Pasukan Langit

Pasukan Langit Sudah Diintai

Aji segera menuju ke kediaman sementara para anggota Pasukan Langit. Di sana, dia disambut oleh Lao dan Gayatri di gerbang masuk. Tidak ada apa-apa dengan mereka?

”Kenapa, apa ada sesuatu yang penting?” Aji menjadi penasaran.

”Ikut kami, Aji,” itu adalah Lao, Aji pun menurut dan mereka bertiga masuk di ruang dalam tempat mereka diberikan sebuah kediaman selama menunggu senjata mereka jadi. Para anggota Pasukan Langit yang lain masih menjajal dan mencoba senjata baru mereka, sekaligus berlatih di lapangan latih beladiri di kota Linggar Emas.

”Begini Aji, aku merasakan energi gelap mengelilingi kota Linggar Emas, bahkan perguruan Bangau Emas juga,” Gayatri memelankan suaranya.

Aji mengerti, kemampuan Gayatri saat digunakan, dan dia memahami ada energi gelap para pasukan dari Lord Demon di seluruh kota Linggar Emas. Aji juga merasakannya, dia hanya merasakan energi kegelapan memang ada di kota Linggar Emas. Namun, dia tak mau menakuti yang lainnya.

”Entah kamu percaya atau tidak, energi kegelapan amat kuat di kota ini Aji,” Gayatri memang sedikit ragu, dia takut kalau tidak ada yang mempercayainya.

Aji melihat kearah Gayatri dan Lao, keduanya nampak seolah ingin meyakinkannya untuk percaya. Mata indah milik Gayatri ditatap oleh Aji, rambutnya tertutupi dengan penutup kepala. Itu adalah kebiasaan berpakaian dari Gayatri.

”Ada berapa banyak yang bisa kau rasakan, Gayatri?” kali ini, Aji ingin memastikannya. Dia tidak bisa memastikan kekuatan kegelapan milik pasukan Lord Demon. Namun, dia hanya bisa merasakannya saja.

”Mengerikan! Bahkan, ini pertama kalinya aku merasakan energi yang sangat kuat selama aku hidup. Mereka berjumlah banyak dan juga memiliki kekuatan yang besar.”

Sudah dipastikan, bahwa tempat persembunyian senjata masal yang selama ini dibuat oleh Blacksmith Bangau Emas, memang masih berada di kota Linggar Emas. Kekuatan yang mengerikan seperti yang dikatakan oleh Gayatri semakin membuatnya harus menemukan kata kunci dan buktinya.

”Tapi Aji....,”

Syuunnggg! Braaakkkk!

Meja di samping mereka hancur berantakan, sebelum Gayatri menyelesaikan penjelasannya. Aji melesat ke atas, dan sedetik kemudian seseorang jatuh di meja di samping mereka. Meja hancur berserakan. Sesosok manusia tengah menggeliat karena kesakitan.

Aji merasakan ada yang mengintai mereka, dia memiliki kemampuan stealth yang kuat sehingga tidak bisa dirasakan kehadirannya. Aji melesat dan langsung menghantamnya sehingga dia jatuh ke bawah.

Aji melesat dan sudah memegang kerah baju sosok bertopeng serba hitam itu. Aji dan Gayatri kaget karena hal itu, dan segera berdiri mendekati Aji yang masih memegang baju pengintai itu.

”Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu!”

Lelaki itu masih merasakan sakit, tapi dia mendelikkan matanya dan tiba-tiba mulutnya bergoyang-goyang sejenak.

”Sial!” Aji melepaskan cengkeraman tangannya itu.

Sedetik kemudian, pengintai itu tak bisa menutup matanya. Dan dia sudah mati, dia menelan racun yang memang sudah dipersiapkan di wadah, dan disimpan di samping gigi dalamnya. Ketika tertangkap, mereka akan menggigit penutup racun itu dan mereka pun menelannya. Itulah kebiasaan para pengintai dari pasukan kegelapan.

Gayatri melihat bahwa pengintai itu tak bergerak, dia duduk dan memeriksa denyut nadi serta memencet lehernya. Wajahnya membiru.

”Dia menalan racun! Siapa sebenarnya mereka, dan apa yang mereka inginkan dari kita?” Gayatri bertanya pada Aji.

”Mereka sudah mulai bergerak, kita harus menyembunyikan mayat ini sehingga tidak ada yang curiga.”

Gayatri dan Lao pun mengangguk. Mereka tentu belum bisa mencerna seluruhnya, tapi mereka percaya bahwa ada misi khusus yang tengah digunakan oleh pasukan kegelapan. Kali ini, mereka mengawasi semua Pasukan Langit.

Mereka pun menyembunyikan mayat itu dan menutupnya dengan sebuah kotak besar. Mereka pun segera menuju anggota Pasukan Langit yang lain, dan harus memberitahu bahwa mereka semua harus berhati-hati.

Aji harus bertindak cepat, jalan satu-satunya adalah Rakuta. Dia harus mengetahui siapa Nasura dan bagaimana menemukannya. Kejadian barusan harus ditutupi agar pasukan kegelapan tidak mengetahui dalam waktu dekat, bahwa anggota mereka sudah ketahuan.

Semua pergerakan harus diawasi mulai sekarang. Jika ada yang mencurigakan maka anggota Pasukan Langit harus memberikan laporan.

Ketua Gonan pun dilaporkan hal itu, dan dia pun sedikit curiga. Ada apa sebenarnya sehingga pasukan kegelapan bisa ada di kota Linggar Emas. Apakah ada yang mereka inginkan sehingga mereka bisa leluasa berasa di perguruan Bangau Emas, dan di kota milik Sengturi ini?

Siang itu, senjata terakhir yang dibuat pun seluruhnya jadi kecuali milik Aji, yang mungkin masih beberapa hari lagi. Aji pun menemui Rakuta dan menanyakan perkembangan senjatanya, Rakuta menyebutkan bahwa senjatanya cukup sulit sehingga membutuhkan waktu lebih banyak mengingat detailnya yang luar biasa.

”Tuan Rakuta, bagaimana aku bisa menemui Nasura?”

Pertanyaan tiba-tiba dari Aji itu cukup mengagetkan Rakuta. Belum ada orang yang menanyakan dan ingin bertemu dengan Nasura. Apakah Nasura melakukan kejahatan lagi? Rakuta sendiri hanya mengenal Nasura sekilas karena mereka sering bertemu, saat Nasura datang dan memberikan tugas untuknya membuat senjata yang banyak beserta detailnya.

”Apakah dia menggoda saudari wanitamu? Atau.. dia mengganggu kekasihmu?”

Aji masih terdiam, kenapa tiba-tiba Rakuta menanyakan soal wanita? Apakah yang dimaksud oleh Rakuta bahwa Nasura adalah sosok yang sering mengganggu wanita?

Melihat Aji diam saja, Rakuta pun menebak bahwa mungkin memang demikian. Dia tahu bahwa Nasura selalu mengganggu wanita, bahkan isteri orang pun dia ganggu. Keahliannya adalah mengganggu wanita dan suka menghamburkan uangnya untuk mencari wanita.

”Sudah kuduga, Dia memang penjahat! Dia selalu mengganggu wanita dan aku selalu mengingatkannya ketika kami bertemu.”

”Benar,” kata Aji, ”Aku ingin membuat perhitungan dengannya. Bisakah kau tunjukkan aku di mana aku bisa menemuinya?”

Rakuta sedikit ragu, tapi dia juga sudah sangat jengkel kepada Nasura. Dia bahkan pernah mengganggu karyawan perempuannya, sehingga saat itu Rakuta marah padanya. Namun, Nasura malah tertawa dan bahkan menghinanya dengan memberinya uang damai. Rakuta merasa tak terima akan hal itu, tapi dia hanya bekerja sebagai kepala Blacksmith.

”Baiklah, aku akan tunjukkan jalannya padamu. Selanjutnya, jika kau mau menghajarnya, balaskan juga dendamku padanya!”

Aji pun tersenyum, semuanya akan mudah mulai sekarang. Ini bisa membuka jalan menuju melemahkan kekuatan dari Lord Demon, Shura.

Saatnya bergerak! Sebelum semuanya terlambat karena bisa jadi, para pasukan kegelapan juga mengintainya. Dia harus mampu menyembunyikan niatnya, para pasukan kegelapan bisa saja melakukan hal nekat. Mereka bisa menghabisi saksi, jika Nasura dibunuh dan itu pasti mudah bagi mereka. Maka, bukti akan semakin sulit didapatkan.

Aji harus menyiapkan rencana yang tepat untuk menangkap Nasura dan membuatnya mengakui kesalahan dari Drakos dan puteranya, Sengturi. Dia tidak mau kalah dan Pasukan Gelap mendahului langkahnya. Jalannya adalah, tetap bertindak seolah dirinya seorang newbie dan masih seorang pemula sehingga tetap diremehkan. Itulah jalannya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!