Legenda Tombak Halilintar

Menara Berguncang!

[Lawan selanjutnya sedang dipersiapkan untuk anda, Player Riki]

Riki menyadari jika dia satu-satunya Player yang melewati Luzdar. Dia satu-satunya Player yang mampu mengalahkan Luzdar. Kali ini, mungkin Pengawas menara sedang mempersiapkan lawan pertandingan untuk Riki. Jadi, Riki akan menunggu siapa lawan yang akan dipertemukan untuknya.

[”Riki, sepertinya kita tak bisa lagi bersantai. Musuh yang sangat kuat pasti dipersiapkan untuk melawan kita,”] kata Tombak Halilintar.

Riki tersenyum, ”Memang sejak kapan kamu bersantai, Tombak Halilintar? Tidak ada waktu lagi bersantai untuk kita, sejak kita memilih untuk menjadi Legenda!”

[”Aku suka itu. Meskipun awalnya, ketika aku bertemu denganmu. Kamu adalah Player pecundang! Ha.. ha.. ha..!”]

”Diam, berisik!” Riki kesal pada Tombak Halilintar.

[Lawan untuk anda dikonfirmasi, penjaga dari Gerbang selatan pertempuran. God of War, Dasatama. Pemimpin dari satu juta prajurit Ksatria, dia diminta khusus oleh penjaga menara, untuk menjadi lawan pertandingan untuk anda]

”God of War? Sepertinya, ini akan menarik!” Riki pun bersiap.

Splash!

Sesosok manusia diteleportasi dan sudah muncul di arena. Tekanan yang dibuat oleh lawan Riki sangat kuat, meskipun belum mengeluarkan kekuatannya. Ada satu tanduk di helmnya, dan dia membawa pedang yang ada di tangan kirinya.

”Apakah kamu yang sudah mengalahkan Luzdar?” suaranya  menggelegar dan besar. Dia adalah Dasatama.

”Benar, tuan Dasatama. Aku ingin menaiki menara hingga ke ujungnya.”

[Dasatama telah melakukan perang yang tiada henti, dia yang menghentikan semua serangan di dunia Sky Legend. Dia adalah penjaga keadilan di seluruh dunia. Semua orang menganggapnya pahlawan dan dewa perang]

”Siapa namamu, Player?” tanya Dasatama.

”Namaku, Riki.”

”Apakah kamu pernah mendapatkan kristal darkness?” pertanyaan aneh yang diajukan NPC yang akan bertarung di ujung menara.

”Aku tidak pernah mendapatkan kristal darkness, karena aku bukanlah penjahat di Sky Legend. Aku hanya ingin bersenang-senang, dan menjadi Player yang mencapai puncak!”

”Jawaban yang menyenangkan, jadi mari kita bersenang-senang, Riki!”

”Tentu saja, tuan Dasatama!”

[Ronde 28 dimulai, Player Riki VS Dasatama]

”Aku adalah Dasatama, Panglima perang yang membebaskan jutaan nyawa. Aku menumpas semua kejahatan. Jadi, mari bertarung dengan adil!”

”Tentu saja!”

Brush!

Pertempuran dua kekuatan itu pun dimulai.

Kamish menantikan apa yang akan terjadi pada pertempuran kali ini. Dia khusus memanggil temannya yang selalu berada di garis depan dalam setiap pertempuran. Sebagai seorang teman, Kamish memintanya untuk menjajal kekuatan dari Player Riki. Inti dari pertarungan Ronde ini adalah untuk mengakui, apakah Riki memang pantas untuk mendapatkan gelar di puncak menara!

Pedang yang sangat kuat, Riki mengayunkan tombaknya untuk membentuk perisai. Namun, perisai yang diciptakan dari  Tombak Halilintar dihancurkan, serangan penghancur dengan sekali sabetan pedang Dasatama.

Klang! Crak! Brush!

Riki terhempas dan terdorong ke belakang, Riki menahan dengan kekuatan kakinya. Namun, dia terus didorong ke belakang. Riki pun melompat, sambil menyerang dengan energi tombaknya. Dasatama langsung memutar pedangnya, dan pertemuan energi terjadi lagi.

[Slow Thunder diaktifkan]

Dasatama tersenyum, ”Kamu tidak akan bisa memperlambat gerakanku, karena aku bisa menembus efek slowmu! Serangan efek slow tidak akan berpengaruh untukku!”

Benar, Dasatama tidak terpengaruh. Namun, Riki tidak mau kalah. Dia mundur dan menggunakan Pusaran Badai energi.

[Pusaran Badai diaktifkan, badai energi yang kuat dipersiapkan]

Gumpalan energi, seperti mendung yang diputar seperti putaran yang dahsyat. Energi menggumpal di atas, dan Riki menghempaskan serangannya ke arah Dasatama dari atas. Dasatama merasakan, bahwa ini pertarungan yang sangat menarik. Sudah lama rasanya, Dasatama tidak bertarung seperti ini.

Pilihan yang tepat bagi Dasatama untuk menyanggupi permintaan temannya, yang selalu menjadi administrator menara. Jadi, Dasatama akan bersungguh-sungguh sekarang. Pedangnya diayunkan. Energi halilintar menyelubungi tubuh Dasatama dan pedangnya. Dia menyambut ayunan tombak milik Riki dengan sabetan pedangnya dari bawah.

Ledakan energi yang membuat seisi menara berguncang kuat. Semua Player di dalam menara, dari lantai satu dan semua lantai, merasakan gempa di dalam menara. Mereka bertanya-tanya, apakah menara akan runtuh?

Kamish tersenyum, Player Riki telah membuatnya tergetar untuk melihat bahwa akan ada legenda baru di Sky Legend. Dia akan menjadi sosok baru, yang akan mampu mengguncang Sky Legend.

Ledakan berhenti, Riki mulai kelelahan dan Dasatama masih berdiri tegak. Riki sudah menghabiskan cukup banyak energi. Serangan Pusaran Badai bahkan ditahan begitu kuat.

”Aku akui kekutanmu, Player. Tapi, itu masih belum cukup untukku mengakui bahwa kamu memang layak, untuk aku akui sebagai sosok yang mampu mengubah dunia ini!” tegas Dasatama, ”Apakah kamu masih mau melanjutkan?”

Riki menarik napasnya, dia berdiri tegak dan mengarahkan ujung tombaknya ke depan.

”Aku adalah Legenda! Aku akan menciptakan legendaku sendiri dengan keberanian. Jadi, jangan pernah meragukan, apa yang sudah aku yakini untuk semua yang aku perjuangkan! Jangan pernah meremehkan kekuatanku!”

Mata Riki menyala, kekuatan disuplai dan dipusatkan. Fokus! Tidak ada yang mampu untuk berkembang, kecuali mereka yang tidak punya rasa putus asa! Mereka yang siap mengambil tanggung jawab, mereka yang akan membuat perubahan!

Riki bersiap kembali, Ribuan latihan untuk menusuk. Kekuatan yang sudah dilatih di dunia nyata dan di dalam Permainan. Riki fokus, mengarahkan ujung tombaknya. Energi berpendar di sekitar ujung tombak. Satu tusukan yang akan mengakhir segalanya.

”Bersiaplah tuan Dasatama, aku tidak akan pernah menyerah!”

Energi terus terpusat, getaran dan tekanan yang kuat. Dasatama melihat fokus serangan di satu titik, yaitu ujung tombak yang dikelilingi dua item halilintar. Dasatama kaget, bagaimana bisa seseorang fokus dalam satu titik saja, energi yang ada hanya tersisa di ujung tombaknya. Energi itu bahkan membuat tekanan yang menakutkan.

Dasatama mengerahkan semua kekuatannya. Pedang ditarik ke belakang, energi halilintar yang kuat.

”Amukan Naga!” teriak Dasatama

”Tusukan Halilintar!” Riki maju dengan tombak yang sudah mengarah ke lawan pertandingan.

Splash! Booooooooooooooomm! Booommmmmmmmm!

Menara yang belum pernah mengalami goncangan kuat, kini semua seperti gempa bumi. Semua Player heran, apakah developer game sedang merobohkan menara? Apa yang terjadi sebenarnya? Berita ini telah menjadi berita di seluruh dunia, dan game menjadi gempar karena menara di Sky Legend bergejolak! Menara seperti akan roboh karena sebuah pertarungan, atau memang akan dihancurkan!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!