Sistem Penukar Kenangan
Harga Sebuah Kemenangan
Cahaya biru yang menyelimuti kepalan tangan Arya berpendar semakin terang.
Untuk sesaat, waktu seolah melambat.
Ia bisa melihat Shadow Ghoul melesat ke arahnya dengan kecepatan mengerikan. Cakar hitam yang dipenuhi aura gelap itu bergerak lurus menuju lehernya. Jika serangan itu mengenai sasaran, hidupnya mungkin berakhir malam ini juga.
Namun Arya tidak mundur, ia sudah terlalu jauh untuk mundur, ia teringat wajah ibunya.
Teringat rumah kecil yang selalu menjadi tempat pulangnya.
Teringat semua mimpi yang belum sempat ia wujudkan.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar bertarung dengan seluruh tekad yang dimilikinya. "Aku tidak akan mati disini!"
BRAK!
Tinju Arya menghantam wajah Shadow Ghoul tepat ketika cakar monster itu hampir menyentuh lehernya.
Ledakan energi terjadi, Aura biru dan aura hitam bertabrakan di udara.
Gelombang kejut menyapu seluruh ruangan.
Kaca jendela pecah berkeping-keping lampu di langit-langit meledak satu per satu.
Tubuh Shadow Ghoul terpental hingga menghantam dinding rumah sakit.
DUAAAR!
Retakan besar muncul di tembok, sementara Arya sendiri terlempar ke belakang dan jatuh keras ke lantai.
"Aaargh!" Rasa nyeri menjalar dari tangan hingga bahunya.
Seolah tulang-tulangnya baru saja dipukul menggunakan palu besar. Ia terengah-engah sambil berusaha bangkit.
Pandangan matanya sedikit kabur namun ketika melihat ke depan, Arya menyadari satu hal.
HP Shadow Ghoul berkurang drastis. Shadow Ghoul HP : 18/100
Mata Arya membelalak. Serangannya berhasil, benar-benar berhasil.
Untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai, ia berhasil memberikan kerusakan besar kepada monster itu.
Shadow Ghoul perlahan bangkit dari reruntuhan tembok.
Sebagian wajahnya hancur, darah hitam pekat menetes dari rahangnya.
Namun yang paling mengejutkan adalah ekspresi monster itu. Takut.
Untuk pertama kalinya, Arya melihat ketakutan di mata makhluk tersebut.
"Mustahil..." Suara Shadow Ghoul terdengar parau.
"Baru terbangun tapi sudah bisa menggunakan kekuatan sistem sampai sejauh ini..."
Arya menahan rasa sakit di tubuhnya. "Napasmu mulai pendek."
Shadow Ghoul menatapnya tajam. "Kau terlalu percaya diri." Monster itu mengangkat tangannya.
Aura hitam kembali berkumpul namun kali ini jauh lebih tidak stabil. Seolah energinya mulai habis.
Aether yang melayang di dekat jendela mengamati situasi tersebut. "Kesempatan menang meningkat."
Arya langsung menoleh. "Berapa persen?"
"Empat puluh tujuh persen." Arya hampir tertawa.
Baru kali ini angka empat puluh tujuh persen terdengar begitu indah.
Meski begitu, peluang tersebut tetap berarti satu hal. Ia masih bisa mati.
Shadow Ghoul menggeram. Lalu tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam.
Kecepatan monster itu meningkat drastis, lebih cepat dibanding sebelumnya.
Arya refleks mengaktifkan Analisis. [Analisis Aktif] Dunia kembali terasa melambat.
Arya dapat melihat lintasan gerakan Shadow Ghoul yang samar namun kali ini monster itu terlalu cepat.
Ia hanya mampu membaca sebagian gerakannya. "Cepat sekali..."
Suara Aether terdengar. "Ia mengorbankan sisa energinya untuk serangan terakhir."
Arya menggertakkan gigi berarti ini adalah penentuan.
Siapa pun yang kalah dalam benturan berikutnya akan mati.
Tubuh Shadow Ghoul muncul tepat di depan Arya.
Mata merahnya menyala penuh kebencian. "Mati!"
Cakar hitam itu turun. Arya memutar tubuhnya, serangan itu meleset tipis.
Namun ujung cakar masih sempat menggores bahunya. Darah segar mengalir.
Rasa perih membuat wajah Arya meringis.
Namun ia tidak berhenti, ja melangkah maju, mendekat, semakin dekat.
Sampai akhirnya ia berada tepat di depan dada Shadow Ghoul.
Jarak yang terlalu dekat untuk dihindari. Mata Arya menatap monster itu. Lalu sebuah tulisan muncul. Kelemahan Utama : Jantung
Arya mengepalkan tangan. Inilah kesempatan terakhirnya.
"Pukulan Diperkuat!" Cahaya biru menyala terang.
BOOOM!
Tinju Arya menghantam dada Shadow Ghoul tepat di bagian jantung, suara retakan keras terdengar.
Mata merah monster itu membelalak, tubuhnya membeku.
Kemudian retakan cahaya mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. "Tidak..."
Suara Shadow Ghoul terdengar penuh ketidakpercayaan.
"Bagaimana mungkin..." Retakan semakin banyak.
Aura hitam yang menyelimuti tubuhnya perlahan hancur.
Sebelum tubuhnya benar-benar lenyap, monster itu menatap Arya untuk terakhir kalinya.
Dan mengucapkan sesuatu yang membuat bulu kuduk Arya berdiri.
"Mereka akan menemukanmu..."
"Apa?"
"Kau tidak bisa bersembunyi selamanya..."
Tubuh Shadow Ghoul mulai berubah menjadi partikel-partikel hitam.
"Mereka akan mengambil semua kenanganmu..."
Arya membeku. Kenangan? Apa maksudnya?
Namun Shadow Ghoul sudah terlambat menjelaskan, tubuhnya hancur sepenuhnya. Lenyap.
Meninggalkan kesunyian yang menyesakkan.
Beberapa detik berlalu, tidak terjadi apa-apa, Arya berdiri terpaku.
Napasnya masih memburu, tubuhnya dipenuhi luka namun ia masih hidup. Ia menang.
Benar-benar menang, Lututnya tiba-tiba melemas, ia jatuh terduduk di lantai.
Baru sekarang tubuhnya menyadari betapa lelahnya dirinya.
"Berhasil..." gumamnya.
Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu terjadi, Arya merasakan sedikit harapan.
Mungkin semua ini memang gila, mungkin dunianya tidak akan pernah sama lagi namun setidaknya ia masih hidup.
Tepat saat itulah layar biru muncul di hadapannya. [Misi Darurat Selesai]
Shadow Ghoul berhasil dikalahkan hadiah diterima.
Arya menghela napas lega. Akhirnya….
Namun beberapa detik kemudian, notifikasi lain muncul. [EXP Mencukupi] Level Up! Level 1 → Level 2
Cahaya hangat menyelimuti tubuhnya. Rasa sakit di bahu dan dadanya perlahan berkurang. Tenaganya kembali. Lukanya mulai menutup.
Arya tersenyum. "Ternyata naik level rasanya seperti ini."
Namun Aether tidak ikut tersenyum. Ekspresi gadis kecil itu justru terlihat serius sangat serius.
Arya mengernyit. "Ada apa?" Aether tidak langsung menjawab.
Tatapannya tertuju pada layar yang muncul berikutnya.
Dan saat Arya membaca tulisan itu, senyumnya perlahan menghilang. [Biaya Level Up Akan Diproses]
Sistem Penukar Kenangan Aktif, 1 Kenangan Bahagia Akan Dihapus
Arya terdiam dahinya berkerut. "Kenangan?" [Proses Dimulai]
"Tunggu."
Arya berdiri. "Sebentar."
Jantungnya mulai berdetak lebih cepat. "Aether?"
Gadis itu menundukkan kepala, seolah sudah mengetahui apa yang akan terjadi.
"Aether, maksud tulisan ini apa?" Tidak ada jawaban. [Kenangan Dipilih]
Arya mulai panik. "Kenangan apa yang akan dihapus?"
[Penghapusan Berhasil] Seketika sebuah rasa aneh muncul di dalam kepalanya, tidak sakit, tidak pusing.
Namun ada sesuatu yang terasa hilang. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
Arya memegang kepalanya. Napasnya memburu. "Apa yang terjadi?"
Beberapa saat kemudian, pandangannya jatuh pada sebuah foto di meja dekat ranjang.
Foto dirinya bersama ayahnya. Mereka sedang memancing di sebuah danau.
Arya mengenali foto itu. Ia tahu pria itu adalah ayahnya, ia tahu itu dirinya. Namun...
Ia tidak mengingat hari itu. Tidak mengingat percakapannya, tidak mengingat suara tawa ayahnya, tidak mengingat bagaimana perasaannya saat itu.
Kenangan itu hilang. Lenyap, seolah tidak pernah ada, mata Arya membelalak. Tubuhnya membeku.
Perlahan, rasa takut yang jauh lebih besar daripada saat menghadapi Shadow Ghoul mulai memenuhi dadanya. "Kenapa..."
Tangannya gemetar. "Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?"
Suara Arya terdengar lirih. Patah? Aether menundukkan pandangannya.
Lalu untuk pertama kalinya, gadis itu mengucapkan sesuatu yang benar-benar membuat Arya memahami betapa mengerikannya sistem yang ia miliki.
"Selamat datang di Sistem Penukar Kenangan."
Kesunyian memenuhi ruangan.
Sementara Arya menatap foto ayahnya dengan mata yang perlahan memerah. Ia menang malam ini. Ia berhasil hidup. Ia berhasil naik level.
Namun untuk kemenangan itu. Ia baru saja kehilangan sebagian dari masa lalunya dan itu hanyalah permulaan.