Rat?” timpal Astrid yang juga penasaran apa yang Bu Maya bicarakan di telepon tadi.

 

****

 

Sepulang sekolah mereka bertiga langsung mencari ke laut untuk menemukan petunjuk yang dikatakan oleh Bu Maya. 

 

“Gimana lo berdua ketemu sesuatu gak tadi?” tanya Arabell pada kedua sahabatnya.

 

“Gue nggak nemu apa-apa,” sahut Ratu pelan.

 

“Sama gue juga tapi gue nemu ini di laut,” kata Astrid sambil menunjukkan sebuah kalung yang ada di genggaman tangannya. 

 

Hal itu membuat Ratu dan Arabell kaget melihatnya.

 

"Wow, bagus banget!” seru Arabell yang sudah mengambil kalung itu dari tangan Astrid. 

 

Ratu pun ikut penasaran dia mengambil kalung tersebut dari Arabel "Eh, ini punya siapa ya?" tanyanya. 

 

"Gue juga nggak tahu, mungkin kalung ini salah satu petunjuk tentang seribu kebaikan, lagian yang dikatakan Bu Maya petunjuk itu akan datang dengan sendirinya,” jelas Astrid yang masih mengingat perkataan Bu Maya.

 

Arabel pun menganggukkan kepalanya dia juga teringat akan perkataan bu Maya tentang petunjuk itu. 

 

Setelah selesai, Arabell pun langsung pulang ke rumahnya dia melihat ada adiknya yang bernama Amy yang sedang makan di depan, perlahan Arabell langsung membukakan pintu gerbang rumahnya. 

 

"Amy!” panggil Arabell, seketika membuat Amy panik melihat kakaknya yang pulang.

 

“Ya ampun Amy, kok kamu makan permen gigi kamu kan sudah bolong!" ujar Arabell, “Sini permennya kakak sita, kalau kamu mau ambil permennya, kamu harus minta izin dulu ke Mama,” ucap Arabell memberi peringatan kepada adiknya, membuat Amy rasa kesal karena permennya telah diambil oleh sang kakak. 

 

Setelah kepergian Arabell yang masuk ke dalam rumah tiba-tiba Andi muncul, dan menghampiri Amy yang sedang duduk di teras. 

 

“Amy sini!” panggil Andi pelan takut jika ketahuan oleh Arabell jika dirinya ada di sini, gadis itu berhasil menoleh. 

 

"Apaan sih?” gerutu Amy kesal melihat kedatangan Andi. 

 

“Kamu mau ini kan?” Andi menunjukkan beberapa permen yang ada di genggaman tangannya. 

 

Sebelumnya Andi memang sudah memperhatikan kejadian saat Arabel merampas permen milik adiknya sehingga membuat Amy menjadi kesal. 

 

"Aaa mau, mau!” teriak Amy dengan mata yang berbinar-binar saat melihat permen kesukaannya. 

 

Amy adalah salah satu anak kecil yang menyukai permen dan coklat namun orang tuanya dan Arabell melarangnya untuk makan yang manis-manis. 

 

Andi mengambil kembali permen miliknya. “Syutt! Tenang, tenang, kamu mau ini kan? Kalau gitu kamu harus lakuin sesuatu buat kakak terlebih dahulu," ujar Andi dia merencanakan untuk mencari tahu sesuatu tentang Arabell melalui adiknya.

 

Amy tampak bingung, “Apa emang?" tanyanya penasaran apa yang harus dia lakukan nanti. 

 

Andi langsung membisikkan sesuatu pada

Amy, agar anak itu mau melakukan sesuatu untuk dirinya. 

 

Mendengar syarat itu adalah hal yang mudah, Amy langsung menyetujuinya untuk melakukannya, dia pun langsung diberi permen sebagai hadiah. 

 

Saat malam hari, Arabell sudah tertidur pulas di dalam kamarnya dan Amy mengendap-endap masuk ke dalam kamar Arabell dan membuka semua lacinya yang ada di dalam kamar itu.

 

“Hufffhh," Arabell bergerak dan mengembalikan tubuhnya menghadap Amy.

 

Membuat Amy panik ketakutan dia pun menarik nafas dalam-dalam dia memejamkan mata takut ketahuan oleh arabel namun tidak ada pergerakan lagi dari kakaknya, dia pun melambaikan tangannya di depan mata kakaknya memastikan jika kakaknya sudah tertidur pulas.

 

Dengan cepat Amy pun mencari kembali buku diary yang dimaksud Andi dan akhirnya dia menemukan buku diary tersebut, dibawalah buku diary itu ke kamarnya. 

 

Perlahan Amy pun menutup kamar pintu kamarnya, dia senang akhirnya menemukan buku diary sang kakak yang disuruh oleh Andi. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!