3 Duyung Cantik

Si Ratu Duyung

Di laut Astrid dan Ratu berusaha mencari keberadaan Arabell dengan mengikuti petunjuk dari kura-kura, akhirnya mereka sampai dan kaget melihat Arabell yang terjebak di dalam jaringan mereka berusaha untuk mengeluarkan indah namun tampaknya mereka tidak bisa. 

 

“Andi, bantuin gue kita tarik bareng-bareng ya!” ujar Rio dengan sekuat tenaga menariknya.

 

Akhirnya Dirga dan Doni datang dengan menaiki jetski menghampiri kapal Andi dan langsung naik ke atasnya. Astrid yang sedang mencari cara untuk melepaskan Arabell seketika melihat Doni. 

 

“Astrid!!" teriak Doni pelan, dia kaget melihat Astrid ada di dalam laut.

 

“Syuttt!! Don, Arabell sedang dalam bahaya dia tertangkap jaring, Lo punya pisau gak?" tanya Astrid. 

 

“Hah, pisau? Sebentar gue punya bawa pisau," sahut Doni sambil merogoh kantong celananya yang memberikan pisaunya kepada Astrid. 

 

"Astrid?” teriak Dirga, begitu dia menoleh ke arah Doni.

 

Doni menoleh kaget, namun untung saja Astrid sudah berlalu pergi takut ketahuan oleh Dirga. 

 

“Don, tadi Astrid kan?" tanya Dirga penasaran. 

 

Dunia tersenyum dengan enggak jelas dia bingung harus mengatakan apa, "Bu-kan, tadi itu ikan kali,” katanya terbata-bata.

 

"Ikan? Mana ada ikan bentuknya gede kayak manusia,” sahut Dirga merasa heran.

 

"Iya ikan, semacam hiu, yaudah kita fokus cari Arabell aja!” ajak Doni mengalihkan perhatian Dirga, dia ikut masuk ke dalam kapal. 

 

Astrid berhasil membawa pisau, ya berusaha memotong jaring ikan itu untuk menyelamatkan Arabell agar bisa keluar dari sana. 

 

Pada saat itu juga Andi dan Rio masih berusaha menarik jalanya, membuat Arabell ikut tertarik ke atas namun dengan cepat Ratu langsung menarik kembali jaringnya ke bawah.

 

Sampai Andi dan Rio terhempas ke belakang saat melihat jaringnya kosong. 

 

Andi bangkit dari duduknya dan melihat jaringnya "Yah kok kosong, ke mana ikannya pergi?" katanya heran. 

 

“Yahh berarti ikannya lepas dong?" ujar Rio dengan kecewa. 

 

"Emang ikannya segede apa sih?” Andi menoleh melihat kedua temannya itu dengan kedua alis yang mengkerut. 

 

“Sepertinya itu bukan ikan, dilihat deh men! jaringnya rusak, ini bekas potongan pisau,” seru Rio terkejut melihat jaringnya terputus. 

 

“Terus tadi kita nangkap apa?" Andi semakin penasaran. 

 

"Gak tau men,” sahut Rio yang tak kalah kebingungan. 

 

Akhirnya mereka mencoba menoleh pada air laut yang kemudian dikagetkan oleh Dirga. 

 

“Andi!" teriak Dirga membuat Rio dan Andi menoleh ke sumber suara. "Arabell, dimana?" tanyanya.

 

"Gue gak tau bro,” sahut Andi yang langsung memberi kode kepada Rio. "Kita dari tadi gak bareng dia, ya kan?" 

 

“Iya bener,” ucap Rio sedikit gugup. 

 

“Jangan bohong kamu tadi aku lihat kamu paksa-paksa Ara buat masuk ke dalam mobil," sergah Doni yang muncul dari belakang Dirga 

 

"Ah diam lo culun! Jangan ngarang cerita deh, gue dari tadi gak bareng Ara." Andi emosi mendengar penjelasan dari Doni, ternyata dia yang telah membocorkan semuanya.

 

"Jangan bohong Lo, gue denger Arabell teriak-teriak di telepon, kalau sampai dia kenapa-kenapa gue bakal laporkan ke polisi,” sergah Dirga kesal mendengar kebohongan Andi.

 

“Lo ngomong apa sih men? Dari tadi kita gak bareng Arabell, kalau mau lapor polisi silakan aja, paling juga bakal diketawain." Andi membalas dengan candaan membuat Dirga langsung menampar cowok itu.

 

"Eh dengar ya, kalau sampai terjadi apa-apa sama Ara, habis lo sama gue!" ancam Dirga sebelum pergi.

 

 

Akhirnya Dirga dan Doni kembali pergi untuk mencari arabel di sekitar kapal, sedangkan Andi menatap kepergian mereka dengan sinis, rasa nyeri pada tulang pipi akibat tamparan dari Dirga masih terasa nyeri membuatnya kesakitan.

 

"Don, kita mencar ya Lo nyari disana, gue yakin mereka tidak jauh dari sini,” terang Dirga sebelum pergi.

 

“Iya siap Dir," sahut Doni, sambil menaiki jetski kembali bersama Dirga untuk mencari Arabell.

 

Sedangkan Arabel, Astrid dan Ratu sudah sampai di permukaan laut. 

 

"Ra, Lo gak apa-apa, kan?” tanya Ratu terlihat khawatir. 

 

“Ratu, Astrid!!” pekik Arabell begitu dia tersadar dari pingsannya.

 

"Ya Allah Ra, syukurlah kalau Lo sudah sadar,” seru Astrid begitu Arabell membuka matanya.

 

“Iya gue tidak apa-apa kok, makasih ya kalian sudah menyelamatkan gue," ujar Arabell sambil tersenyum senang.

 

“Ra, gue minta maaf ya sama lo seharusnya gue nggak bersikap jutek sama Lo tadi," kata Astrid dengan rasa bersalah.

 

"Iya Ra, gue juga minta maaf ya kalau udah ngomong kasar sama lo," timpal Ratu dengan nelangsa.

 

“Iya gue maafin kok, sekarang kita menepi dulu yuk gaes," kata Arabell menunjuk ke arah pasir. 

 

Setelah itu mereka kembali berenang untuk duduk di tepi pantai. 

 

“Rat, Arabell. Kalian tunggu disini ya gue mau balik lagi ke laut,” ujar Astrid yang tampak serius.

 

"Lo mau ngapain lagi sih, Strid?” tanya Ratu kaget mendengarnya.

 

“Gue mau ngasih pelajaran ke Andi dan temannya, dia udah berani ganggu sahabat gue," jelas Astrid, dis paling tidak suka jika ada yang menyakiti sahabatnya.

 

“Sudah Strid, gak usah dibalas biarin aja!” sergah Arabell, dia khawatir terjadi sesuatu pada Astrid. 

 

"Gak bisa gaes, gue harus ngasih pelajaran ke mereka biar mereka tidak melakukan hal yang sama," kata Astrid dia sudah bertekad untuk balas dendam, dia langsung memutarkan badan dan kembali berenang di tengah laut.

 

"Astrid!!” teriak Ratu dan Arabell, beberapa kali namun tidak dapat menghentikan sahabatnya itu.

 

“Astrid, sudah biarin aja!" teriak Arabell namun gagal mencegah sahabatnya.

 

Astrid terus berenang menuju kapal Andi dan temannya, namun dia begitu sial sehingga melihat Dirga disana. 

 

“Astrid!!" teriak Dirga terkejut, saat mencari Arabell malah ketemu Astrid yang berada di pinggir kapal Andi. 

 

"Ayo sini naik bareng gue," ujar Dirga seraya mengulurkan tangannya. Namun tiba-tiba dia kaget saat melihat ekor duyung. "Siapa lo, sebenarnya?” 

 

Dari belakang punggung Dirga dipukul oleh Andi, membuat Dirga jatuh pingsan. 

 

Astrid kaget dan ketakutan saat ketahuan oleh Andi dan temannya yang datang. 

 

Andi menoleh melihat Astrid yang berubah jadi duyung. "Ayo buruan tangkap, tangkap!" teriak Andi dengan semangat.

 

Rio pun langsung memberikan Andi jaringnya sehingga mereka berdua berhasil menangkap Astrid yang hendak lari.

 

"Lepasin gue, tolong! Tolong!” teriak Astrid ketakutan dia terus meminta tolong. 

 

"Gimana kalau kita jual ke kolektor, ini pasti harganya sangat mahal dan kita akan jadi kaya raya!" seru Andi sambil tertawa dia sangat antusias.

 

"Wahh, bener juga Lo men,” kata Rio sambil menepuk bahu Andi dengan bangga.

 

“Lepasin!" teriak Astrid, yang masih tersangkut di dalam jaring.

 

Dari arah laut Bu Maya melihat kejadian itu, membuatnya langsung berlari menuju laut dan menaiki jetski menghampiri kapal Andi. 

 

Sedangkan Doni kaget melihat Astrid yang tertangkap oleh Andi, dia pun langsung menghampiri kapal Andi dan temannya, berniat akan menyelamatkan sahabatnya.

 

“Jangan pegang gue, lepasin gak!” gerutu Astrid dengan kesal.

 

"Gue mau jual Lo, karena Lo sangat berharga,” teriak Andi dengan senang mendapat seekor duyung.

 

Doni menarik tubuh Dirga dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan cowok itu terlebih dahulu. 

 

Bu Maya yang merasa geram dengan Andi, dia langsung mengulurkan tangannya ke arah laut tepat di kapal Andi, dia menggunakan kekuatan supernya untuk mengundang badai, sehingga kapal Andi berguncang hebat disana. 

 

Doni dan Dirga sudah pingsan begitu pun dengan Andi dan temannya mereka juga sudah pingsan di atas kapal, sedangkan Astrid dia berhasil jatuh ke laut dengan cepat Bu Maya langsung menolongnya.

 

Bu Maya membawa Astrid ke tepi pantai, dia menidurkannya di pasir dan mengobati sehingga Astrid berubah kembali normal. 

 

"Bu Maya?" seru Astrid, dia terkejut begitu sadar melihat Bu Maya di sampingnya.

 

“Iya, kamu baik-baik saja kan?" tanya Bu Maya.

 

"Astaga saya harus bantu Doni dan Dirga,” ujar Astrid saat teringat badai di laut tadi.

 

"Mereka sudah aman, kamu jangan khawatir,” kata Bu Maya menenangkan.

 

"Ta-pi, bagaimana dengan Andi dan temannya?” Astrid takut jika cowok itu kembali mengingatnya yang sudah berubah menjadi duyung.

 

“Andi dan temannya sudah mendapatkan ganjaran dari perbuatannya,” sahut Bu Maya yang sudah menghilangkan ingatan anak cowok itu. "Kamu tenangkan diri ya,” lanjutnya.

 

"Bu Maya kenapa ada disini? Dan nolongin saya?” tanya Astrid heran dan sangat penasaran.

 

Namun Bu Maya tidak menjawabnya dia langsung pergi ke laut meninggalkan Astrid.

 

“Bu Maya!" teriak Astrid khawatir melihat Bu Maya yang pergi di tengah laut, namun dia langsung terkejut melihat Bu Maya yang berubah menjadi duyung dengan ekor sisik berwarna emas. 

 

"Saya adalah ratu duyung, yang akan membantu kamu dan teman-temanmu dan duyung yang lainnya menggunakan kekuatan mereka dengan baik dan benar,” jelasnya seraya menatap Astrid tajam. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!