Pasukan Langit

Saatnya Shura Bertindak

Para penasehat dan juga pemimpin dari setiap Benua menggunakan kekuatan penuh mereka. Kekuatan mereka memang luar biasa, mereka adalah orang-orang yang pernah bertarung di semua wilayah di seluruh benua. Pengalaman bertempur mereka sudah tidak terhitung lagi.

Alumero yang memegang pedang kematian, pedang itu besar dan dia sedang menghadapi seorang penasehat dari benua. Kakek Nurin menghadapi Alumero. Keduanya bertempur dengan sangat dahsyat.

Kakek Nurin sendiri merupakan penasehat dari benua Orpris. Benua dimana tempat mereka saat ini berperang. Kakek Nurin menghadapi salah satu dari Iblis Pemusnah dengan kekuatan penuh. Dia tahu bahwa musuhnya kali ini bukanlah prajurit kegelapan biasa. Dia tahu kalau Alumero adalah satu tingkat di bawah Lord Demon.

Alumero menghunuskan pedangnya, kakek Nurin menahannya dengan penahan energi yang dibentuknya dari tongkat yang dipegangnya. Kekuatan Alumero sangat kuat hingga kakek Nurin menahan dengan kekuatan energi alam yang sudah diserapnya.

Penghalang energi pecah, kekuatan pedang Alumero terus merangsek menuju kakek Nurin. Kakek Nurin membuat tongkatnya untuk menahan serangan dari Alumero.

Klang!

Meskipun pedang berlubang milik Alumero sangat kuat, namun tongkat kakek Nurin mampu menahannya. Tongkat yang dibuat dengan bahan kuat dan ditambah dengan artefak yang sudah dimurinkan dengan tingkat sihir. Mereka berdua pun saling mendorong dengan energi yang mereka miliki.

Energi kegelapan dan energi cahaya saling mendorong. Alumero terus mendorong dengan energi kegelapan begitu juga dengan kakek Nurin. Mereka masih saja memberi tekanan. Sekejap kemurian mereka saling melepaskan kekuatannya dan sama-sama mundur.

Alumero mundur dan mempersiapkan serangan pedangnya. Pedang besarnya memiliki lubang yang memanjang di tengah bilahnya. Sepanjang garis hingga ke ujung pedang, ada lubang yang memanjang.

Hal itu karena Alumero menyadari bahwa lubang di tengah pedang itu menguatkan dan menyambungkan energi dalam diri Alumero untuk menyatu dengan pedang tersebut. Kekuatan pedang dan dirinya akan menjadi satu. Alumero bisa berlatih dengan pedang itu dan sebutan bahwa pedang adalah pengguna dan sebaliknya. Pedang bagi Alumero menjadi bagian dari kekuatan Alumero.

Serangan pedang Alumero dilancarkan, dia mengumpulkan energi ke pedangnya. Energi kegelapan menyelimuti pedangnya yang berlubang. Ketika Alumero menyabetkan pedangnya mengarah ke kakek Nurin. Energi kegelapan menggulung semua pedangnya, lubang di tengah pedang membentuk energi yang menyatu dengan tubuhnyanya.

Energi kegelapan dari internal dan pedangnya menyatu dan mengeluarkan energi yang besar dari efek sabetan pedang Alumero. Serangan itu begitu kuat dan seperti pecahan energi yang membesar dengan dentuman angin yang dahsyat.

Serangan itu menyerang kakek Nurin. Kakek Nurin merasakan energi kekuatan kegelapan itu sangat berbahaya. Dia membentuk kekuatan penghalang dengan tongkatnya, energi penghalang itu menahan dengan sangat kuat. Namun, penghalang yang dibentuk dengan kekuatan kakek Nurin masih pecah karena serangan Alumero.

Krak!

Penghalang yang dibentuk kakek Nurin pecah. Kakek Nurin mundur agak jauh dan dengan sekuat tenaga menguatkan tongkatnya. Energi melimpah dengan energi alam yang diserap dan dia segera menggunakan energi tongkat untuk membelah serangan energi dari Alumero.

Boomm!

Ledakan energi terjadi di udara. Kakek Nurin semakin hati-hati. Serangan kuat dari Alumero sangat berbahaya dengan pedang dan kekuatan energi hitam. Sudah saatnya bagi kakek Nurin untuk mengeluarkan kekuatan sesungguhnya.

Tongkat kakek Nurin diangkat ke atas, kekuatan energi yang kuat meledak-ledak. Saatnya untuk mengeluarkan potensi terkuat dari energi yang sudah dilatih oleh kakek Nurin selama hidupnya. Dia terlalu meremehkan kekuatan dari Alumero. Nyatanya, kekutan Alumero jauh lebih kuat dibanding perkiraannya.

Kakek Nurin menyerap energi alam, sinkronisasi dengan internal energinya. Kekuatan itu menyatu dan membentuk ledakan energi yang memenuhi tubuh dan tongkatnya. Penasehat Nurin memutar tongkatnya dan memajukan tangan kirinya ke depan. Di sekitar kakek Nurin, muncul portal-portal lingkaran berwarna putih keemasan. Banyak portal tersebut yang muncul dan mengelilingi kakek Nurin.

Di seberang saja, Alumero tahu bahwa musuhnya mempersiapkan kekuatan besar. Dia pun tak mau kalah dan hanya mengandalkan kekuatan biasa. Dia mengangkat kedua tangannya dan pedangnya dibuat horizontal. Energi kegelapan mengelilingi tubuhnya dan menutupi sekelilingnya. Tubuh Alumero bahkan menghilang di antara kabut hitam.

Kepulan asap hitam menghilangkan tubuh Alumero, awan pekat dan hitam itu terus menyerar dan semakin besar. Penasehat Nurin paham bahwa dia akan segera mengeluarkan jurus pamungkas pasukan kegelapan yaitu perubahan iblisnya.

Ledakan besar menyeruak dari awan hitam di sekeliling Alumero. Kegelapan yang menyelubungi tubuhnya pecah dan nampaklah tubuh besar dengan taring yang sangat besar. Tangan Alumero berbulu dan pedangnya berubah menjadi hitam dan besar. Dari punggung Alumero, muncul taring hitam yang besar dan bergerak seperti belut. Ujung dari taring di belakang punggungnya itu terus bergerak-terak dan ujungnya tajam.

Perubahan yang mengerikan.

Kakek Nurin pun memperkuat kekuatan sihirnya, dia sudah siap menghadapi perubahan Demon Transform musuhnya. Jika sudah demikian, kakek Nurin akan mengeluarkan energi besar dari kekuatan alam untuk disatukan dengan energi internal miliknya.

Keduanya bersiap bertempur kembali dan adu kekuatan. Siapa pun yang menang, akan ditentukan dalam pertempuran itu hingga akhir. Keduanya merangsek maju, energi yang mengelilingi mereka membuat angin bergemuruh seperti badai yang besar. Dan energi keduanya bertemu dashyat dan menimbulkan kekacauan energi yang pecah, memberikan tekanan pada siapapun yang berada di sekitar mereka.

***

Pertempuran terus berlanjut. Pasukan kegelapan kini mulai terdesak, keadaan mulai terbalik. Shura melihat semua pertempuran yang terjadi. Meskipun tidak secara spesifik mengetahui bagaimana pertempuran di setiap sudut. Namun, dia memastikan bahwa semua pasukan bela diri semakin mendekat ke arah dirinya.

Sebentar lagi! Ya, sebentar lagi! Hal itulah yang sedang ditunggu oleh Shura. Sebentar lagi, dia akan bergerak. Semua dalam skenario yang sudah direncanakannya. Kekuatannya akan dilepaskan begitu sudah sampai pada titik dimana dia harus meledakkan energi kegelapannya.

Dia menunggu, dengan tenang dan senyuman sinis masih terlihat. Dia merasa bahwa hari kemenangan pasukan kegelapan sudah di depan mata. Tinggal menunggu pemantiknya ditarik dan semuanya akan tertekuk lutut dan menjadi pion yang siap menjadi penyokong kekuatan kegelapan.

Pasukan kegelapan terdesak lebih dalam lagi. Senyuman Lord Demon terasa begitu menusuk saat ini. Dia melihat ada kebahagiaan yang akan segera diraihnya. Pertarungan dua puluh tahun yang lalu telah membuatnya bersama sangat lama untuk menunggu hari-hari ini.

Shura sangat membenci peristiwa dua puluh tahun yang lalu. Dia sampai harus menggunakan kekuatan penghancur semesta. Dia harus mengalami luka dalam yang serius. Saat itu, dia belum sempurna dalam menyerap Blood Supreme dan dipaksa mengeluarkan energi kekuatan penghancur semesta.

Hasilnya, dia memang bisa membunuh para saint itu, namun akibatnya fatal. Butuh dua puluh tahun untuk memulihkan kekuatan dan juga kehancuran pada banyak bagian di tubuhnya. Hal itu karena penyerapan Blood Supreme belum berhasil dan dia sudah dikacaukan dengan penyerbuan dari Tiga Legenda tersebut.

Kenangan itu sungguh menyakitkan bagi Shura. Dia merasa terhina dengan kondisinya saat itu dimana dia seperti seorang yang cacat dan lumpuh. Tak bisa melakukan apapun kecuali hanya memerintah para pasukannya. Kini, setelah dua puluh tahun Lima Gerbang melindunginya, kini mereka semua sudah lebih dulu pergi ke alam akhirat.

Namun, energi yang tersisa dari mereka semua menjadikan Lord Demon menjadi sangat kuat dan berenergi. Dia dapat melakukan apapun saat ini. Dia merasa tidak takut lagi pada kekuatan pasukan bela diri. Sebanyak apapun mereka menyerang dirinya, semuanya akan diselesaikan dalam beberapa serangan.

Senyuman Shura semakin merekah. Tak lama lagi, dia sedang mempersiapkan kekuatan besarnya untuk benar-benar menjadi penguasa bagi dunia. Tidak lagi bersembunyi dan menyembunyikan kekuatannya. Kali ini semuanya akan berbeda. Siapa yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka dia akan mengalami neraka.

Itulah kekuatan Tuhan yang mampu menciptakan neraka dan surga bagi siapa saja yang hidup dalam naungannya. Ha... ha... ha...

Tawa Shura meledak. Dia berdiri dari tempat duduknya. Beberapa pasukan kegelapan yang berada di sekitarnya kaget, karena mereka sejak awal hanya melihat Shura terduduk dan seperti sedang mempersiapkan strategi peperangan.

Kali ini, Lord Demon bangkit dari duduknya. Dia seolah sudah tidak sabar lagi. Waktunya sudah tiba untuk melakukan revolusi pada semua lini kehidupan manusia di seluruh benua. Dia akan mengubahnya menjadi tempat yang nyaman dan aman ditempati siapapun dan tidak ada lagi perselisihan dan peperangan.

Semuanya akan tunduk dalam perintahnya.

Shura membuka kedua tangannya di samping. Energi kegelapan menyeruak ke atas dari bawah kakinya. Itu adalah energi kegelapan yang disimpannya di bawah keberadaannya. Itu adalah sejenis dimensi yang diciptakan dari bayangan seseorang.

Shura paham betul yang akan membantu dalam pertempuran akhir adalah energi yang disimpan dalam bayangannya. Shura memiliki kekuatan itu untuk dipakai pada saat yang tepat dan juga digunakan untuk membantu mengaktifkan kekuatan penuh dari Blood Supreme dalam diri Shura.

Kekuatan kegelapan yang muncul dan besar dari tubuh Shura menyeruak ke atas. Seperti angin topan namun itu berisi putaran dari energi kegelapan. Dari tubuh Lord Demon itu menyeruak ke atas langit hingga menembus awan dan menembus apapun kehidupan di atas mereka.

Energi kegelapan terus berputar-putar dan dari tubuh Shura menjulang ke langit hingga suara halilintar seolah menyembar kencang di siang bolong. Shura sudah bersiap mengeluarkan kekuatan besarnya. Tujuannya hanyalah satu, untuk membuat seluruh manusia tunduk dalam perintahnya dan tidak ada protes sama sekali. Itu sungguh hidup yang menyenangkan bagi Shura.

Apapun cara yang dia gunakan.

Ultimate Black Fist!

Aliran kegelapan dan listrik dengan campuran berwarna merah seperti darah. Shura bersiap memecahkan semua penghalang yang tercipta. Namun, satu hal yang saat ini dipersiapkannya dengan serangan tersebut. Shura menarik kedua sikunya ke masing-masing arah di sampingnya. Kepalan tangan kanan dan tangan kiri masih mengepal.

Sepertinya, akan ada energi dalam bentuk besar yang dikeluarkan Shura. Tapi, belum diketahui jenis serangan apa yang akan digunakan oleh Shura untuk membuat serangan kepada seluruh pasukan bela diri. Dari jauh, wajah Aji nampak pucat, entah apa yang dipikirkan oleh Aji. Sepertinya, apa yang ditakutkan Aji akan segera terjadi. Sulit untuk menjangkau tempat Shura saat ini. Selain jauh, pasukan kegelapan akan melindungnya. Lalu?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!