Legenda Tombak Halilintar

Jarum Halilintar Ketiga

Saatnya untuk keluar dari menara ujian, cukup melelahkan tapi semua setimpal. Perjuangan tidak pernah membohongi hasil. Riki cukup lelah, dia harus kembali ke dunia nyata. Dia juga butuh istirahat. Dia bermain cukup lama dan rasanya, dia harus tetap menjaga tubuhnya. Dia harus tidur.

[Player yang merupakan Raja Menara, Anda keluar dari menara]

Ada dimensi yang muncul sebelum Riki kembali dan keluar dari Sky Legend. Riki ingin melihat sebarapa banyak hadiah yang dia dapatkan. Dia harus melihat detail semua hadiah, persiapan untuk memulai petualangannya kembali.

”Buka hadiah!”

Riki melihat windows game yang muncul di depannya. Dia menggunakan tangannya untuk memindahkan beberapa item di dalam inventorynya. Hadiah besar! Itu yang sedang dilihatnya saat ini. Riki membuka membuka beberapa hadiah besar yang didapatkan di menara. Jarum Halilintar sudah diminta oleh Tombak Halilintar. Tombak Halilintar merasakan bahwa, item itu akan melengkapi dirinya. Hal itu diketahui dari penjelasan Kamish yang menyebutkan, hadiah itu akan sangat cocok pada senjata Riki.

Tombak Halilintar telah melakukan analisis data pada Jarum Halilintar yang didapatkan dari puncak menara. Jarum Halilintar yang bercahaya, berbentuk mirip belati. Jarum dengan item kuat dan cahaya yang berpendar mengelilingi item senjata tersebut.

[”Riki, berikan padaku. Aku akan berusaha menyerapnya. Sepertinya, aku dapat membuat kekuatanku menjadi  lebih kuat dengan item Jarum Halilintar tersebut.”]

Riki tidak memahami bagaimana Tombak Halilintar melakukan analisis data. Namun, dia yakin bahwa ketika Tombak Halilintar menjadi lebih kuat, maka kekuatannya pun akan menjadi bertambah kuat pula.

”Baiklah, Tombak Halilintar. Ambillah dan serap kekuatannya!”

[Penyerapan dilakukan, item yang sangat cocok untuk Tombak Halilintar. Kekuatannya mengalami peningkatan hingga 33 %. Tombak Halilintar mampu beresonansi dengan Jarum Halilintar]

[Tombak Halilintar mendapatkan tambahan kekuatan, Tiga item yang mengelilinginya terbentuk]

Splash!

”Tombak Halilintar! Kamu sekarang ...,” Riki menatap tak percaya, item yang mengelilingi ujung tombak bertambah satu item. Kini, ada tiga item yang terus mengitari Tombak Halilintar. Saat pertama kali bertemu dengan Tombak Halilintar. Item yang mengelilingi ujung tombak ada dua, dan sekarang ada tiga item yang mengelilingi ujung tombak. Apa artinya, kekuatan dari Tombak Halilintar akan terus bisa berkembang? Itu yang menjadi pertanyaan Riki saat ini.

[”Aku bisa terus berkembang, Riki. Jadi, kita akan selalu menjadi lebih kuat!”]

”Baiklah, tapi aku lelah. Aku belum istirahat, jadi aku akan keluar game lebih dahulu. Aku kelaparan.”

[”Tentu saja, aku akan mengikutimu!”]

”Log out!”

Splash!

***

Riki berada di kampus, rutinitasnya sebagai Mahasiswa tak bisa ditinggalkan. Riki tetap ingin melihat Ibunya bahagia, hal itu karena Ibunya ingin melihat Riki menjadi seorang sarjana dan dapat diwisuda.

Riki kini juga hampir menyelesaikan kuliahnya, dia hanya tinggal membuat laporan akhir atau pembuatan skripsi. Dia menjalani kuliah selama ini dengan menjadi bahan bully, dia memang berbeda dengan rekan-rekannya yang memiliki kekayaan. Dia sejak awal adalah mahasiswa miskin yang mendapatkan beasiswa di kampus terkenal.

Namun, Riki tidak pernah berkecil hati. Harapannya adalah melihat senyuman ibunya saat Riki dapat diwisuda. Harapan yang sederhana dan tidak terlalu muluk-muluk. Bagi Riki, senyuman ibunya adalah surga itu sendiri.

Riki memang maniak game, tapi untuk kuliah dia wajib harus menyelesaikannya. Meskipun, bukan menjadi yang terbaik di fakultasnya, itu tidak terlalu penting. Dia hanya bisa berusaha dengan sebaik-baiknya, dan sisanya dia hanya ingin menjadi legenda di Sky Legend.

Riki ingin tetap menghadiahkan penyelesaian sarjananya sebagai hadiah untuk Ibunya.

”Kemana saja kamu di dalam Game? Aku tidak bisa mencari lokasimu. Apakah kamu berhenti main dan sibuk kerja di dunia nyata? Apakah kamu memakai VPN?” tanya Evans yang langsung menanyakan banyak hal, begitu mereka bertemu di kelas.

”Kalau tanya satu-satulah. Jangan borongan macam kontraktor!”

Benar juga, Riki sudah sebulan fokus menyelesaikan solo leveling di menara Sky Legend. Dia bahkan mencapai level fantastis yaitu level 81. Evans pasti kaget jika tahu hal itu. Namun, Riki tidak memberitahu Evans soal itu. Mahasiswa mulai berdatangan, Riki berangkat ke kampus, setelah olahraga panjang dan latihan menggunakan tombak.

”Aku sedang sibuk latihan bela diri, dan juga menyiapkan tugas akhir apa yang akan aku teliti nantinya.”

”Pantas saja ..., Eh! Latihan bela diri, untuk apa kamu melakukannya. Kita cukup menjadi hebat di dalam Sky Legend, dan untuk apa di dunia nyata?” tanya Evans masih penasaran.

[”Semua orang jarang tahu Riki. Mereka tidak paham jika latihan di dunia nyata akan meningkatkan kekuatan lebih cepat di dalam Sky Legend,”] kata Tombak Halilintar yang menjadi gelang di tangan Riki. Namun, suaranya hanya bisa didengar oleh Riki seorang.

”Mulai sekarang, berlatihlah dengan olahraga dan penguatan fisik. Hal itu bermanfaat untukmu di dalam game,” kata Riki memberi saran.

Evans mengernyitkan dahinya, ”Apa hubungannya olahraga dengan game, kita hanya butuh banyak kristal untuk meningkatkan kekuatan kita, Riki.”

”Kamu salah, sistem VR adalah di mana kita benar-benar memiliki refleks di dunia nyata yang sama ketika bermain game. Jadi, coba saja. Tidak ada yang salah dalam hal itu,” setidaknya, Riki sudah memberinya saran.

Evans terlihat melihat ke atas, mungkin dia sedang berpikir dan akan mencobanya.

”Kenapa harus mengikuti Player pecundang seperti dia. Dia saja tidak bisa melakukan apapun dengan Akun gamenya,” suara Ratmi yang baru datang sambil menaruh tas mahalnya di mejanya.

Nadya juga tidak kalah mengejek Riki, ”Player sampah! Paling lama bermain tapi hanya menjadi kuli di dalam game. Tidak ada masa depan!” katanya menambahi kata-kata Ratmi.

Ratmi dan Nadya pun terlibat percakapan mereka kembali, dan melupakan Riki. Mereka menganggap hal itu lumrah, bagi player sampah dan tidak ada masa depan. Evans hanya menggelengkan kepalanya, mereka itu benar-benar tidak bisa menghargai seorang teman.

”Eh, Riki! Apakah kamu sudah dapat berita-berita viral di Sky Legend akhir-akhir ini?”

”Berita apa?” Riki pun tak peduli, dengan dua teman wanita di kelasnya tersebut.

Evans mendekat dan menceritakan perubahan besar pada meta Sky Legend. Evans yakin bahwa Riki pasti tidak tahu, soal berita besar yang ada di Sky Legend.

Berita pertama yang sedang ramai, adalah persiapan untuk Champion Battle Player yang dilakukan dua tahun sekali. Hal ini akan melibatkan perwakilan dari tiap negara untuk bertarung di Battle Player, dan menentukan siapa Player paling kuat yang mewakili negaranya. Evans menjelaskan berita itu menggebu-gebu.

Salah satu cara yang digunakan oleh negara Indonesia adalah, dengan menggunakan kompetisi di tiap Provinsi kota. Mereka para Player yang masuk dalam dua besar, akan masuk audisi kementerian untuk mendapatkan tiket dalam perwakilan negara. Itu hanya salah satu caranya, mereka juga sedang mencari talenta terbaik untuk mewakili negara Indonesia untuk ajang paling bergengsi tersebut.

”Sudahlah! Kamu tidak perlu bermimpi untuk ikut champion mewakili Indonesia Evans. Apalagi kamu, Player sampah!” Nadya menunjuk Evans dan Riki.

”Benar! Jadi pemain saja sampai seumur hidup, dan hanya menjadi level rendah!” Ratmi menambahi.

Benar-benar mereka ini! Evans dan Riki sudah tak peduli dengan mereka. Berita itu telah membuat heboh seluruh Player di dunia. Persiapan battle player akan menjadi ajang paling besar dalam dua tahun ini. Sudah banyak Player Indonesia yang bersiap bertanding di masing-masing kota, untuk mendapatkan perhatian dari kementerian olahraga.

”Berita selanjutnya, apa lagi?” Riki menyudahi, dia ingin mendengar ada berita apa lagi di Sky Legend. Dia sibuk menaiki menara hingga akhir, tidak tahu ada update apa lagi yang ada di dalam game.

”Ini ...,” Evans sedikit bingung menjelaskannya, ”Meta besar berubah di dalam Sky Legend. Tingkat kejahatan meningkat, dan banyak Player menjadi jahat karena ingin cepat naik level. Mereka melakukan misi kejahatan baik dari ringan maupun berat. Mereka mengejar kecepatan naik level dengan kristal darkness.”

Riki sudah memperhitungkan apa yang terjadi dengan update terbaru Sky Legend. Diamond darkness adalah awal mula dari bencana tersebut. Meskipun melihat kejahatan terhadap NPC di dalam Game, Riki tidak tega karena mereka semua seperti manusia pada umumnya. Ketika bermain Game, Riki merasakan bahwa semua karakter benar-benar hidup di dalam Sky Legend.

”Tiga benua dalam masalah besar, para Player yang menjadi jahat bergabung dalam organisasi Genos yang sudah menguasai banyak tempat di seluruh kota di Sky Legend.”

”Organisasi Genos?” kata Riki sedikit kaget.

”Benar, Riki! Genos yang terus memperluas kekuasaannya di Sky Legend. Mereka akan menjadikan tiga benua berada di bawah kendalinya. Dan, mereka akan menjadikan semua makhluk di dalam Sky Legend menjadi budak mereka!”

Riki masih memikirkan hal itu, kejahatan di dalam game bahkan bisa begitu nyata. Dan, para Ksatria sedang melawan kejahatan dari organisasi Genos tersebut.

Petualangan Riki sepertinya semakin menarik. Evans pun terus menceritakan tentang detail dari meta Sky Legend saat ini. Dari Evans, Riki memahami semua hal yang tertinggal saat dia menyelesaikan ujian di menara.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!