Squad Star Girls Story

Penuh Perhatian Kecil

Jennie menceritakan kejadian perkelahian tadi sampai akhirnya dia bertindak nekat untuk menghentikannya dan melindungi Eun woo dari serangan Baekhyun. 

 

Sampai saat ini Jennie tidak mengetahui jika Eun woo yang sudah membawanya ke UKS, yang dia tahu adalah Lisa dan sahabat-sahabatnya. 

 

"Gue boleh nanya satu hal Lis?" ujar Jennie penuh ragu untuk bertanya.

Begitu Lisa memberikan izin akhirnya dia mencoba untuk bertanya lagi, "Bagaimana keadaan Eun woo? Gue khawatir, belum melihatnya sejak kejadian tadi," lirihnya sambil menundukan kepalanya. 

 

Sejak tadi Lisa tidak memberitahu keadaan Eun woo padahal dia sudah bertanya tapi tidak direspon, karena mungkin Lisa mau menutupinya. Dari tadi Lisa menceritakan tentang Baekhyun yang berhasil dia suruh pulang diantar oleh teman-temannya. 

 

"Dia baik-baik saja kok dia juga sudah minum obat nyeri tadi, Lo gak usah khawatir yah mending Lo tidur di sini oke." 

 

Setelah ini Lisa jadi curiga kepada Jennie, sepertinya apa yang dikatakan Seulgi benar sahabatnya ini punya perasaan spesial kepada Eun woo.

"Lo gak usah berpikir yang aneh-aneh Lis, malah senyum-senyum gitu his nyebelin banget," gerutu Jennie dengan bibirnya yang manyun merasa diledek oleh Lisa sebab menanyakan Eun woo. 

Lisa mencubit kedua pipi Jennie, "Iya iya gue bakal diem dan jaga rahasia ini baik-baik kok Lo tenang aja," katanya.

 

Seketika Jennie melotot mendengarnya, "Ish rahasia apaan??" tanyanya bingung.

"Gue tau kok," sahut Lisa sambil mengedipkan sebelah matanya, "Yaudah Lo istirahat ya jangan banyak pikiran! Gue tinggal dulu mau lihat teman-teman yang lain," pamitnya dan berlalu pergi setelah membaringkan tubuh Jennie.

 

"Iren, gue titip Jennie ya takutnya digangguin Eun woo," goda Lisa sambil terkekeh.

"Siap aman kok ada gue," sahut Irene dari ruang sebelah.

 

Lisa akhirnya keluar dari ruang UKS, sedangkan Jennie masih terus memikirkan Eun woo, dia baru pertama kali melihat cowok itu bertengkar sampai segitunya.

"Oh my god," gumam Jennie pelan, rasanya malu juga mengingat tindakannya tadi, pasti teman-temannya bakal mikir yang aneh-aneh setelah ini. 

 

Setelah minum obat nyeri yang diberikan Irene, Jennie jadi merasa ngantuk kemudian dia miringkan tubuhnya ke samping sambil memejamkan matanya. 

 

Sedangkan Eun woo dia bertemu dengan teman-temannya dari berbagai sekolah di taman belakang sekolahnya. 

"Lo kenapa kok bisa babak belur kaya gitu?" tanya Sanha sambil memegang wajah sahabatnya yang bengkak.

Diperlakukan seperti itu membuat Eun woo merasa lemah dia singkirkan tangan Sanha dengan kasar, "Gue gak apa-apa tadi senior merasa sok jagoan jadi nantangin gue, tapi gue ngerasa bukan gara-gara hal sepele Baekhyun ngehajar gue tapi ada dendam lain yang gue sendiri gak tau," jelas Eun woo. 

 

"Jadi Lo mau kita nyari tau?" sahut Dongi cowok paling keren diantara yang lainnya. Dia jago dance dan main motor.

 

Eun woo menganggukan kepalanya, dia belum pernah melihat seniornya seemosi itu sampai mau menghabisi dirinya, bekas pukulan Baekhyun juga terasa sakit membuktikan bahwa cowok itu tidak suka dengannya. 

 

"Lo udah minum obat Eun woo?" tanya Dong saeng memandang wajah Eun woo penuh prihatin.

"Udah, dan tadi juga Jennie kena pukulan Baekhyun sebab saat dia ingin menghentikan perkelahian Baekhyun malah masih menyerang gue terus tiba-tiba Jennie malah mendorong gue dan serangan Baekhyun mengenai cewek itu," jelas Eun woo masih merasa tidak habis pikir dengan kejadian tadi. 

 

"Jennie kena pukulan Baekhyun? Serius lo?" Sanha terkejut mendengar sahabat yang sudah dianggap adiknya sendiri kena pukulan Baekhyun. "Kurang ajar si Baekhyun!!" Kini Sanha malah tersulut emosi.

 

Dongi menepuk-nepuk pundak Sanha mencoba menenangkan emosi temannya itu, "Udah gak usah emosi dulu mending kita selidiki punya dendam apa Baekhyun sama Eun woo," ujarnya.

 

"Orang kaya Lo aja ada yang gak suka ya apalagi kaya gue," timpal Chen merasa heran, baginya Eun woo adalah adik kecil yang pendiam tidak banyak tingkah meski sering kali ikut lomba balap motor bersamanya tapi mendengar perkelahiannya kali ini membuatnya heran.

 

Eun woo sendiri tidak tahu mengapa Baekhyun tidak menyukainya, dia juga terpancing emosi karena seniornya itu menganggap dirinya sebagai ketua yang tidak berguna.

"Hahaha Lo mah jangan ditanya deh musuhnya dimana-mana," sahut Dong saeng dengan gelak tawanya.

Chen mempunyai sifat yang brutal, mudah terpancing emosi dan keras kepala. Dia orang yang paling depan jika ada yang menyakiti temannya, bisa dilihat dari segi pakaiannya celananya bolong-bolong, rambutnya selalu memakai headband. 

"Nih minumannya Aa ganteng," ujar Bi Ah Yeong dengan membawa nampan berisi minuman teh jus, Ah Yeon adalah bibi kantin di sekolah Mutiara Indah yang sudah dekat dengan mereka.

 

"Makasih Bi," sahut Eun woo sambil membantu mengambil gelas yang ada di nampan.

"Ya ampun A Eun woo, kenapa kok wajahnya babak belur kaya gitu? Habis berantem ya? Duh muka tampannya jadi rusak deh," celetuk Bi Ah Yeong dengan ceplas-ceplos seperti biasanya.

 

"Hahahaha …." Detik kemudian semuanya tertawa mendengar ucapan Bi Ah Yeong yang mengejek wajah Eun woo.

 

"Biarin Bi, kali kali Allah bikin wajah tampan Eun woo jadi jelek sebab luka-lukanya," sahut Sanha dengan sisa tawanya.

Eun woo tidak pernah memperdulikan wajahnya baginya semuanya bisa kembali lagi setelah lukanya sembuh.

 

"Diam kalian semua!!" hentak Eun woo sedikit terganggu dengan ejekan teman-temannya.

"Ya ampun maaf ya A, bibi gak maksud loh yaudah nih kompres lukanya pakai es batu biar cepat sembuh," tukas Bi Ah Yeong sambil mengambil es batu yang sudah dimasukan kedalam plastik es. 

 

"Makasih Bi," sahut Eun woo setelah mengambil pemberian Bi Ah Yeong, perlahan dia menempelkannya di sudut bibirnya yang terluka serta pelipisnya juga.

 

"Baru kali ini gue lihat Lo kaya gini, biasanya dia yang selalu babak belur," ujar Dongi sambil menunjuk Chen yang wajahnya menjadi langganan pukulan orang setiap minggunya.

"Gue udah tobat sekarang malah Lo yang berantem," timpal Chen sembari menyeruput es tehnya.

 

Obrolan mereka terus mengalir begitu saja, jika sudah kumpul seperti ini apa saja dibahas dari masalah perkelahian Eun woo sampai hubungan percintaan mereka pun dibahas.

 

Tidak terasa Eun woo meninggalkan Jennie di ruang UKS sudah dua jam dia juga mendapat laporan jika setelah harus ada briefing membahas tugas-tugas untuk besok acara. Eun woo juga mendapat pesan jika pak Baek tidak bisa membersamai karena ada tugas yang harus diselesaikan jadi beliau hanya menitip pesan saja yang nanti akan dia sampaikan kepada teman-temannya.

 

         ***

"Gimana Lis, keadaan Jennie?" tanya Rose begitu Lisa sampai di ruang Aula.

"Alhamdulillah, dia sudah sadar," sahut Lisa yang langsung duduk bersama teman-temannya. "Ini Snack udah cukup kan?" tanyanya khawatir ada yang kurang.

 

Mi Ran mendekati Jennie dan Rose yang sedang menghadapi box Snack, "Gue udah ngitung ada 300 box dan takut kurang jadinya gue tambahin 10 box lagi jadi totalnya ada 310 box snack," sahutnya yang menjadi tugasnya dalam mengurus konsumsi.

"Baguslah, semoga ada lebih gak kurang yah," gumam Lisa pelan yang diaminkan oleh teman-temannya.

 

Melihat panggung dan kursi sudah kembali rapi Lisa mencoba menghubungi Eun woo untuk segera ke Aula mengingat cowok itu ingin mengadakan briefing. 

"Oh ya untuk penampilan sudah oke?" Kini giliran Rose yang bertanya dia ditugaskan untuk menjadi koordinatornya.

 

"Sudah ka, tadi juga kami sudah latihan dan insya Allah kami siap tampil besok," jawab Ni Seung ketua dari tim paduan suara. 

 

"Oke sip." Rose memberikan jempolnya kepada tim paduan suara. "Karena sudah sore kalian boleh pulang yah jangan lupa untuk datang on time sebelum acara dimulai!" 

"Baik ka." Ni Seung pun bangkit dari duduknya untuk pulang setelah mendapat izin dari ketuanya.

 

Tidak lama kemudian Eun woo datang dengan penampilan yang berbeda cowok itu terlihat habis mandi wajahnya tampak segar dari sebelumnya.

 

"Nih dia ketua kita sudah kembali lagi," ujar Hanbin melihat kedatangan Eun woo sampai membuat teman-teman yang lain ikut menoleh ke arah Eun woo. 

"Maaf ya gaes atas kejadian tadi," ujar Eun woo sambil menangkupkan tangannya di depan dada, hatinya memang merasa bersalah karena ulahnya semuanya jadi berantakan.

 

"Santai bro, udah sore nih kita langsung mulai saja briefing nya yah." Mj mencoba mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terlalu lama membuang-buang waktu.

 

"Oke, sepertinya semuanya sudah kumpul nih jadi untuk besok saya harap kalian datang lebih awal yah kalau bisa 1 jam sebelum acara dimulai, ini acara perdana kita buat acara ini berjalan dengan lancar oke," ujar Eun woo memberikan arahan.

 

Pembicaraan mereka berlangsung selama 1 jam lamanya, Eun woo meminta agar semua teman-temannya dapat bekerjasama hal yang paling dia takutkan adalah waktu, tidak mudah bagi semua orang untuk bisa on time besok, maka dari itu Pak Baek memberikan sanksi bagi yang telat akan dikenakan hukuman oleh beliau nanti setelah acara. 

 

"Semangat semuanya!!" teriak Eun woo sambil mengepalkan tangannya mencoba membangkitkan gairah teman-temannya.

 

"Fighting, yuk bisa yuk semoga besok berjalan lancar Aamiin," sahut Rose sembari mengaminkan doanya.

"Gue pulang dulu ya Eun woo, mau jemput adik gue," pamit Hanbin karena adiknya memintanya untuk jemput.

Diam-diam Rose memperhatikan Hanbin yang menarik hatinya, tanpa dia sadari Hanbin tampan juga jika dilihat dari dekat, ah jantungnya berdebar-debar membayangkan bisa menjadi kekasih cowok itu.

"Hey," tegur Lisa sambil melambaikan tangannya di depan mata Rose membuat sahabatnya itu terkejut.

 

"Astaghfirullah," gumam Rose pelan sambil tersenyum mengetahui jika sudah menghalu menjadi kekasih Hanbin. 

"Ya ampun wkwkwk," Lisa terkekeh sambil merangkul Rose, dia baru saja memergoki Rose memandang Hanbin sampai melamun. 

 

Semuanya pun pamit untuk pulang Lisa dan Rose berniat untuk mengunjungi Jennie yang masih di UKS.

"Ya udah yuk kita ke UKS," ajak Rose dengan semangatt.

Mendengar UKS Eun woo langsung menoleh, "Lisa, gimana keadaan Jennie dia sudah sadarkan diri?" 

 

"Sudah, tadi juga dia nanyain Lo terus." Tidak sengaja mulut Lisa mengatakan hal itu kepada Eun woo padahal dia sudah janji untuk merahasiakannya.

Eun woo melotot mendengarnya, "Hah, serius? yaudah gue ikut kalian deh sekalian mau minta maaf juga sama dia." 

 

Dalam hati Lisa ingin sekali melarang Eun woo untuk ikut, tapi wajar saja lah cowok itu harus minta maaf atas ulahnya jadi mengorbankan orang lain.

 

Mereka pun pergi bersama ke UKS, Rose dan Lisa asik bercanda mengenai hal memalukan tadi, bahan ejekan baru untuk Lisa yaitu menggoda Rose yang tampak suka dengan Hanbin.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!