3 Duyung Cantik

Pemilihan Putri Museum

Minggu lalu Bu guru memang telah mengumumkan jika ada pemilihan putri museum yang menang akan mendapatkan juara, membuat Teri menantang Arabell untuk ikut dalam kompetisi ini, namun Arabell menolaknya, Teri tetap memaksa Ara untuk ikut karena dia ingin menjadi lawannya. 

 

Melihat tantangan itu malah membuat Astrid yang menyetujuinya untuk menggantikan Arabell melawan Teri, yang kemudian diterima oleh Teri. 

 

Ratu tersenyum manis di depan Mamahnya Arabell, dia baru saja ingin memberitahu tentang kejadian tadi kepada sahabatnya ini namun Mamahnya sudah datang duluan.

 

"Ah ya sudahlah nanti aja deh gue kasih tahu Arabell nya," gumam Ratu dalam hatinya.

 

"Selamat pagi para hadirin sekalian, saat yang ditunggu-tunggu telah tiba sambutlah pemilihan putri museum 2013!" seru pembawa acara itu yang diikuti dengan suara gemuruh tepuk tangan para penonton.

 

"Peserta yang pertama putri kura-kura, yang kedua putri kepiting!" 

Semua para peserta memperagakan gayanya di depan para penonton yang diikuti sorak dan suara tepuk tangan dari penontonnya.

 

"Peserta yang selanjutnya Astrid sebagai putri cumi-cumi," teriak pembawa acara dengan antusias.

"Yeye Astrid!" seru Arabell yang nampak semangat mendukung sahabatnya itu.

"Huhu Astrid!" teriak Ratu tak kalah heboh dengan penonton lainnya dia juga memberikan tepuk tangan kepada sahabatnya.

 

Astrid dengan pedenya bergaya di depan semua penonton sembari tersenyum hangat kepada mereka, di sisi lain Amy dan Tomi nampaknya sedang bersiap-siap menjalankan aksinya.

 

"Peserta yang terakhir Teri sebagai putri duyung!" seru pembawa acara itu.

 

Teri datang bersama pasukannya yang mengangkat dirinya duduk di atas singgasana, melihat kedatangan Teri dengan kostumnya duyungnya membuat Arabell dan Ratu mengerutkan keningnya menatap Teri ambigu.

 

"Hah, duyung?" gumam Arabell dia heran kenapa Teri bisa memakai kostum duyung segala dalam acara ini.

 

"Ton, sekarang Lo stay by duluan ya!" pinta Amy kepada Tomi, dia sudah tidak sabar menjalankan rencananya sembari memegangi semprotan air.

 

"Siap-siap." Tomi bergegas pergi dan bersiap-siap menjalankan tugasnya.

"Astrid kok lo nggak pakai baju putri duyung sih?" pekik Teri kaget saat melihat Astrid tidak memakai kostum yang dia kira sebelumnya.

 

"Siapa yang mau makai duyung?" kata Astrid dengan mengangkat sebelah alisnya ke atas.

 

"Ya udah tapi lo harus siap-siap kalah ya." Dengan pedenya Teri berkata itu kepada Astrid.

 

"Woke." Astrid tersenyum menanggapi ucapannya Teri.

 

"Ton!" Amy berseru kepada Tomi untuk melihat aba-aba darinya.

 

Di samping itu Amy dengan siaga memegangi semprotan airnya sembari menghitung maju.

 

Arabell dan Ratu kaget saat melihat Amy yang hendak menyemprotkan air kepada para peserta yang mana di sana ada Astrid, entah apa yang harus mereka berdua lakukan ketika melihat Amy sedang menghitung kadang pula mereka menatap Astrid yang ada di atas panggung sana yang sedang tersenyum ke arah penonton.

 

Tepat hitungan ke tiga Tomi menekan tombolnya dan Amy mengarahkan selang air itu kepada semua peserta, dengan cepat Arabell mengeluarkan kekuatannya.

"Aah!" pekik Teri yang terkena air itu.

 

Astrid menoleh dengan panik, "Ah air? Duh gue harus bagaimana ini?" gumamnya dalam hati.

 

Semua penonton kaget melihat kejadian itu kenapa mendadak ada air.

 

"Yeah berhasil," seru Amy antusias dia pun melangkah maju ke atas panggung dan mengambil alih mic nya.

 

"Amy?" seru Mamahnya dan Arabell bersamaan melihat kelakuan Amy yang naik ke atas panggung.

 

"Om dan Tante-tante sekalian Amy di sini akan membongkar satu rahasia besar bahwa di sekitar kita di sini ada monster putri duyung," ungkap Amy wajahnya nampak serius.

 

Lagi-lagi kelakuan Amy membuat Arabell, Astrid dan Ratu terkejut mereka takut jika anak kecil itu akan melakukan hal yang tidak-tidak dan mengungkap semuanya di depan orang.

 

Arabell mengembuskan napasnya dia melirik ke arah Ratu yang mengedipkan matanya menyuruh Arabell melakukan sesuatu kepada adiknya itu.

 

"Bukan hanya satu tapi banyak!" seru Amy kembali membuat orang bingung.

 

"Apa? Ada monster putri duyung?" ujar para penonton bertanya-tanya.

 

"Apaan sih ini?" Mamahnya Arabell menatap anaknya itu heran.

 

"Iya apaan sih Amy." Arabell menyahut agar Mamahnya tidak curiga sesuatu kepada dirinya.

 

"Kak Arabell!" Amy menunjuk ke arah Arabell dengan tatapan tajam membuat semua orang kaget. "Dia!" katanya lagi menunjuk ke arah Ratu membuat semua orang menoleh ke arahnya.

 

"Bukan, bukan salah orang!" ujar Ratu dengan nyengir menunjukan giginya yang kecil-kecil dia juga melambaikan tangannya bahwa bukan dialah orang Amy maksud.

 

"Dan dia!" Amy kembali menunjuk ke arah Astrid membuat cewek itu kaget.

Arabell dan Ratu menatap Amy ambigu dia tidak mengerti akan apa yang hendak anak kecil itu lakukan.

 

"Amy! turun, tutup!" pinta Mamahnya kepada Amy dengan pelan sembari menggerakan gerakannya.

 

"Tapi ada satu lagi yang lebih mengejutkan," ujar Amy sembari melangkah mendekati Teri. "Ini dia ratu duyungnya!" ungkapnya membuat semua orang kaget.

 

Arabell, Ratu dan Astrid dibuat melongo dengan apa yang dikatakan oleh Amy.

"Hey, hayo ngaku kamu pimpinan dari putri duyung kan? Udah ngaku aja kamu ratu putri duyungnya kan?" Amy menggerakan tubuh Teri memaksa agar dia mau mengaku.

 

"Iih apaan sih ini anak kecil?" Teri bingung apa yang dimaksud anak kecil itu.

 

"Udah jangan bohong ngaku aja deh," tukas Amy yang memaksa Teri membuat Teri terjatuh di lantai. 

 

"Buktiin dong ini ekor asli kan!" Amy pun membuka ekor Teri yang ternyata palsu.

 

Hal itu membuat Amy bingung dia menggarukan kepalanya, Astrid tersenyum melihatnya sedangkan Teri dia melongo menatap Amy dengan kesal dan marah.

"Jadi ini ekor palsu?" ujar Amy memegangi ekor duyung Teri.

 

"Ya iyalah ini kain namanya juga pesta kostum, duh gimana sih?" sahut Teri dia geregetan dengan anak kecil ini yang sudah mempermalukannya.

 

"Hahahaha." Semua penonton tertawa melihat kelucuan itu.

 

"Mana ada yang namanya putri duyung, monster duyung atau apapun itu," pekik Teri dengan kesal, Astrid terkekeh melihatnya. "Lihat dong baju gue! Gimana sih Lo!" Ini akan menjadi hari yang menyebalkan buat Teri.

 

Sedangkan mamahnya memegangi kepalanya dia merasa malu dengan kelakuan anaknya 

 

“Untuk para hadirin diharap tenang, saya akan melanjutkan acara ini, baiklah saya akan umumkan pemenang Puteri museum adalah…," ujar pembawa acara yang kembali menertibkan penonton.

 

Semuanya terdiam, sengaja pembawa acara menjeda ucapannya agar penonton penasaran siapakah yang akan memenangkan hadiah ini? 

 

Teri menoleh menatap pembawa acara dia berharap dia yang akan menjadi juaranya.

 

"Pemenangnya adalah… putri gurita!” teriak pembawa acara diiringi dengan tepuk tangan yang meriah.

 

Hal itu membuat dari kesal dia menatap Ami yang sudah membuat acaranya menjadi berantakan gara-gara anak kecil itu. 

 

Setelah acara selesai, Arabel dan sahabat beserta orang tuanya keluar dari ruangan untuk pulang. 

 

“Menang atau kalah itu sudah biasa, yang pasti kamu paling cantik, ya nggak semuanya?” ujar Mamahnya Arabell sambil merangkul bahu Astrid dan tersenyum.

 

"Setuju,” jawab arabel dan Ratu serempak sambil tersenyum. 

 

Dibalik akuarium terdapat Amy yang sedang bersembunyi dia takut untuk kejar menghampiri kakak dan orang tua beserta sahabat-sahabat kakaknya. 

 

"Makasih Tante,” seru Astrid yang merasa terhibur. 

 

“Iya sama-sama," sahut Mamahnya Arabell sambil tersenyum, dia menoleh melihat Amy yang hendak kabur.

 

"Eh!” teriak Mamahnya, membuat Amy berhenti takut terkena Omelan kakaknya.

 

Mamahnya Arabell pun mendekati Amy dan menjewer telinga anak itu, “Kamu nih ya… bikin gara-gara aja, kenapa ngelakuin itu hmmm? bikin malu saja, apa alasannya?” Dengan kesal dia masih menarik telinga Amy.

 

"Aduh, sakit Mah!” teriak Amy mengaduh kesakitan. Membuat Arabell menghampiri adik dan mamahnya itu 

 

“Iya mah, maaf. Amy gak akan lakukan kaya tadi lagi," kata Amy meminta maaf dengan nelangsa.

 

“Sudah Mah, lepasin Amy. Biar Ara yang urus," kata Arabell dia tidak tega melihat adiknya mengaduh kesakitan.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!