Legenda Tombak Halilintar
Memulai Pertarungan Lantai 100, Aku Siap!
Waktu berlalu begitu cepat, perkembangan Riki dalam game mengalami peningkatan yang sangat cepat. Dia telah berusaha di dalam dunia nyata dan di dalam game, kecepatan dalam hal kekuatan sangat cepat.
Hal itu karena Riki hanya mementingkan naik level dan menambah kekuatannya. Riki terus berlatih tanpa henti di dunia nyata, maupun di dalam game. Karena, tujuannya menjadi jelas saat ini. Dia ingin mencapai puncak Sky Legend.
Beberapa hari berlalu dan bahkan sudah satu bulan.
Brush! Syuung! Srak!
Riki tak berhenti berlatih, dia melatih fokus dan penglihatannya agar dapat menjadikannya mampu mencapai puncak. Riki sedang di dunia nyata, dia melihat sebuah kayu besar yang sudah dipasang. Ada tangan lingkaran dan ada titik di tengah. Ini adalah latihan Riki dalam fokus menggunakan tusukan tombak pada titik yang sudah digambarnya tersebut.
Riki sedang berlatih menguatkan serangan tusukan tombak. Dia sudah mempersiapkan beberapa tombak untuk latihan di dunia nyata. Menusuk dan terus menusuk; kekuatan, kecepatan, damage, ketepatan dan itu semua melatih kekuatan fokusnya pada satu skill kuat yang menjadi andalannya. Latihan memainkan tombak terus dilakukan.
Satu titik, dan harus tepat! Tidak boleh meleset, ulangi lagi bahkan ribuan kali sekalipun. Percobaan terus dilakukan oleh Riki. Riki mundur, mempersiapkan tombaknya lagi. Memasang kuda-kuda dan tolakan, menusuk kembali. Tubuhnya penuh dengan keringat. Dari sepuluh percobaan tusukan, maka dua diantaranya sudah tepat mengenai titik kecil di tengah.
Riki tidak mau menyerah! Setelah berlari dan melakukan latihan fisik, kini Riki fokus untuk melakukan teknik menusuk, dengan ketepatan sasaran.
[”Kamu tahu, Riki! Satu skill yang diperkuat lebih baik, dari seribu Skill yang semuanya tidak memiliki nilai fokus. Jadi, satu fokus skillmu akan mengantarkanmu ke puncak!”] suara dari gelang yang dipakai Riki. Suara itu dari Tombak Halilintar.
Riki memang belajar fokus untuk menusuk, tapi dia juga menyempatkan untuk melatih skill yang lain. Meskipun, tusukan menjadi latihan terkuatnya, dan dia lebih banyak mengulanginya berulang kali.
[Kekuatan anda bertambah, fokus bertambah. Refleks meningkat dan ketajaman indera meningkat]
Riki sudah mulai terbiasa untuk menerima, pemberitahuan sistem yang mirip ketika dirinya di dalam game Sky Legend. Riki sudah cukup banyak mengumpulkan uang dari menjual kristal. Namun, dia cukup banyak mengkonsumsi kristal untuk memperkuat dirinya. Riki bahkan membeli beberapa senjata dengan item minimal Bronze atau Rare. Tombak Halilintar melakukan fusion, dan memakan item senjata yang sudah dibeli oleh Riki.
Tombak Halilintar pun bertambah kuat, ketika mengkonsumsi senjata dengan tingkat tertentu. Itu adalah kekuatan Fusion dari Tombak Halilintar.
[”Terus berlatih, Riki! Jika kamu ingin menyelesaikan lantai 100 maka kamu harus mampu untuk fokus dalam menusuk target!]
”Berisik lagi! Aku pasti akan melakukannya!”
HIIIAAAAA!
Latihan tanpa kenal lelah, sudah 7 hari Riki tidak memasuki game Sky Legend. Hal itu karena latihan khusus yang diberikan oleh Tombak Halilintar. Olahraga fisik dan berlatih fokus tusukan. Tombak Halilintar tahu bagaimana sulitnya menyelesaikan lantai di menara. Akan ada hadiah besar yang bisa didapatkan Riki di sana. Dan tentu saja, hadiah kristal dalam jumlah yang besar sedang menanti mereka.
Riki tak peduli, dia harus menyelesaikan semua ujian menara tersebut. Riki akan mendapatkan uang untuk membuat keluarganya menjadi kaya. Hadiah kristal ketika menyelesaikan lantai menara adalah 5 juta kristal. Riki bahkan hampir meneteskan air liurnya karena mengetahui hadiah kristal dalam jumlah banyak. Selain itu, Riki akan naik level cukup tinggi.
Riki memiliki alasan selama tujuh hari belum masuk ke Sky Legend. Bahkan, Evans yang merupakan temannya menyebut kalau Riki, mungkin sudah putus asa bermain Sky Legend. Riki tidak memberitahu bahwa dirinya naik menara, dan mempersiapkan untuk menyelesaikan seluruh ujian di menara. Jika Riki masuk ke game dan tidak ke menara, maka menara akan direset, dan Riki akan kembali masuk dengan lantai 1 kembali.
”Istirahat sebentar, Riki! Ibu bawakan kopi biar kamu tetap semangat.”
Bu Irma memberikan kue dan juga secangkir kopi, ada meja di bawah pohon. Riki dapat menikmatinya, dan beristirahat di sana. Irma hanya heran pada puteranya itu, kenapa untuk bermain game, bahkan Riki juga berlatih di dunia nyata. Namun, Riki adalah anak yang bertanggung jawab. Irma tahu akan hal itu, apapun yang dia lakukan pasti itu sudah dipikirkannya matang-matang.
Riki beristirahat, dan duduk di dekat makanan yang dibawa ibunya. Irma undur diri, karena harus mengurusi yang lainnya. Riki meminum kopinya, dan mengambil roti untuk dimakan, istirahat sebentar setidaknya Riki sangat membutuhkan istirahatnya.
Riki sudah mengingat dengan baik, dari lantai 31 hingga lantai terakhir. Sudah terlalu banyak monster yang dihadapi, baik bertemu dengan tim maupun solo dengan mengalahkan monster tersebut. Semakin melewati lantai 50, semakin sedikit Player yang tetap meneruskan untuk menaiki menara. Hal ini tentu karena musuh yang dihadapi semakin kuat, jadi mereka memilih untuk keluar, dan naik level di luar menara atau di dunia petualangan game Sky Legend.
Sore nanti, semuanya akan dimulai. Lantai tertinggi, dan hadiah besar menunggu Riki. Hari ini, dia akan fokus berlatih untuk menggunakan tombak dengan efektif dan efisien.
Slurrppp! Mantap minum kopi.
Dan latihan diulang kembali.
[”Sudah saatnya berlatih lagi, Riki!”]
”Berisik, aku tahu itu!”
***
[Selamat datang di Sky Legend, memilih Menara?]
[Ya, dikonfirmasi]
[Anda memasuki ruang di lantai sebelumnya, yang belum anda selesaikan, loading ...]
[Lantai 100, lantai yang tidak memiliki ujung. Apakah anda ingin melakukan ujian?]
[Ya]
[Dikonfirmasi, lantai 100 terbuka untuk anda, Player Riki]
Splash!
Riki membuka matanya lebar-lebar, saatnya untuk menyelesaikan lantai 100. Sudah sangat lama Riki menantikan saat ini, dia sudah siap dengan baik seperti yang diajarkan Tombak Halilintar padanya. Pelatihan selama seminggu, hari ini akan dibuktikan untuk menyelesaikan menara di permainan Sky Legend.
Sebuah arena nampak di sekitar Riki, baru kali ini Riki berada di dalam sebuah arena saat menaiki menara.
[Selamat datang di lantai 100, selesaikan lantai 100 dan nama anda akan masuk dalam daftar Player, dengan rank terkuat yang menyelesaikan menara]
[Lantai 100 adalah mengalahkan setiap lawan yang datang dan berjenjang. Anda tetap akan lulus di lantai 100 tapi kualitas sampai di mana kekuatan anda dibuktikan. Belum pernah ada yang melewati ujung dari lantai 100 hingga sekarang. Sejak dimulainya Sky Legend, belum ada Player yang bisa menyelesaikan semua pertarungan di lantai 100]
[Semua Player ingin menjadi namanya tertulis dalam Rank terkuat, dan mencoba batasan mereka dalam pertandingan di lantai 100]
[Kalahkan Sahom! Orc dengan tombak penghancur]
Akhirnya, tombak bertemu dengan tombak.
Sesosok makhluk muncul di depan Riki, gigi taringnya menjulang ke atas. Dan pertarungan pertama di mulai.
Brush! Klang!
Tidak butuh waktu lama, Riki menggunakan efek slow dan menggunakan kekuatan Pusaran Badai untuk menghancurkan tubuh besar Orc Sahom.
[Stat ditingkatkan, semua kekuatan anda naik setelah level anda bertambah. Kemampuan Pusaran Badai meningkat]
[Anda lulus Ronde 1]
Ini adalah pertarungan arena yang memiliki musuh yang banyak. Namun, Riki sudah bersiap untuk melampuai semua Player. Karena legenda selalu lebih tinggi dari siapapun! Status level Riki sekarang adalah Level 71. Semakin lama menaiki menara, cukup sulit untuk naik level. Hal itu karena Pengalaman, atau Experience juga diperhitungkan semakin tinggi untuk tiap level naik. Maka, perkembangan level semakin lambat. Namun, kekuatan tentu semakin besar.
[Apakah Anda ingin melanjutkan Tesnya?]
”Lanjut!”
[Memulai Tes kedua]
Dari balik dimensi dan menara, ada seorang NPC yang menjaga menara dan dia sudah mulai melihat Riki sebagai Player yang mengalahkan Sahom dengan mudah di ronde pertama. Mulai saat itu, NPC Kamish melihat pertarungan Riki. Kamish penasaran, sampai di mana Player bernama Riki akan bertahan?
[Bird Skeleton, Kalahkan dia. Ronde kedua dimulai]
Raksasa besar dengan bentuk seperti mayat burung yang mengerikan, energi hitam mengelilingnya. Serangan pertama dimulai oleh Bird Skeleton, hempasan angin dari kedua sayapnya menciptakan ribuan energi jarum, energi yang bisa menghancurkan apapun. Hujan serangan dari arah Bird Skeleton.
Boom! Boom! Kehancuran di seluruh tempat. Serangan tidak berhenti karena Riki terus menghindari serangan energi itu.
[Skill God Speed diaktifkan]
Kecepatan Riki sudah mencapai kekuatan yang cukup kuat. Dia menghindari semua serangan energi dari jarum hitam milik Bird Skeleton. Dia meliuk ke sana dan ke mari, menghindarinya. Dan, Bird Skeleton kini terbang ke atas dan menghantamkan sayapnya yang besar. Energi besar menggulung ke arah Riki.
[Perisai Basilisk digunakan, Mantel Bajra dimaksimalkan]
Serangan kuat membakar semua tempat di semua arena. Riki terkena damage dan menutupi tubuhnya dengan energi defensif. Dia tak boleh berlama-lama, makhluk di ujian lantai 100 memang sangat kuat, jika dia tidak berlatih, mungkin dia akan kesusahan sampai di titik ini.
Mata Riki menyala, dan pegangan tombaknya semakin erat.
”Tusukan Halilintar!”
Riki melihat arah musuh dan menggunakan energi besar. Mata Kamish bahkan tak percaya dari layar di tempatnya berdiri, dan dia berada di atas lantai 100. Ledakan besar dan energi yang sangat besar dari Player Riki menghancurkan tubuh Bird Skeleton, dengan menghancurkan seluruh tubuhnya. Sebuah tusukan energi tombak yang sangat dahsyat.
[Anda Lulus Ronde 2, apakah Anda ingin melanjutkan?]
Riki memutar tombaknya, menegakkan tombak itu. Dia berdiri kembali di arena.
”Lanjut!”
[Memulai Ronde ketiga]
....
Sampai di mana batasmu ...., bahkan Riki tidak akan takut!