Pengorbanan Cinta David
David Keras Kepala
Alex melotot sama kagetnya ketika David berbicara langsung dengan Hamdan, "Lo jangan bercanda Dan! kalau beneran apakah artinya David akan memeluk islam? ya Allah semoga kau membukaan jalan untuk David agar segera masuk islam." Alex mengangkat ke dua tangannya seraya berdoa.
"Aamiin, doakan saja yang terbaik Lex," seru Hamdan sembari tersenyum, dia memang mengharapkannya itu.
"Terus Davidnya mana Dan? masih di kelas ya?" Alex masih penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Hamdan rasanya dia ingin segera bertemu dengan David.
Tidak lama kemudian kelas David pun selesai dan akan dilanjut nanti beberapa kali ponselnya selalu bergetar menampilkan pesan di sana yang mana satunya dari Hamdan yang menanyakan kapan kelasnya akan berakhir.
"Ya Tuhan ngantuk sekali gue hari ini," gumam David yang terus menguap serta melentangkan ke dua tangannya dengan lebar untung saja di kelasnya tertinggal 5 orang saja yang lainnya sudah pada keluar duluan.
David ingat jika semalam dia tidur larut malam sebab dia harus mengerjakan tugas serta membuat makalah, setelah menguatkan diri David pun beranjak pergi keluar dari kelasnya.
"Tuh David!" seru Alex seraya bangkit dari duduknya.
Melihat ke dua temannya sudah menunggu dirinya di depan kelas membuat David kaget, "Lah kok kalian nunggu di sini katanya mau nunggu di kantin?" serunya dengan menyernyit heran.
Mereka pun melakukan tos five high sebagai tanda pertemanan mereka, melihat Alex membuat David kembali teringat akan perkataan Mino tadi pagi di perpustakaan.
"Dav lo seriusan ingin belajar mengaji?" Alex langsung melemparkan pertanyaan kepada David.
"Hemm kayanya nanti sore saja deh gue masih ada kelas nih hari ini, sorry ya Dan lo pasti sudah nunggu gue dari tadi." David sangat merasa tidak enak hati kepada David yang ingin membantunya sehingga harus menunggu dirinya sampai kelas selesai.
Hamdan tersenyum dia menepuk bahu David pelan, "Tidak apa-apa selagi gue bisa bantu apa salahnya kan? oh ya gue ada kelas juga sekarang ya sudah gue duluan ya sampai jumpa di kantin," ujarnya seraya tersenyum hangat.
Begitulah Hamdan dia adalah laki-laki yang berhati tulus David banyak belajar dari teman satunya itu, mereka pun berlalu menuju kelasnya masing-masing hari ini Alex akan bergabung dengan kelasnya Hamdan dengan pelajaran yang sama, jadi Alex bisa duduk di samping temannya itu.
Banyak orang yang tidak ingin memiliki teman dengan sebab mereka sudah sangat senang tanpa harus memiliki teman dekat bahkan ada yang tidak percaya kepada teman karena banyak di luar sana yang menyalah gunakan kepercayaan teman sehingga mudah dihianati namun berbeda dari sebagian orang dengan adanya teman hidup mereka lebih bewarna tidak lagi kesepian meski tanpa ada pacar, memicu perilaku positif dan memberi dukungan emosional ya siapa lagi yang akan mendukungmu jika bukan teman.
Bagi David sendiri pun teman itu is everyting lebih dari pacarnya sendiri harus dia akui jika tanpa teman dan sahabat uangnya akan tetap utuh itulah yang pernah dia katakan kepada teman-temannya di Eropa.
'Tidak ada uang tidak akan punya teman' itu adalah kata-kata yang pernah dia katakan dengan terang-terangan kepada teman-temannya yang disahuti dengan gelak tawa dari mereka.
"Dav, lo sudah buat makalah?" ujar Gio dengan menaik turunkan alisnya.
David menampakan wajah cueknya dia sangat lemah sekali hari ini karena dia harus berpuasa ditambah lagi nanti dia akan ke Gereja bersama ke dua orangtuanya, "Sudah," jawabnya lirih sembari terus memutarkan pulpen miliknya pandangannya pun pokus ke depan.
"Lo kenapa kok letoy banget sih? gak kaya biasanya," seru Gio melihat ada sesuatu yang terjadi dengan David.
"Letoy apa itu? lo gak usah sok tahu emang gue biasanya bagaimana hah?" sergah David merasa ada yang janggal dengan perkataan Gio yang mana dia baru dekat dua hari yang lalu setelah presentasi.
Gio tertawa, "Okey gue gak akan banyak tanya tapi gue boleh minjem catatan lo kan nanti!" Tanpa basa-basi dia langsung mengatakan tujuannya takut jika David malah akan kesal dengan ucapannya.
"Lagian kenapa lo gak nyacet sih jadi mahasiswa bukannya nambah rajin malah malas!" celetuk David saking kesalnya.
Lagi-lagi Gio dibuat kaget dengan ucapan David yang memang sepertinya sedang ada masalah sehingga tidak ingin diganggu jika biasanya cowok itu selalu baik hati kepadanya kini malah sebaliknya akhirnya Gio pun memilih untuk diam saja.
Jam kuliah pun berakhir membuat seluruh mahasiswa keluar dari kelasnya setelah dosen mengakhiri kelasnya, David pun langsung berjalan menuju kantin seperti yang sudah dijanjikan oleh ke dua temannya itu.
"Kayanya mereka gak tahu deh kalau gue puasa!" gumam David sembari terus berjalan menuju kantin, dia memang belum bicara tentang hal ini sehingga tidak ada salahnya jika Hamdan mengajaknya berkumpul di kantin.
Terlihat Alex yang sedang minum teh botol dengan hausnya membuat David menguatkan diri untuk tidak tergoda dia berdoa kepada Tuhannya untuk senantiasa melindungi dirinya dari gangguan-gangguan yang akan membatalkan puasanya.
"Dan, Lex pindah tempat yuk jangan di kantin di base camp saja atau langsung ketemu saja dengan pak Syakirnya," ujar David yang kini telah berdiri di depan Hamdan dan Alex yang kini sedang minum.
"Lah kenapa memangnya? gak biasanya lo nolak buat duduk di kantin?" Hamdan bertanya dengan heran seraya meneguk air minumnya.
Akhirnya David pun duduk di sebelah Alex, "Sorry, hari ini gue lagi puasa pra paskah," ungkapnya lirih sembari membuka ponsel miliknya.
Hamdan dan Alex saling pandang mereka baru mendengar tentang puasa yang satu itu yang mana awalnya mereka mengira jika David akan mengatakan sedang puasa syaban seperti kemarin.
Dengan hati-hati Alex mendekatkan dirinya kepada David, "Puasa apa itu Dav? sorry kalau gue salah nanya," katanya dengan rasa takut jika pertanyaannya akan menyinggung perasaan David.
"Puasa yang tidak wajib dilakukan dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang beragama katolik puasa paskah adalah memperingati kebangkitan Yesus setelah kematiannya di atas kayu salib," jelas David panjang lebar.
"Oh begitu, jadi sekarang Lo lagi puasa yaudah semangat yah!" Alex memberikan dukungan untuk David agar lancar dalam menjalankan ibadah puasanya.
Begitu pun Hamdan yang kaget mendengarnya, "Oh ya sudah yuk kita ke ruangannya ustad Syakir saja langsung!" ujarnya dengan bergegas. "Oh ya gue juga ada acara tausiyah di masjid dengan anak rohis nanti setelah salat dhuhur."
"Gue ikut boleh kan, Dan?" tukas Alex yang bersiap kali ini dia bersungguh-sungguh ingin menghadiri tausiyah di masjid agar dirinya mendapat penerang.
"Ya sudah kalau gitu mari kita langsung bertemu dengan pak Syakir saja!" David bangkit dari duduknya dia ingin langsung mendengar jawaban dari pertanyaannya yang semalam dia tanyakan kepada Hamdan.
Sesampainya di pintu ruangan ustad Syakir, Hamdan beserta ke dua temannya itu langsung mengetuk pintu dengan pelan sembari mengucapkan salam.
"Walaiakumsalam masuk!" sahut ustad Syakir dari dalam ruangan yang mungkin sudah menunggu kedatangan Hamdan dia juga sudah menyiapkan jawaban yang akan diberikannya nanti.
"Afwan ustad ini teman saya David mahasiswa baru yang ingin bertanya kepada antum," ujar Hamdan membuka pembicaraan.
David pun tersenyum, "Saya David pak, saya beragama katolik apakah saya boleh belajar membaca alquran?" ujar David dengan penuh tekad dia hanya tertarik untuk membacanya.
"Apa tujuan kamu ingin membaca alquran nak David?" tanya ustad Syakir dengan memandang David tajam.
Sebelum dia bertanya kepada ustad Syakir David memang sudah menyiapkan jawaban yang mungkin akan diajukan oleh ustad Syakir, "Saya suka mendengarnya yang mana seperti syair-syair indah yang jika disenandungkan akan terdengar merdu dan enak didengar," jawabnya seraya membayangkan suara Dinda.
Mendengar jawaban David ke dua temannya itu hanya diam menyimak tidak berniat untuk berkata apapun karena dia hanya mengantarkan David kepada ustad Syakir yang memiliki pengetahuan luas tentang agama islam serta fiqih.
"Orang Kristen membaca Al Quran tentu boleh, tidaklah dosa asalkan kita memiliki sikap yang benar dengan bacaan Alquran tersebut. Jika kita hanya ingin menambah pengetahuan, tentu tidak salah. Justru orang Kristen diminta untuk memiliki pengetahuan yang luas sebagai hubungan iman Kristen dengan ilmu pengetahuan. Namun, jika kita membaca Alquran untuk mencari kebenaran, tentu itu adalah hal yang salah. Sebagai orang Kristen, kebenaran sejati hanya berasal dari Allah, intinya boleh tetapi dengan didampingi oleh ulama agar tidak terjadi kesalahpahaman," jelas ustad Syakir dengan tersenyum.
"Hanya saja apa Nak David tidak takut jika ketahuan orangtuanya?" tanya Ustad Syakir menatap wajah tampan David.
David terdiam, jelas jika orangtuanya melihat dia membawa Alquran pasti bakal marah tapi jika dia membacanya lewat aplikasi Alquran mereka tidak akan tahu.
Seketika ingatan Ustad Syakir berputar pada film ayat-ayat cinta yang mana Maryam seorang wanita Kristen namun hafal surat Maryam, entah bagaimana dia bisa hafal surat itu yang pasti cukup membuat banyak orang kagum mengetahuinya.
Setelah keluar dari ruangan ustad Syakir, David mendapatkan telpon dari temannya di Eropa yang juga beragama khatolik dia teman cerita David juga selama ini hingga kejadian ini David ceritakan kepada temannya itu.
"Kuatkan iman Lo Dav, hanya itu saja sih pesan dari gue," pinta Frans kepada David.