Aku Datang, Aeera!

Dua Sisi Pertempuran Memuncak 37

Dalam perjalanan menggunakan kekuatan energi sihir makhluk panggilan, tujuh orang tersisa yang membawa Aeera terus melesat. Mereka harus memulihkan diri dan kembali ke kerajaan Saranjana. Di samping itu, ada dua penyihir yang selama ini menghilang bersama mereka; Rasya dan Rania. Hal itu tentu akan membawa kekuatan manusia semakin kuat.

Saat perjalanan itu, Putri Kalya sang elf meminta untuk kembali dan memastikan keselamatan tuan Kalandra. Genio diminta untuk mengikuti Aeera ke kerajaan manusia oleh Kalya, dia hanya ingin sendiri untuk memastikan keselamatan Kalandra. Genio tak bisa membantah perintah Putri Elf itu.

Wosh!

Ada kesedihan mendalam dari wajah Aeera, dia akhirnya pasrah dan hanya bisa berdoa agar tuan Kalandra memenangkan perang itu. Dia menyadari bahwa jika dirinya dan rekan-rekan yang lain ada dalam pertempuran. Hal itu akan menyulitkan tuan Kalandra.

Maafkan Aeera, tuan Kalandra!

Beberapa jam perjalanan yang sangat jauh dicapai, mereka sampai di gerbang kerajaan dengan melintasi angkasa. Penjaga di gerbang mengetahui kehadiran para penyihir itu dan segera mengabarkan pada yang lain. Rombongan misi mencari Pedang Halilintar sudah pulang.

Apakah mereka berhasil? Begitu pikiran masing-masing penjaga dan seluruh penduduk di kerajaan terbesar di antara semua kerajaan manusia.

Regas memberi kode untuk membuka jalan, makhluk-makhluk sihir yang mereka tunggangi turun di depan gerbang. Regas adalah panglima tinggi di kerajaan Saranjana, dan kerajaan itu merupakan benteng paling kuat di antara sembilan kerajaan lainnya. Saat gerbang dibuka, raja Haruga segera berjalan diikuti beberapa prajuritnya. Haruga melihat Regas cukup lelah, mungkin dia sudah mengalami pertempuran dahsyat sebelumnya.

Ikatan sihir Aeera dilepaskan Sera, Aeera melihat ke arah belakang, dia hanya mengenang tuan Kalandra sekarang. Berharap tuan Kalandra kembali secepat mungkin, Aeera juga masih merasakan energi yang terhubung sehingga dia yakin bahkan tuan Kalandra masih hidup.

”Apa yang kamu pikirkan, Aeera?” tanya raja Alex, dia masih bertahan di kerajaan Saranjana karena khawatir pada puterinya itu. Dia belum kembali sejak perginya Aeera dan timnya, dia meminta raja Haruga untuk menetap sementara di kerajaan Saranjana.

”Tuan ... tuan Kalandra. Dia mengorbankan dirinya untuk bertarung melawan sisa monster sendirian. Dia tak ingin semua orang terluka.”

Tim yang bersama Aeera menundukkan wajah mereka, apa yang dikatakan Aeera memang benar.

Alex tersenyum, ”Jangan khawatir, Aeera. Dia adalah makhluk panggilan terkuat yang kamu panggil, dia pasti akan kembali.”

Aeera berbalik melihat ayahnya itu, ada senyuman tulus dari wajahnya. Aeera pun tersenyum dan mengangguk. Benar! Tuan Kalandra pasti bisa mengalahkan mereka semua.

”Regas! Apakah Pedang Halilintar sudah ditemukan?” Haruga bertanya pada panglima Regas.

Regas memberi hormat sambil menunduk, ”Kami sudah menemukan pedang legendaris itu Raja, sekarang makhluk panggilan putri Aeera yang memegangnya dan bertarung melawan para pemimpin tujuh beast.”

Pemimpin tujuh beast, mereka adalah makhluk-makhluk elit nomor satu yang kuat. Jika makhluk panggilan itu bisa mengalahkan para pemimpin elit monster itu, maka harapan untuk mengalahkan raja monster dan raja iblis bukan sebuah hal yang mustahil.

”Baiklah, kalian semua masuklah terlebih dahulu dan istirahat untuk memulihkan ....!”

WOOOOONNGGGG!

WOOOONNGGGGG!

WOOOOOOOOOOOOOONGG!

Apa itu, tanda bahaya! Apa yang terjadi.

Suara sahut-menyahut terdengar dari atas, itu adalah bagian penjaga di menara depan. Mereka saling memberikan kode bahaya. Suara itu adalah bunyi, ancaman besar sedang menunggu mereka.

Seseorang prajurit terbang dengan seekor burung makhluk panggilan, dia turun tergesa-gesa dan memberikan hormat pada Raja Haruga.

”Ada apa, Prajurit?”

Semua orang kaget dan bingung, prajurit itu bahkan hampir kehabisan suara karena sangat ketakutan.

”Ra ... Raja, kita diserang pemimpin iblis dan monster. Mereka datang bersama untuk menghancurkan umat manusia!”

APA!

Dan ... suara tawa yang mengerikan terdengar dari kejauhan, makhluk raksasa yang berjalan di depan ada dua, di belakang mereka pasukan yang tak terhitung jumlahnya. Dua raksasa paling menonjol di antara mereka, raja iblis dan raja monster. Bagaimana mereka bisa bekerjasama? Apakah ini akhir dari ras manusia?

HA... HA... HA...

***

Serangan energi pedang membara, satu-satunya yang tersisa adalah sang pemimpin tujuh beast, Cyton. Pertarungan hidup dan mati sudah terjadi beberapa lama di lahan tandus yang sudah hancur di semua tempat. Pegunungan Raktus berubah menjadi kawah-kawah api yang hancur karena peperangan besar.

Pertarungan dahsyat telah mencapai akhirnya.

Cyton menggunakan ultimate kekuatan terkuatnya, energi membara mengelilingi sekitar tubuhnya. Pasukannya yang berjumlah ribuan telah dikalahkan, hanya dia yang tersisa. Jika tak bisa mengalahkan manusia itu, maka dia akan membawa mereka semua dalam kematian. Mati bersama tidak buruk, Cyton hanya berharap ketika makhluk panggilan itu mati, maka pemimpinnya Horus akan bisa memulihkan kekuatan para monster. Hanya itu harapannya.

Cyton mengarahkan kedua tangannya ke depan, energi besar dari kedua tangan raksasa itu memperlihatkan energi menyala. Cyton mengangkat kedua tangannya ke atas, bola energi ikut terangkat ke atas dan naik ke langit tinggi. Energi itu membesar dan terus membesar.

”Bahaya, Kalandra. Dia akan meledakkan semua tempat di sekitar area ini. Ledakan itu bisa memusnahkan apa pun pada radius yang sangat jauh.”

Pedang Halilintar terlihat kaget, itu adalah kekuatan penghancur langit. Kekuatan yang bisa menghancurkan penggunanya, sekaligus menghancurkan apapun yang ada di sekitar mereka. Monster itu berniat menghancurkan semuanya bersama dirinya ikut dalam ledakan besar.

”Apa kita tak bisa pergi jauh dari sini untuk menghindari ledakan itu?” tanya Kenan.

”Terlambat, ledakan itu sangat cepat dan kecepatan apapun tak bisa menghindarinya.”

Kenan melihat ke arah putri Kalya yang sudah kelelahan, dia berhasil mengalahkan satu monster pemimpin beast dengan kekuatannya sendiri. Tentu saja, dia sudah sangat kelelahan. Jika Kenan sendiri pergi dari sana, mungkin masih sempat bisa selamat. Namun, jika membawa putri Kalya bersamanya. Itu akan sulit untuk mereka berdua.

”Matilah kalian semua! Aku akan membawa kalian ke neraka bersamaku! Aku akan membalaskan dendam pasukanku!”

Teriakan Cyton menggelegar, energi besar di langit memerah, membesar dan bagaikan langit dipenuhi warna mereka. Energi itu mulai mendekat dan bumi berguncang hebat, bumi seperti mengalami goncangan dahsyat. Tanah berhamburan, batu dan tanah naik ke atas, retakan terjadi, ledakan energi mulai tersulut.

Putri Kalya melihat ke arah Kenan.

”Mungkin, ini akhir hidupku, Kalandra. Terima kasih sudah menyelamatkan Ibuku.”

Senyum indah putri elf itu terukir.

Di antara ledakan demi ledakan yang terjadi, dan di antara teriakan dan tawa Cyton yang membahana. Pedang Halilintar berkata dan hanya didengar Kenan.

”Ada satu cara untuk menjadikanmu overpower, Makhluk Panggilan! Namun, ada resiko yang harus ditanggung dari kekuatan itu.”

”Apa itu, Pedang Halilintar?” tanya Kenan bingung.

”Kita melakukan fusion!”

”Fusion!”

”Benar! Kita tak punya waktu, aku juga merasakan dengan energi yang mengalir dari bumi. Pasukan raja iblis menyerang kerajaan manusia. Raja iblis dan Raja monster sudah bergerak. Mereka pasti merasakan adanya ancaman besar dengan Pedang Halilintar yang sudah ditemukan manusia. Mereka akan menghancurkan seluruh kerajaan dan gadis yang memanggilmu sedang dalam bahaya!”

Ini ...

”Tidak ada waktu lagi, apa pun resikonya. Aku akan menanggungnya, setidaknya, biarkan aku berguna di dunia ini. Meskipun, aku hanyalah seorang sampah di duniaku!”

Teriakan Kenan membuat Pedang Halilintar kini menyalakan energi seluruh pedang. Fusion harus dilakukan. Dan, Pedang Halilintar akan memberitahukan resiko ketika keduanya bergabung menjadi satu.

”Konsentrasi Kalandra! Fusion membutuhkan konsentrasi tinggi. Kita tidak boleh gagal untuk menyelamatkan dunia ini!”

”Lakukan saja, Pedang Halilintar!”

BOOOOOOMMM! Fusion dilakukan! Energi ledakan kuat terjadi, menyilaukan mata.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!