Pasukan Langit

Heart Dragon Menghilang

Lao semakin bersemangat, melihat para pasukan kegelapan menyerangnya bertubi-tubi dari segala arah. Cakram bercahaya yang saling terkait dengan cakram yang asli, menyerang pula ke arah para pasukan gelap.

Semua pasukan kegelapan itu seolah hanya menyeringai dan mengejek Lao. Saatnya membalas dendam atas apa yang sudah dialami Lao. Sesekali Lao terpental dengan serangan musuh yang mendapatkan celah darinya dan Lao terus melompat dan melakukan serangan balik. Begitu terus pertarungan tiada henti itu.

Saat Lao mengumpulkan energinya kembali untuk bersiap menghadapi serangan dari pasukan gelap. Tiba-tiba seluruh pandangan seperti terbakar berganti dengan sebuah dimensi baru. Para pasukan gelap seolah menghilang satu-persatu, dan berganti menjadi seperti abu yang pecah begitu saja.

Ini adalah?

***

Di dimensi yang lain, Alicia masih saja asyik bermain air dan beberapa hewan lengkap saling berkejaran dan nampak suasana tenang yang dirasakan Alicia. Senyum Alicia nampak begitu bahagia dan berjalan riang ke seluruh penjuru tempat.

Kupu-kupu indah terlihat terbang mengelilingi Alicia dan seolah mengajak bermain bersama. Alangkah indahnya jika berada disini selamanya, tenang dan penuh kesejukan.

Saat Alicia tersenyum karena terpesona lagi, tiba-tiba dimensi di seluruh pandangan Alicia juga membuyar. Hilang satu-persatu pemandangan yang dilihatnya. Kupu-kupu, hewan lainnya, langit yang biru dan semua pepohonan seperti terbakar menjadi abu.

Saat semua menghilang seperti abu, ruangan besar nampak menggantikan pemandangan yang dilihat oleh Alicia. Ini adalah ilusi?

***

Semua orang yang tersadar dari ilusi Heart Dragon masih bertanya dan penasaran dengan kondisi saat ini. Semuanya berkumpul dalam ruangan yang besar, dan itu adalah berada di dalam Dompai.

Mereka mulai menyadari bahwa mereka terjebak dalam sebuah ilusi, dan kini menyadari bahwa mereka tengah mengikuti sebuat tes dari tes ketiga untuk menjadi Pasukan Langit. Mereka saling berpandangan, dan dua orang asing berada di ujung penglihatan mereka. Dua orang penyusup yang sebelumnya bertarung dengan mereka.

Pandangan mereka kini tertuju pada sebuah tombak yang sebelumnya berdiri tegak dan memancarkan cahaya berpendar, dan membuat mereka semua terjebak ilusi. Tongkat tegak itu sudah tidak ada di tempatnya. Tongkat itu kini berada di tangan Aji, yang sudah berdiri dan bersebelahan dengan Gayatri.

Permata di ujung tombak yang diselubungi dengan ukiran keemasan juga sudah tidak ada lagi di sana. Mereka semua telah lepas dari pengaruh ilusi dan itu semua, karena artefak Rahasia Langit sudah tidak ada di ujung tombak itu. Lalu, kemana artefak tersebut?

”Serahkan Heart Dragon itu! Aku tidak akan menyakiti kalian semua!” Jasum langsung naik pitam, dia mencoba mengembalikan ingatannya. Ilusi yang menjebaknya tadi benar-benar seperti kenyataan, di mana dirinya berhadapan langsung dengan Pemukul Halilintar.

Mora mencabut kedua pedangnya, dia melihat bahwa para pemuda peserta dari Pasukan Langit itu sepertinya tidak akan membuat pekerjaan mereka berdua menjadi mudah. Dia bersiaga dengan kedua pedang di masing-masing tangannya, dan mendekat kearah Jasum sebagai pemimpin tim kali ini.

Sepertinya pertarungan tak bisa dihindari, Gayatri dengan cepat maju dua langkah, dan segera mengangkat kedua tangannya menyamping. Bilah-bilah energi berupa belati bercahaya pun muncul di sekelilingnya, siap menyerang ke depan.

Kedua penyusup, yaitu Mora dan Jasum juga bersiap. Mereka merasa akan kesulitan jika semua peserta Pasukan Langit yang berjumlah 20an orang itu, bekerjasama dan menyerang mereka bersamaan. Namun, artefak itu adalah kunci penting untuk kebangkitan pasukan gelap untuk menguasai dunia.

Aji pun memutar tombak yang dipegangnya, artefak Heart Dragon ternyata disembunyikan olehnya terlebih dahulu. Dia dan Gayatri yang mengetahuinya, Aji sebelumnya harus menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan barier dari Heart Dragon, dan menembus barier itu untuk mematahkan ilusi Heart Dragon. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan kembali semua peserta Pasukan Langit.

Tombak yang diputar oleh Aji itu kemudian berhenti dan mengarah kepada dua orang penyusup itu. Aji melemparkan tombak itu dengan sangat cepat ke arah mereka, serangan itu cukup cepat dan deras. Mora dan Jasum menghindari ke sisi kiri dan sisi kanan.

Craakkk!

Tombak itu menghunjam kuat pada lantai tepat di tengah mereka berdua. Jasum dan Mora nampak menahan amarah mereka. Permintaan baik-baik mereka untuk menyerahkan Heart Dragon, sepertinya mendapatkan penghinaan dengan dilemparnya tombak tersebut. Itu artinya, merkea akan melawan.

Mora dan Jasum pun bersiap dengan energi mereka. Pertarungan mereka di dalam Dompai sepertinya tak terelakkan lagi, para peserta Pasukan Langit pun bersiap untuk melawan kedua penyusup yang sudah diketahui bahwa mereka dari pasukan kegelapan.

Para peserta Pasukan Langit juga menyadari, kalau dua penyusup itu bukanlah bawahan biasa dari pasukan gelap. Mereka mungkin berada di tier setidaknya tier empat atau tiga. Tier satu tentu adalah Lord Demon, tier dua adalah bawahan atau kepercayaan langsung dari Lord Demon, tier tiga adalah mereka yang berada di bawah tier dua dan seterusnya.

Jika penyusup itu berada pada tier tiga, maka kekuatan mereka mungkin juga setara dengan para petarung bela diri pada rank 8. Mereka musuh yang kuat dan kerja sama adalah kunci untuk bisa menang melawan mereka.

Semua peserta Pasukan Langit pun bersiaga, senjata mereka keluarkan. Energi sihir, kekuatan assassin, warior dan support bersiap. Mereka kini merasa bahwa mereka berada pada jalan yang sama, dan bisa membentuk tim pertempuran yang akan membuat sejarah bagi masa depan dunia. Untuk membawa keadilan bagi dunia, mereka dibutuhkan dan harus saling bekerjasama.

Aji penasaran, dia bahkan ingin melihat sebatas mana kerja sama para peserta Pasukan Langit. Dia tertantang untuk melihat, bagaimana mereka bekerjasama untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat dari mereka.

Saatnya melihat pertunjukkan itu, apakah mereka sudah layak dan siap untuk bertarung sekali lagi melawan para perusuh yaitu pasukan Lord Demon.

Aji ingin menguji mereka.

Sedetik kemudian, tanpa dikomando, Alicia terbang ke atas dengan energi angin yang menyelimuti kedua kakinya. Dia melayang ke atas meninggalkan Aji yang dari tadi berdiri di sebelahnya. Alicia melayang dan dia mengumpulkan ratusan belati bercahaya seperti jarum-jarum yang tajam.

Energi belati energi mulai bergetar, Mora dan Jasum mengetahui itu adalah serangan jarak jauh dan mereka pun bersiap.

”HIIIIIAAAAAA!”

Alicia menyerbu dengan menghantamkan kedua tangannya ke depan. Dan, ratusan serangan jarum atau belati bercahaya itu deras menyerang bertubi-tubi, ke arah dua penyusup yaitu Mora dan Jasum.

Klang! Klang!

Barier terbentuk dari kekuatan Jasum, belati energi itu terpental seolah tak bisa mengenai Jasum. Di sisi lain, Mora berkelit kesana kemari, dan menangkis belati-belati energi dengan kedua pedangnya. Mereka berdua dengan mudah menghindari semua serangan dari Alicia itu.

Para peserta Pasukan Langit yang lain pun menyerang ke arah kedua penyusup itu, kini mereka harus bersatu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!